Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Risalah Mudzakarah Karya Imam Al Haddad

Lugman as. berkata: “Barangsiapa yang menjual dunianya untuk akhiratnya ia akan mendapatkan keduanya, dan barangsiapa yang menjual akhiratnya untuk dunianya ia akan rugi tidak mendapatkan keduanya.”

Beliau berwasiat kepada anaknya: “Sesungguhnya dunia adalah lautan yang dalam, banyak orang telah tenggelam di dalamnya. Jadikan takwa kepada Allah SWT sebagai perahumu, layarnya adalah keimanan dan dayungnya adalah tawakkal. Semoga engkau selamat, meski aku tidak melihatmu bisa selamat.”

Malik bin Dinar berkata: “Jika badan terasa sakit maka makanan maupun minuman, tidur maupun istirahat menjadi tidak berguna. Begitu pula hati, jika ia dikuasai oleh cinta dunia maka peringatan hanya menjadi kesia-siaan belaka.”

Malik berkata kepada sahabatnya: “Aku akan berdoa dan kalian mengamininya: “Ya Allah, janganlah Engkau masukkan ke rumah Malik barang duniawi, baik itu sedikit maupun banyak.”

Konon, jika beliau keluar rumah, beliau mengikat pintunya dengan tali dan berkata: “Kalau tidak karena anjing-anjing pasti aku akan membiarkannya terbuka.”

Beliau juga berkata: “Seorang hamba tidak dapat mencapai kedudukan para shiddig, orang-orang yang benar-benar beragama, hingga ia membiarkan istrinya bagaikan seorang janda dan tinggal bersama anjing-anjing.”

Beliau pernah melewati seseorang yang sedang menanam bibit, kemudian beliau meninggalkannya. Di lain waktu beliau kembali melewati tempat itu dan bibit itu pun telah tumbuh. Beliau bertanya tentang penanamnya. Orang-orang berkata: “Ia telah mati.” Kemudian beliau berkata:

Orang yang berangan akan dunia agar ia kekal untuknya,

Lalu matilah orang yang berangan sebelum terjadi

Ia membesarkan sebuah bibit dan ia sibuk dengannya

Maka tinggallah si bibit dan matilah orang itu

Abu “Atahiyah berkata:

Berapa orang yang membangun rumah agar ia dapat mendiami naungannya

Maka ia mendiami kuburan sedangkan rumahnya belum ia tinggali

Disebutkan dalam sebuah riwayat: “Kalimat Laa ilaaha illallaah selalu melindungi orang-orang yang mengucapkannya selama mereka tidak mementingkan barang duniawi mereka atas agama mereka. Apabila mereka melakukan hal tersebut dan mengucapkannya, Allah SWT berkata: “Kalian telah berdusta, kalian tidak jujur terhadap ucapan itu. ””

Salah seorang salaf berkata: “Wahai yang menahan langit agar tidak jatuh ke bumi melainkan dengan seizin-Nya, tahanlah dunia dariku.”

Ibrahim bin Adham pernah berkunjung ke Manshur dan berkata:

“Wahai Ibrahim apa yang akan engkau katakan?” Lalu beliau membawakan syair:

Kita menambal dunia kita dengan merobek agama kita Maka tidaklah tersisa agama kita maupun yang akan kita tambal Seseorang berkata kepada Dawud At-Thai: “Wasiatilah aku!”

Beliau berkata padanya: “Berpuasalah engkau dari dunia dan jadikanlah berbukamu adalah akhirat. Larilah engkau dari manusia sebagaimana engkau lari dari singa.”

Seseorang bermimpi melihat beliau berlari, lalu ia berkata padanya: “Wahai Abu Sulaiman, engkau kenapa?”

Ia menjawab: “Sekarang aku telah terbebas dari penjara”

Ketika ia terbangun ia mendengar kabar bahwa Dawud At Thai meninggal dunia.

Fudhail bin Iyadh berkata: “Seluruh kejelekan dijadikan dalam sebuah rumah, dan dijadikan sebagai kuncinya adalah tamak terhadap dunia. Dan seluruh kebaikan dijadikan di sebuah rumah, dan dijadikan sebagai kuncinya adalah zuhud terhadap dunia.”

Beliau berkata: “Andaikan dunia adalah sebuah emas yang fana dan akhirat adalah sebuah batu bata yang kekal, sepantasnya kita memilih batu bata yang kekal daripada emas yang fana. Lalu bagaimana jika dunia adalah batu bata yang fana, sedangkan akhirat adalah emas yang kekal?”

Beliau juga berkata: “Jika dunia dibawa ke hadapanku dan ada yang berkata padaku: “Ambillah! Ia halal bagimu tanpa perlu engkau bayar”, pastilah aku merasa jijik seperti seorang dari kalian merasa jijik terhadap bangkai yang ia lewati, jangan sampai terkena bajunya.”

Imam Asy-Syafi’i berkata: “Andaikan dunia dijual di pasar pasti aku tidak akan membelinya walau dengan sepotong roti, karena aku melihat kejelekan di dalamnya.”

Beliau berkata dalam syairnya:

Barangsiapa yang tidak mengenal dunia sesungguhnya aku mengenalnya

Dan digiring di hadapan kita nikmatnya dan kepedihannya

Maka aku tidak melihatnya melainkan tipuan belaka

Sebagaimana terpampang di sebuah ladang fatamorgana

Ia hanyalah bangkai yang telah membusuk

Ia dikelilingi oleh anjing-anjing yang ambisinya hanyalah mencabik-cabiknya

Apabila engkau menjauhinya niscaya engkau hidup selamat di tengah-tengah penduduknya

Dan apabila engkau mencabik-cabiknya maka anjing-anjingnya akan mencabikmu

Bisvir Al-Hafi berkata: “Barangsiapa yang memohon dunia dari Tuhannya berarti ia telah memohon pada-Nya akan lamanya berdiri di hadapan-Nya, yaitu untuk dihisab.”

Beliau pernah membawanya sebuah syair:

Aku bersumpah demi Allah, pastilah biji kurma yang sudah di tumbuk, dan seteguk air sumur yang asin,

lebih baik bagi seorang mukmin daripada sifat tamaknya, daripada permintaannya pada orang-orang yang bermuka masam

Maka merasa cukuplah engkau akan Allah, niscaya engkau menjadi orang kaya yang diliputi barang-barang mewah.

Putus asa (dari dunia) adalah kemuliaan, ketakwaan adalah pemimpin, dan hasrat kepada dunia adalah pembuka aib

Barangsiapa yang dunia tunduk padanya, sesungguhnya suatu hari dunia akan menjadi tukang sembelihnya

Beliau juga membawakan dua syair milik salah seorang salaf:

Orang yang memuliakan dunia adalah orang yang hina.

Ia akan dihinakan di hari kiamat

Sedangkan yang akan menghinakannya adalah Dzat yang paling mulia di hari itu

Dhirar bin Dhamrah menceritakan kepribadian Imam Ali r.a: “Beliau adalah orang yang takut akan kemewahan dunia dan kemegahannya, beliau lebih menyenangi malam dan kegelapannya. Aku bersaksi bahwa aku telah melihat beliau di suatu hari, kala itu malam sudah menebarkan tirainya dan bintang-bintang memancarkan cahayanya. Beliau berbolak-balik bagaikan orang yang sehat, menangis bagai rintihan orang yang mengalami kesedihan mendalam, sambil memegang janggutnya dan berkata: “Wahai dunia tipulah selain aku, apa engkau menghadangku, ataukah engkau melirik? Sungguh aku telah menceraikanmu dengan talak tiga yang tidak ada ruju’ di dalamnya, umurmu pendek, tempatmu hina, dan engkau sangat berbahaya. Ah….ah…. Betapa sedikitnya bekalku, perjalanan jauh, lagi menakutkan.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker