Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Risalah Mudzakarah Karya Imam Al Haddad

BENCANA KEMAKSIATAN

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya neraka Jahannam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.” (QS. Thaha: 74)

Allah SWT berfirman:

“Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. Al-Ankabut: 4)

Allah SWT berfirman:

“Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

Rasulullah Saw bersabda:

“Tidaklah seorang pezina ketika ia berzina ia dalam keadaan beriman, tidaklah seorang pencuri ketika ia mencuri ia dalam keadaan beriman, dan tidaklah seorang peminum ketika ia meminum arak ia dalam keadaan beriman.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Jika seorang hamba berbuat suatu dosa maka timbullah bintik hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat maka bersihlah hatinya, dan apabila ia mengulanginya lagi, maka bintik itu semakin bertambah banyak hingga menghitamlah hatinya.”

Itulah arti dari firman Allah:

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)

Rasulullah Saw bersabda:

“Mengerasnya hati disebabkan terlalu banyaknya dosa.”

Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya seorang hamba diharamkan rezekinya karena dosa yang ia kerjakan.”

Allah SWT telah mewahyukan kepada Nabi Musa as.:

“Wahai Musa, orang yang pertama kali mati dari makhluk-Ku adalah iblis karena dialah yang pertama menentang-Ku. Dan barangsiapa yang menentang-Ku, Aku menganggapnya sudah mati.”

Said bin Musayyab berkata: “Tidaklah para hamba memuliakan dirinya seperti menaati Allah, dan tidaklah para hamba menghinakan dirinya seperti menentang Allah, dan cukuplah bagi seorang mukmin yang senantiasa ditolong Allah untuk hanya melihat musuhnya berbuat maksiat tanpa perlu ikut berbuat maksiat.”

Muhammad bin Wasi’ berkata: “Perbuatan dosa di atas perbuatan dosa dapat mematikan hati.”

Seorang salaf berkata: “Jika engkau menentang Allah sedangkan engkau sadar bahwa Ia melihatmu, berarti engkau meremehkan pandangan Allah. Dan apabila engkau menentang-Nya sedangkan engkau mengira bahwa Ia tidak melihatmu, berarti engkau adalah orang kafir.”

Wuhaib bin Ward ditanya: “Apakah orang yang bermaksiat kepada Allah akan mendapatkan lezatnya beribadah?” Beliau berkata: “Tidak, dan begitu pula yang berkeinginan untuk melakukan maksiat.”

Dahulu para salafus shalih berkata: “Kemaksiatan merupakan utusan bagi kekafiran.”

Jadi kesimpulannya, tanda-tanda jatuhnya seorang hamba dari pandangan Allah SWT, dan ia berada dalam keadaan dimurkai Allah, adalah dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah.

Jadi, orang yang terus menerus melakukan kemaksiatan adalah orang yang paling dimurkai oleh Allah, menjadi teman syaitan dan dibenci oleh orang-orang yang beriman.

Maka, sekali-kali Anda jangan pernah menghadang kemurkaan Allah dengan perbuatan maksiat. Setiap kali jiwa Anda mengajak untuk berbuat maksiat, maka peringatkanlah jiwa Anda akan pengawasan dan pantauan Allah SWT, peringatkanlah ancaman Allah bagi orang yang menentang-Nya, yaitu siksaan yang pedih dan hukuman yang berat. Andaikan dalam melakukan perbuatan maksiat, Anda tidak mendapat balasan melainkan hilangnya kedudukan yang tinggi di sisi Allah dan diharamkan dari pahala orang-orang yang berbuat kebaikan, pastilah hal itu cukup bagi Anda sebagai hukuman yang setimpal.

Mengapa demikian? Sebab dalam perbuatan maksiat terdapat kehinaan, siksa api neraka, dan kemurkaan Allah yang tidak dapat dihadapi oleh langit dan bumi.

Mari kita memohon kepada Allah SWT agar senantiasa dikarunia keselamatan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker