Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 2

10. PERSATUAN SEBAGAI SUMBER KEKUATAN

Diceritakan bahwa seorang laki-laki mempunyai beberapa orang anak. Ketika ajal sudah mendekatinya, ia pun memanggil mereka dan memberinya masing-masing seikat tombak lalu menyuruh mereka untuk mematahkannya.

Maka satu persatu mereka berusaha mematahkannya dengan sekuat tenaga, namun tidak berhasil. Kemudian lakilaki itu melepaskan ikatan tombak tersebut dan memberinya masing-masing sebatang tombak. Maka mereka pun berhasil mematahkannya dengan mudah. Kemudian ia berkata kepada mereka, “Perumpamaan kalian adalah seperti ikatan ini. Jika kalian bersatu dan berkumpul, musuh tidak akan berhasil mengalahkan kalian. Tapi jika kalian berselisih dan bercerai berai, maka musuh akan mudah mengalahkan kalian sebagaimana tombak-tombak yang sudah teriepas ikatannya ini kalian akan dapat mematahkannya tanpa susah payah”

Kemudian ia mengalunkan sya’ir :

Persatulah kalian hai anak-anakku bila musibah menimpa dan jangan bercerai-berai

Tombak-tombak yang berkumpul jadi satu akan sulit dipatahkan dan bila sudah terpisah-pisah – mudahlah ia dipatahkan satu demi satu

11. APA KEWAJIBANMU TERHADAP PARA KERABATMU ?

  1. Sesungguhnya orang-orang yang paling dekat denganmu sesudah ayah ibumu dan saudara-saudaramu adalah para kerabatmu baik mereka laki-laki ataupun perempuan.

Dalam hadits : “Saudara perempuan ibu (Bibi) itu sederajat dengan ibu, kedudukan saudara laki-laki dari ayah (Paman) seseorang adalah setara dengan ayahnya, putra saudara perempuan dari suatu kaum adalah termasuk diantara mereka.” :

Mereka mempunyai hak-hak sama besar atas dirimu yang wajib engkau perlakukan kepada mereka.

  1. Hal itu engkau laksanakan dengan cara memperlakukan mereka seperti perlakuanmu terhadap saudara-saudaramu. Maka engkau hormati orang yang. lebih tua di antara mereka dan engkau kasihi anak-anak ke cil mereka.

Engkau bersikap hangat pada saat bertemu mereka dengan wajah yang cerah dan tersenyum. Dan berbicara dengan mereka secara baik tanpa menunjukkan kesombongan dan kebanggaan.

Apabila mereka menyuruhmu melakukan sesuatu, maka patuhilah dan jangan membantah. Jadilah engkau wanita yang mudah akhlaknya. Apabila mereka membutuhkan sesuatu, maka segeralah menolongnya dengan sekuat tenaga.

  1. Janganlah engkau berhenti mengunjungi mereka dari waktu ke waktu, terutama pada waktu-waktu yang tepat seperti hari-hari raya dan hari-hari bahagia lainnya atau disaat musibah dan peristiwa lain yang menyedihkan datang menimpanya. Bila diantara kerabatmu yang laki-laki atau perempuan sakit, segeralah pergi kerumahnya untuk menjenguknya seraya mendo’akan agar mereka lekas sembuh. Apabila ia berpulang ke rahmatullah, segeralah pergi ke rumahnya untuk mendo’akannya agar mendapat rahmat dan ampunan, dan untuk berta’ziah (Menyatakan bela sungkawa/berduka cita) dan menghibur anak-anak dan keluarganya serta menolong kesusahan mereka.

Dengan demikian mereka para kerabatmu akan senang terhadapmu, karena engkau gembira di kala mereka gembira “dan berduka karena mereka ditimpa susah. Mereka pun akan: tahu bahwa engkau seorang anak perempuan yang terdidik dan mau menunaikan kewajiban-kewajibannya terhadap para kerabatnya.

  1. Bersatulah dengan kerabatmu dan hindarilah segala sesuatu yang menyebabkan putusnya hubungan dan permusuhan.

Waspadalah untuk tidak mendengar omongan perempuan yang suka mengadu-domba, karena ia hanya ingin memisahkanmu dari mereka.

Maafkan mereka bila mereka berbuat jahil kepadamu. Janganlah engkau mendendam lantaran periakyan yang buruk itu.

Bilamana Allah memberi mereka kenikmatan, nampakkan kegembiraanmu karenanya dan jangan mendengki kepadanya.

.Apabila engkau berbudi dengan tata krama itu, maka sudah barang tentu engkau akan hidup bersama para kerabatmu dalam keadaan rukun dan sejahtera, tenteram dan bahagia.

Sebab kebahagiaan manusia tergantung pada kebahagiaan keluarga dan kerabatnya. Mereka bagaikan sayap seekor burung.

Sebagaimana kata penyair :

Ketahuilah wahai putra paman, | manusia adalah sayap (bagi yang lainnya) dapatkah burung elang terbang tanpa sayap?

  1. Allah telah memerintahkan agar berbuat baik kepada para kerabat dan mengaitkan mereka dengan ayah ibu. Disebutkan dalam firman Allah Ta’ala :

“Dan Sembahlah Allah dan janganlah kamu mensekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah . kepada. ibu bapak dan sanak kerabat” (An-Nisaa’: 36).

Dalam firman Allah Ta’ala yang lain: “Dan penuhilah hak sanak kerabat” (Al-israa’: 27).

Dalam hadits dikatakan : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaannya.” yakni berbuat baik kepada sanak kerabatnya.

Dan seorang anak perempuan yang mau berbuat baik kepada sanak kerabatnya, maka Allah akan melapangkan rezekinya dan memanjangkan umurnya.

Dalam hadits : “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan kerabatnya.”

Dan Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Se-‘ bagaimana yang dikatakan dalam hadits : “Telah datang seorang laki-laki kepada Nabi SAW. Ia berkata, “Wahai Rasulullah aku telah melakukan dosa besar. Apakah aku bisa bertaubat?”

Nabi SAW. bertanya, “Apakah engkau mempunyai seorang ibu?”

Orang itu menjawab, “Tidak.” Nabi SAW. bertanya lagi, “Apakah engkau mempunyai seorang bibi?” Orang itu menjawab, “Ya.”

Kemudian Nabi SAW. berkata, “Berbaktilah kepadanya.” –

  1. Adapun anak perempuan yang suka berbuat jahat kepada sanak kerabatnya dan senang mengganggu mereka, maka ia akan mendapat kebalikan dari itu semua dan terhalang baginya dari masuk surga. Sebagaimana dalam

hadits : “Seorang pemutus hubungan kerabat tidak akan : dapat masuk surga.”

Allah juga akan segera menghukumnya di dunia, sedangkan di akhirat nanti, siksa baginya jauh lebih keras dan lebih dahsyat lagi.

Sebagaimana dalam hadits disebutkan : “Tidaklah suatu dosa yang hukumannya lebih pantas disegerakan oleh Allah terhadap pelakunya di dunia ini di samping hukuman lain yang disimpan Allah untuknya di akhirat, daripada dosa kezhaliman dan pemutusan hubungan kekeluargaan.”

  1. Bilamana kerabatmu berbuat jahat kepadamu hendaklah engkau sabar dalam menanggapinya dan balaslah kejahatan mereka dengan kebaikan.

Dalam hadits : Ada seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, aku punya kerabat yang memutuskan hubungan denganku, tetapi aku tetap menyambung mereka. Aku tetap berbuat baik kepada mereka, walaupun mereka berbuat jahat kepadaku. Dan aku selalu bersikap sabar terhadap mereka, sedangkan mereka tidak juga menghiraukan aku.”

Maka Rasulullah SAW. berkata, “Jika benar apa yang engkau katakan, maka seakan-akan engkau memberi makanan abu panas kepada mereka. Engkau selalu mendapat pertolongan dari Allah dalam menghadapi mereka selama engkau dalam keadaan itu.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker