Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 2

18. KISAH-KISAH NYATA

  1. Imam Asy-Syafi’i sangat menghormati gurunya yaitu Imam Malik rahimahullah (semoga Allah merahmati keduanya) hingga ia berkata, “Aku selalu membuka kertas di hadapan Imam Malik dengan sangat hati-hati karena segan kepadanya supaya beliau tidak mendengar suaranya.”
  1. Ar-Rabi’ bin Sulaiman sangat menghormati gurunya, Imam Asy-Syafi’i dan berkata, “Demi Allah, aku tidak berani minum air sementara Imam Asy-Syafi’i memandang kepadaku karena aku segan kepadanya.”

Demikian pula Imam Syafi’i ia sangat mencintainya. Dan pernah berkata kepadanya , “Wahai Rabi’, andaikata aku mampu memberimu makanan ilmu, niscaya aku beri kamu makanan itu.”

  1. Pernah suatu ketika Harun Ar-Rasyid menyerahkan kedua putranya Al-Amin.dan Al-Ma’mun pada seorang guru yang sangat alim yang bernama Al-Kisaa’iy. Pada suatu hari gurunya berdiri untuk keluar dari rumah kedua anak itu. Maka mereka pun berlomba dan saling berebut untuk mengambilkan sandal sang guru dan menyerahkan kepadanya. Kemudian keduanya berdamai dengan masing-masing menyerahkan satu sandal. Mendengar kejadian itu Ar-Rasyid, mengirim orang untuk memanggil Al-Kisaa’iy, lalu Ar-Rasyid bertanya, “Siapa orang yang paling mutia ?”

Al-Kisaa’iy menjawab, “Amirul mukminin.”

Ar-Rasyid berkata, “Tidak ! orang yang paling mulia adalah Orang yang anak-anak Amirul mukminin berlomba untuk mengambilkan sandalnya.” Mendengar itu sang guru merasa risi (tidak enak) menyangka dirinya telah bersalah. Dan hendak mencegah kedua anak itu agar tidak berbuat seperti itu lagi. Tetapi Ar-Rasyid berkata, “Seandainya engkau Inencegah mereka, tentulah aku akan menegurmu dengan Keras, karena mereka tidak melakukan sesuatu yang menjatuhkan derajat mereka. Bahkan perbuatan itu menambah kemuliaan mereka. Aku telah menghadiahi. mereka atas tata krama mereka sebanyak 20.000 dinar dan bagimu kuberikan 10.000 dirham atas pendidikanmu yang baik terhadap mereka.” .

  1. Diceritakan bahwa Harun Ar-Rasyid mengutus salah seorang anaknya kepada Al-Ashma’iy untuk mengajarinya ilmu dan tata krama.

Pada suatu hari sang khalifah melihat Al-Ashma’iy berwudhu dan membasuh kakinya sementara putra khalifah menuangkan air di atas kakinya. Maka khalifah menegur AlAshma’iy atas perbuatan itu dengan perkataannya : “Sesungguhnya aku mengutusnya kepadamu supaya engkau mengajari dan mendidiknya. Tetapi kenapa engkau tidak menyuruhnya menuangkan air dengan salah satu tangannya dan tangan yang lain untuk membasuh kakimu ?”

19. APA KEWAJIBANMU TERHADAP TEMAN-TEMANMU?

Engkau wajib memperhatikan tata krama persahabatan dengan semua murid yang belajar di satu sekolah denganmu, . terutama murid-murid sekelas denganmu, sebab ikatan belajat dapat mempersatukan engkau dengan mereka. Karenanya mereka mempunyai hak-hak yang melebihi teman-temanmu lainnya. Maka laksanakanlah tata krama-tata krame sebagai berikut :

  1. Hendaklah engkau hormati mereka yang lebih tua darimu dan engkau sayangi mereka yang lebih muda darimu. Hendaklah engkau saling membantu dengan mereka dalam usaha menjaga ketertiban dan ketenangan pada saat jam belajar atau pada waktu istirahat. Usahakan umtuk menyenangkan hati sang guru sedapat mungkin. Dengan cara menunaikan kewajiban-kewajiban seperti menghafal semua pelajaran, giat dalam menuntut ilmu, menyediakan semua kitab dan buku tulis serta semua alat-alat belajar, dan memelihara keselamatannya dari bahaya kerusakan dengan cara menjaga kebersihannya dari kotoran, serta hadir setiap hari ke sekolah dengan teratur sebelum waktu belajar dimulai.

Hendaklah engkau atau salah seorang diantara temanmu bisa menggantikan tugas guru pada saat sang guru berhalangan hadir jika hal itu memungkinkan, agar pelajaran tidak terhenti dan suasana kelas tidak kacau. Tentu saja gurumu akan gembira sekali bila engkau dapat memelihara ketertiban kelas.

  1. Termasuk tata krama pula adalah apabila engkau menyukai kebaikan teman-temanmu sebagaimana engkau menyukainya untuk dirimu sendiri.

Sebagaimana dalam hadits : “Tidaklah beriman (sempurna) seseorang dari kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

  1. Hendaklah engkau berlapang dada dengan mereka dalam segala urusan, memperlakukan mereka dengan lemah lembut dan menghadapi mereka dengan wajah cerah dan murah senyum.

Engkau bantu mereka untuk mendapatkan kebutuhankebutuhan mereka dan engkau jaga hal-hal yang dapat menimbulkan pertikaian dan kebencian.

Maka janganlah kikir kepada mereka bila mereka meminjam sesuatu darimu dan jangan bersikap sombong terhadap mereka, apalagi mendengki mereka, mendustai mereka atau bahkan’ mengadu domba di antara mereka.

Janganlah engkay menyempitkan tempat-tempat duduk mereka, merusakkan alat-alat mereka atau menyembunyikan sebagiannya. Begitu pula engkau berburuk sangka kepada mereka, menakut-nakuti mereka, gembira atas musibah yang menimpa mereka, berdebat dengan mereka secara tidak sopan dan menimbulkan kejengkelan hati, banyak bergurau dengan mereka bukan pada tempatnya atau pun memalingkan mukamu dari mereka. Semua perbuatan tersebut sangat dilarang, karena dapat menimbulkan pertengkaran dan dendam, pemutusan hubungan dan permusuhan.

  1. Allah Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)” (Lukman : 18).

Juga dalam hadits-hadits disebutkan : “Penyakit mana pula yang lebih berbahaya dari sifat kikir.”

“Janganlah kamu bersikap sombong, karena kesombongan itu yang menyebabkan iblis tidak mau sujud kepada Adam.”

“Janganlah kamu bersifat dengki,. sebab salah seorang putra Adam membunuh saudaranya akibat rasa dengki.”

“Sifat dengki adalah sumber segala dosa.”

“Janganlah kamu suka berdusta, sesungguhnya berdusta itu menjauhkan diri dari iman.”

“Janganlah kamu menaruh prasangka karena prasangka adalah perkataan yang paling menipu.”

“Sejahat-jahat kamu adalah orang-orang yang setiap kali berjalan ia mengadu domba dan memecah belah di antara para kekasih.”

“Janganlah kamu menakut-nakuti orang muslim, karena menakut-nakuti mereka adalah kedzaliman besar.”

“Barangsiapa memandang kepada seorang muslim dengan pandangan yang menimbulkan ketakutan yang tidak pada tempatnya, maka Allah akan membuatnya takut pada hari kiamat.”

“Barangsiapa mengganggu seorang muslim, maka ia pun telah mengganggu aku (Nabi Muhammad). Dan siapa yang mengganggu aku, berarti ia pun telah mengganggu Allah.”

“Janganlah engkau mendebat saudaramu, janganlah bergurau dengannya dan jangan menjanjikan sesuatu, lalu engkau mengingkarinya.”

“Janganlah engkau menampakkan kegembiraan atas musibah yang menimpa saudaramu sehingga Allah mengasihinya dan berbalik menimpakan cobaan atas dirimu.”

  1. Termasuk juga tata krama apabila engkau do’akan mereka di saat mereka tidak hadir. Dalam hadits disebutkan : “Do’a seorang muslim bagi saudaranya yang tidak hadir adalah mustajab. Di dekat kepalanya berdiri malaikat yang bertugas. Setiap kali ia medo’akan kebaikan bagi saudaranya, berkatalah malaikat yang ditugaskan untuknya : Amin, dan engkau mendapat balasan serupa.”

Hendaklah engkau menerima alasan mereka bila mereka mengemukakan alasan kepadamu atas kekeliruan mereka. :

Dan mendamaikan di antara mereka bila terjadi perselisihan. Allah Ta’ala berfirman : “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu” (Al-Hujuraat : 10).

Hendaklah engkau berlomba dengan teman-temanmu dalam menghafal pelajaran dan memahami masalah-masalah demi mengamalkan firman Allah Ta’ala : “Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang-orang berlomba-lomba” (Al-Muthaffifin : 26).

Hendaklah pula engkau menolong teman-temanmu yang lemah dalam belajarnya dan jangan engkau membanggakan diri terhadap mereka, karena lebih mudah menghafal dan cepat mengerti.

Hendaklah engkau adakan pembahasan Ilmiah dengan mereka pada waktu senggang (luang), karena semua itu bisa menyenangkan hati gurumu.

Termasuk tata krama lainnya ialah, jangan engkau marah kepada temanmu bila ia tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru kepadanya dan jangan pula mengejeknya. Namun patutlah engkau mendengarkan jawaban guru supaya bertambah pemahamanmu tentang masalah itu dan guru serta teman-temanmu ikut senang terhadap perkembanganmu.

  1. Apabila engkau kerjakan tata krama-tata krama ini terhadap semua teman-temanmu, maka tidaklah diragukan bahwa mereka akan mencintai dan menghormatimu serta berusaha menolongmu, melindungi dari bahaya yang mengancammu.

Mereka menganggapmu benar-benar sebagai teman setia mereka. Mereka senang karena berteman denganmu dan engkau pun bahagia karena berteman dengan mereka.

Sebaliknya apabila engkau tinggalkan tata krama-tata krama ini, maka mereka akan menjadi musuhmu “dan tidak suka berjumpa denganmu.

Maka engkau pun akan sendirian di antara mereka dan kesepian bagaikan burung yang patah sayapnya.

  1. Wahai murid yang santun ! apabila engkau dapati di | antara teman-temanmu seorang murid yang nakal, suka membangkang terhadap perintah guru-gurunya dan tidak menunaikan kewajiban-kewajibannya, maka hendaklah engkau menjauhinya supaya wataknya yang jahat tidak menular kepadamu sehingga menjadikan engkau seperti dia.

Sungguh benar seorang penyair yang telah berkata :

Sesungguhnya tabiat itu mecuri tabiat dan barang siapa berteman dengan orang jahat, ia pun akan tertular

Orang-orang akan mengenal baik dan jahatnya engkau dengan hanya melihat temanmu. Dalam hadits dikatakan :

“Hindarilah teman yang buruk, karena dengannya engkau dapat dikenal.”

Seorang penyair berkata :

Janganlah engkau bertanya akan seseorang tetapi tanyailah tentang temannya.

Setiap orang itu akan meniru sifat orang yang menjadi temannya.

  1. Apabila engkau telah keluar dari sekolah, maka termasuk hak-hak persahabatan adalah jangan engkau melupakan teman-temanmu. Akan tetapi patutlah engkau pelihara ikatan-ikatan persahabatan itu dan mengingat kembali hari-hari ketika masih menjadi murid. Engkau utamakan mereka di antara teman-temanmu lainnya dengan menambah kebajikan, kebaikan dan penghormatan.

Demikianlah seharusnya kesetiaan yang dilakukan oleh kaum yang mulia.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker