Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Risalah Mudzakarah Karya Imam Al Haddad

MUTIARA HIKMAH

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannys, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang ia lalu Kami jadikan (tanaman-tanamannya) laksana taman-taman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemari” Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.” (QS. Yunus: 24)

Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” (QS. Al-Kahfi: 7-8)

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Thaha: 131)

Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)

Allah SWT juga berfirman:

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegahmegahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20)

Allah SWT berfirman:

“Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).” (QS. An-Nazi’at: 37-39)

Rasulullah Saw bersabda: l

“Dunia itu terlaknat, terlaknatlah apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah, orang yang berilmu dan orang yang belajar. Andaikan dunia memliki nilai di sisi Allah meski sebesar sayap seekor lalat, pastilah Allah tidak akan memberi seorang kafir seteguk air darinya.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Dunia adalah bangkai yang menjijikkan.”

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan apa yang keluar dari anak Adam sebagai perumpamaan dunia.”

“Tidaklah dunia jika dibandingkan dengan akhirat tak lain Seperti salah seorang dari kalian meletakkan satu jarinya ke dalam Sungai, kemudian ia melihat jarinya membawa apa ketika kembali.”

“Kelak di hari kiamat setiap orang sangat berkeinginan apa yang telah diberikan padanya dari barang duniawi hanyalah sebatas makan pokoknya saja.”

“Sesungguhnya di hadapan kalian ada tanjakan yang tajam. Tidak ada yang dapat melampauinya melainkan orang-orang yang ringan,” Seorang bertanya: “Apakah aku termasuk orang yang ringan wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Apa engkau memiliki makanan untuk hari ini?” Ia menjawab: “Ya.” Beliau bersabda: “Engkau memiliki makanan untuk esok?” Ia menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Apabila engkau memiliki makanan untuk esok berarti engkau bukan tergolong orang-orang yang ringan.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Dunia bagaikan sesuatu yang manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian berkuasa di dalamnya, maka Ia melihat apa yang kalian perbuat, berhati-hatilah terhadap dunia, dan waspadailah para wanita, demi Allah bukanlah kemiskinan yang aku takutkan

atas kalian, sesungguhnya aku takut dibentangnya dunia bagi kalian sebagaimana telah terbentang bagi orang-orang sebelum kalian, mereka pun saling bersaing di dalamnya sebagaimana kalian bersaing untuk mendapatkannya, hingga dunia membinasakan kalian sebagaimana ja membinasa-kan kalian.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya termasuk sesuatu yang aku takutkan atas kalian sepeninggalku apa yang telah dibukukan bagi kalian dari bunga kehidupan dunia, kemewahan serta keelokannya. ”

“Waspadailah dunia. sesungguhnya dunia itu lebih ampuh pengaruhnya dari Harut dan Marut.”

“Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.”

“Sesungguhnya Allah menjauhkan dunia dari hamba-Nya yang mukmin sebagaimana seorang gembala yang baik hati menghalau kambing gembalaannya dari tempat-tempat yang membinasakan.”

“Dosa yang tidak diampuni adalah cinta dunia.”

“Barangsiapayang mencintai ‘akhiratnya berartiia mengorbankan dunianya, dan barangsiapa yang mencintai dunianya berarti ia mengorbankan akhiratnya, mereka lebih mementingkan yang kekal daripada yang sementa  ”

“pahitnya dunia adalah manisnya akhirat, dan manisnya dunia adalah pahitnya akhirat.”

“Orang-orang yang kaya di dunia mereka adalah orang-orang yang miskin di hari kiamat kecuali orang yang berpesan: Keluarkan ini sekian, keluarkan ini sekian.”

“Pastilah kelak di hari kiamat digiring suatu kaum, mereka memiliki amalan sebesar gunung Tihamah, tiba-tiba amalan itu hilang tak berbekas, dan mereka digiring ke api neraka, padahal dahulunya mereka rajin menjalankan shalat, puasa dan bangun malam, tetapi apabila tampil di hadapan mereka sedikit dari barang duniawi mereka langsung merebutnya.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Aku tidak peduli dengan dunia, sesungguhnya perumpamaan antara aku dan dunia bagaikan seorang musafir yang berjalan di hari yang panas, lalu ia berteduh sebentar dibawah pohon, kemudian ia melanjutkan perjalanannya.”

“Barangsiapa di pagi harinya aman di tempat tinggalnya, sehat badannya, ia memiliki persediaan hari itu, maka seakanakan telah disediakan di hadapannya dunia seisinya.”

“Aku diutus untuk merusak (kecintaan kepada) dunia. Barangsiapa yang memakmurkannya berarti ia bukan golonganku.”

Barangsiapa yang niatnya untuk akhirat, pastilah Allah menjadikan kepuasan di hatinya, mengurus segala urusannya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan terpaksa. Dan barangsiapa yang niatnya ditujukan untuk dunia, Allah pasti menjadikan kefakiran di depan matanya, membuat urusannya terbengkalai, dan dunia tidak menghampirinya kecuali apa yang telah Allah tentukan baginya.”

“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau seseorang yang sedang dalam perjalanan, dan anggaplah dirimu sebagai penghuni kuburan.”

“Tinggalkan kemewahan dunia, Allah akan mencintaimu, dan tinggalkan (serakah) pada sesuatu yang dimiliki manusia, engkau akan dicintai manusia.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Dunia adalah tempat tinggal bagi orang yang tidak memiliki tempat tinggal, dan harta bagi orang yang tidak memiliki harta, orang yang mengumpulkannya adalah orang yang tidak memiliki akal, orang yang bersedih atasnya adalah orang yang tidak memikiki ilmu, orang yang iri atas barang duniawi adalah orang yang tidak memiliki pemahaman, dan orang yang gembira terhadapnya adalah orang yang tidak memiliki keyakinan.”

“Tidaklah kecintaan pada dunia mendiami hati seseorang melekat padanya tiga perkara: kesibukan yang tidak terlepas kesusahannya, kefakiran yang tidak berujung kekayaannya, dan angan-angan yang tidak pernah dicapai akhirnya.”

“Sesungguhnya dunia dan akhirat keduanya mencari dan dicari, maka pencari akhirat: ia dicari oleh dunia hingga ia mengambil bagiannya, sedangkan pencari dunia: ia dikejar oleh akhirat hingga-hingga kematian menyeretnya.”

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang mengutamakan kesenangan abadi daripada kesenangan yang fana yang azabnya terus menerus, dan ia mendahulukan apa saja yang akan menjadi bekalnya, dari apa saja yang saat ini berada di tangannya sebelum ia mewariskannya bagi siapa yang beruntung dengan menafkahkannya, sedang ia telah celaka dengan mengumpulkannya dan menimbunnya.”

“Celakalah orang yang mengabdi kepada dunia dan terjungkirlah, Jika ia terkena duri pastilah ia tidak dapat dicabut.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Hidup zuhud di dunia menyenangkan hati dan badan. Tamak terhadap dunia memperbanyak kesusahan dan kesedihan. Sedangkan kemaksiatan dapat mengeraskan hati.”

“Sesungguhnya cahaya jika masuk ke dalam hati, hati akan menjadi lapang dan luas. Beliau ditanya: “Apakah ada tandatandanya? ‘ Beliau menjawab: ‘Menjauhi tempat yang penuh tipuan (dunia), bersandar ke tempat yang abadi (akhirat) dan bersiap-siap menghadapi kematian sebelum kematian itu datang.”

Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa “Wahai Musa, jika Aku mencintai seorang hamba-Ku, maka Aku menjauhkan dunia darinya, beginilah Aku perlakukan para kekasihKu. Wahai Musa, jika engkau melihat harta kekayaan datang, maka katakanlah: “Inilah dosa yang disegerakan hukumannya, dan apabila engkau melihat kefakiran datang, maka katakanlah: “Selamat datang kepada tanda-tanda orang-orang shaleh.”

Allah SWT juga telah mewahyukan kepada Nabi Dawud r.a

“Wahai Dawud, barangsiapa yang mengutamakan kesenangan duniawinya daripada kelezatan akhiratnya, berarti ia telah bergantung pada tali yang tidak terikat, dan barangsiapa yang mengutamakan kesenangan akhiratnya daripada kelezatan dunianya berarti ia telah bergantung pada tali yang kuat yang tidak akan terputus.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker