14. CARA MEMAAFKAN PELAYAN
- Rasulullah SAW. tidak pernah membentak seorang pelayan pun. Sahabat Anas bin Malik r.a. berkata, “Selama . 10 tahun aku melayani Nabi SAW. sama sekali beliau tidak pernah berkata “uff (cih)” kepadaku . Dan beliau tidak pernah mengolok atas sesuatu yang aku lakukan dengan : kenapa engkau melakukannya? Dan sesuatu yang aku tinggalkan : kenapa tidak engkau kerjakan? Jika aku dipersalahkan oleh istri-istrinya, beliau berkata : biarkan dia, sesungguhnya ini terjadi sesuai takdir Allah.”
- Diriwayatkan suatu ketika Imam Ali karromallahu wajhahu memanggil seorang sahayanya, namun ia tidak segera menjawabnya, maka beliau memanggilnya untuk kedua dan ketiga kalinya. Namun sahaya itu tidak juga menjawabnya. Kemudian beliau datangi sendiri. Ternyata dilihatnya sahaya itu sedang berbaring. Kemudian Imam Ali bertanya, “Wahai anak, tidakkah engkau mendengar panggilanku?” Sahaya itu menjawab, “Ya.” Imam Ali bertanya lagi,” Mengapa engkau tidak menjawab ketika aku memanggilmu?” Sahaya itu menjawab, “Karena aku merasa aman dari hukumanmu sehingga aku bermalas-malasan.”
Maka Imam Ali berkata, “Pergilah! engkau bebas merdeka karena Allah.”
3. Diriwayatkan dari Qais bin “Ashim : bahwa pada suatu hari di saat ia sedang duduk santai di rumahnya, tiba tiba datang kepadanya seorang sahaya perempuan dengan membawa alat pemanggang daging yang panas dan masih ada dagingnya. Tiba-tiba alat itu terjatuh dan menimpa anak sang majikan hingga meninggal. Maka sahaya itu pun cemas. Melihat itu Gais berkata kepadanya, “Engkau tidak usah merasa takut! Kemudian Gais memaafkannya sekalian membebaskannya karena Allah Ta’ala.”
15. APA KEWAJIBANMU TERHADAP TETANGGAMU?
1..Engkau wajib berakhlak baik terhadap tetanggatetanggamu, karena mereka mempunyai hak yang besar atas dirimu.
Allah Ta’ala berfirman : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, sanak kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh” (An-Nisaa’ : 36).
Disebutkan dalam hadits : “Bergaullah yang baik dengan tetanggamu, niscaya engkau menjadi seorang muslim sejati.”
Dalam hadits lain : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.”
- Maka hormatilah para tetanggamu dan berhati-hatilah supaya tidak mengganggu mereka baik dengan memusuhi mereka, bersikap sombong kepada mereka, atau mencaci maki atau bahkan mengolok-olok mereka. Janganlah pula mengganggu mereka dengan mengeraskan suaramu, terutama pada saat-saat mereka tidur dan ketika ada yang sakit di antara mereka atau dengan mengintip mereka dari atap rumah, dari lubang-lubang dinding atau dari lubanglubang pintu dengan tujuan untuk mengetahui keadaan mereka atau untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
Allah Ta’ala berfirman : “Dan janganlah kamu memata-matai” (Al-Hujurat : 12).
Dalam hadits diriwayatkan : “Barangsiapa mendengarkan pembicaraan sekelompok orang sedang mereka tidak menyukainya. Pada hari kiamat nanti akan dituangkan timah panas dalam kedua ‘telinganya.”
- Apabila engkau mempunyai kelebihan makanan, maka kirimkanlah kepada tetangga-tetanggamu dan mulailah dengan yang terdekat.
Dalam hadits : Dari Aisyah r.a., ia berkata, “Aku berkata : Wahai Rasulullah, aku mempunyai dua tetangga. Kepada yang manakah aku memberi hadiah?”
Nabi SAW. menjawab, “Kepada yang terdekat pintunya dirimu.”
Apabila engkau membuat kuah, maka janganlah” mengganggu mereka dengan bau makanan dari pancimu, kecuali bila engkau mengambilkan sebagian untuk mereka.
Dalam hadits lain : “Tidaklah beriman (sempurna) denganku barangsiapa yang tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangga disampingnya lapar, sedangkan ia mengetahuinya.”
Dalam hadits lain lagi dikatakan : “Wahai wanitawanita muslim, janganlah seorang tetangga perempuan meremehkan tetangganya, walaupun dengan menghadiahkan kuku kambing.” (kikil kambing/dengkil).
- Ketahuilah, bahwa tetangga itu terbagi menjadi 3 macam sebagaimana dalam hadits : “Seorang tetangga mempunyai satu hak, seorang tetangga lagi mempunyai dua hak dan seorang tetangga yang lain lagi mempunyai tiga hak.
Adapun tetangga yang mempunyai tiga hak ialah tetangga muslim, yang masih ada hubungan kerabat, ia mempunyai hak tetangga, hak Islam dan ikatan kerabat. Adapun yang mempunyai dua hak ialah tetangga muslim saja, ia mempunyai hak tetangga dan hak Islam.
Adapun yang mempunyai satu hak, ia adalah tetangga musyrik.”
- Mengganggu tetangga adalah dosa besar. Nabi SAW. bersabda : “Tidak akan masuk surga barangsiapa yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.”
Jika engkau merasa terganggu oleh para tetangga yang jahat, maka sabariah atas gangguan mereka. Janganlah engkau dekati perangai mereka yang buruk, supaya engkau selamat dari kejahatan-kejahatan mereka.
Dan hindarilah bergaul dengan anak-anak perempuan mereka supaya engkau tidak tertular watak mereka yang buruk sehingga menjadi jahat seperti mereka.
Sebagaimana kata penyair :
Bila engkau meniru akhlak yang rendah maka tidak berbeda antara engkau dan orang yang kau tiru









One Comment