19- Apa Kewajibanmu (Anak Perempuan) Kepada Kedua Orang Tuamu?
Jika engkau mengetahui kesusahan kedua orang tuamu dalam mendidikmu dan mengetahui betapa besarnya kecintaan mereka kepadamu, maka dengan apa engkau akan berbalas budi kepada mereka?. Tentu, engkau tidak akan sanggup untuk membalas budi kepada mereka kecuali engkau harus melakukan beberapa tata krama berikut:
Selalu melaksanakan perintah mereka berdua dengan penuh kecintaan dan penghormatan dan selalu melakukan segala sesuatu yang membuat mereka berdua merasa ridho: dengan cara engkau berbuat baik kepada mereka berdua. Allah SWT berfirman: (berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu), selalu tersenyum di hadapan mereka berdua, bersalaman kepada mereka berdua setiap pagi dan sore, mendoakan umur panjang untuk mereka berdua dalam keadaan sehat dan afiyah, menjaga buku-bukumu dan baju-bajumu, menjaga segala peralatanmu, menata semuanya ditempatnya dengan baik, berusaha untuk mengulas pelajaranmu, melakukan segala sesuatu yang dapat membuat mereka berdua senang di dalam rumah maupun di luar rumah .
Menghindari segala sesuatu yang dapat menyakiti mereka berdua: janganlah mengeraskan suaramu di atas suara mereka berdua, akan tetapi berbicaralah kepada mereka dengan ucapan yang lembut. Allah SWT berfirman: (janganlah engkau berkata “ah” kepada mereka dan janganlah engkau menggertak mereka berdua, malainkan katakanlah kepada mereka dengan perkataan yang mulia). Dan janganlah engkau merengek kepada mereka dalam meminta sesuatu apalagi ketika di depan seorang tamu, jika mereka berudua melarangmu untuk meminta sesuatu dan marah kepadamu: janganlah marah (mengambek), janganlah memandang mereka berdua dengan pandangan tajam atau dengan wajah muram, jangan meggerutu kepada mereka berdua, melainkan diamlah dan terimalah segala nasihat-nasihatnya dengan penuh kebahagia dan kegembiraan. Hindari juga untuk berbohong dan mencaci maki kepada mereka berdua. Disebutkan dalam sebuah hadits: “Salah satu diantara dosa besar adalah cacian seorang anak kepada kedua orang tuanya”.
Ada seorang laki-laki datang kepada nabi SAW dan bertanya: wahai Rasulullah: siapakah orang yang berhak untuk aku muliakan? Nabi menjawab: ibumu. Ia bertanya lagi: kemudian siapa? Nabi menjawab: ibumu, lantas bertanya lagi: kemudian siapa? Nabi menjawab: ibumu. Lantas bertanya kembali: kemudian siapa? Nabi menjawab: ayahmu. Seorang anak perempuan yang selalu memperlakukan kedua orang tuanya dengan perlakuan yang baik akan mendapat ridha Allah dan ridha kedua orang tuanya. Disebutkan dalam hadits: “surge berada di telapak kaki ibu”.
20- Tata Krama Anak Perempuan Terhadap Saudara-Saudara Perempuan Dan Saudara-Sudara Laki-Lakinya
Bersikaplah sopan kepada saudara-saudara perempuan dan laki-lakimu karena mereka adalah orang yang paling dekat denganmu setelah kedua orang tuamu. Kedua orang tuamu sangat senang kepadamu apabila engkau bersikap sopan kepada saudara-saudarmu. Hormatilah saudara laki-lakimu dan saudara perempuanmu yang besar, iktutilah nasihat-nasihat mereka berdua, lakukanlah apabila mereka berdua memerintahkan sesuatu dan janganlah bersikap keras kepala kepada mereka berdua, sayangilah saudara laki-lakimu dan saudara perempuanmu yang masih kecil, berhati-hatilah untuk tidak menyakiti mereka dengan pukulan atau caci maki, memutus tali persaudaran, mengubah atau meminjam mainan-mainan mereka tanpa izin. Nabi Muhammad SAW bersabda: “bukanlah merupakan dari golongan kami, orang yang tidak menyayangi anak kecil diantara kita dan tidak mengetahui hak anak dewasa”. Dan Nabi bersabda: “tidaklah diperbolehkan kepada seorang muslim untuk mengasingkan saudaranya diatas 3 hari. Barang siapa yang mengasingkan lebih dari 3 hari kemudian meninggal, maka ia akan masuk neraka”.
Bersikaplah toleran kepada saudara laki-laki dan perempuanmu. Janganlah engkau berselisih denga saudara laki-lakimu atau saudara perempuanmu ketika akan memasuki kamar mandi atau pada permainan, atau ketika duduk di atas kursi, dan lain sebagainya. Jadilah engkau perempuan yang sabar, suka memberi maaf, tidak cepat marah, apabila sudara laki-laki dan perempuanmu berbuat jahat kepadamu, maka janganlah engkau membalas berbuat jahat kepada mereka, melainkan bersikaplah toleran kepada mereka.
Janglah engkau terlalu banyak bercanda dengan saudara laki-laki dan perempuanmu karena bercanda yang berlebihan dapat menyebabkan dendam dan pertengkaran. Apabila engkau melihat saudara laki-laki dan perempuanmu melakukan pebuatan yang tidak sesuai untuk mereka, maka nasihatilah mereka dengan penuh kelembutan dan janganlah engkau memberatkan mereka.
Tidaklah dapat dipungkiri bahwa kedua orang tuamu sangat senang denganmu. Jika engkau mengikuti tata krama ini. Oleh karena itu, hiduplah dengan saudara laki-laki dan perempuanmu dengan penuh ketentraman dan kebahagiaan.
21- Dua Saudara Perempuan Yang Saling Mencintai
Ruqayyah dan Maryam merupakan dua perempuan yang saling bersaudara: mereka saling mencintai antar sesama dan saling menemani. Mereka berdua berangkat ke sekolah bersama-sama dan pulang dari sekolah juga bersama-sama, saling membantu dalam mengulas kitab-kitab, menghafal pelajaran baik di rumah maupun di sekolah. Dan di waktu luang mereka berdua bermain dan bercanda bersama-sama.
Pada sautu hari, ruqayyah membeli buah apel dari beberapa macam buah. Kemudian ia bertanya kepada ibunya seraya berkata: wahai ibu, kabarkan kepadaku dimana saudaraku, Maryam? Karena aku ingin membagi apel ini antara aku dan dia. Sang ibupun merasa sangat bahagia dan mengakabrkan kepada Ruqayyah bahwa Maryam berada di kebun.
Ruqayyahpun langsung cepat-cepat bergegas menuju ke kebun dan ternyata saudaranya sedang mengumpulkan bunga. Maryam ingin membuat sebuah buket lembar dari bunga-bunga tersebut. Lantas, Ruqayyah memberikannya buah apel sehingga iapun tersenyum dan merasa bahagia. Maryam berterima kasih kepada Ruqayyah atas kebaikan dan kelembutanya. Karena hal inilah, Maryam memberikan sebuah buket karangan bunga kepada Ruqayyah seraya berkata: dan inilah hadiahku untukmu wahai saudaraku yang mulia. Maryampun merasa senang atas hal tersebut dan Ruqayyahpun berkata: terima kasih banyak wahai saudaraku.
Seperti itulah kedua saudara perempuan ini hidup dalam ketentraman dan kebahagiaan.









One Comment