Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Risalah Mudzakarah Karya Imam Al Haddad

SURGA BAGI YANG TAAT, NERAKA BAGI YANG INGKAR

Allah telah menghendaki ridha-Nya terletak pada ketaatan kepada-Nya, kemurkaan-Nya terletak pada perbuatan maksiat kepada-Nya. Ia menjanjikan bagi siapa saja yang menaati-Nya akan memasukkannya ke dalam surga-Nya dengan rahmat-Nya, dan mengancam siapa saja yang menentang-Nya akan dimasukkan ke dalam neraka-Nya dengan keadilan dan kebijaksanaan-Nya.

Allah SWT berfirman:

“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkanya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungaisungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. An-Nisa’: 13-14)

Allah SWT telah memerintahkan para hamba-Nya yang beriman agar segera menyambut pengampunan Allah dan surga-Nya, dan supaya mereka menjaga diri mereka dan keluarga mereka dari api neraka dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi laranganNya, Allah SWT berfirman:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali “Imran: 133)

Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

KARUNIA KETAATAN DAN KEIKHLASAN

Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 07)

Allah SWT berfirman:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakuran menjadi aman sentosa.” (QS. An-Nur: 55)

Dan Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan (nya) dengan baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga “Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya, dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah.” (QS. Al-Kahfi: 31)

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasing sayang.” (QS. Maryam: 96)

Ibnu Abbas r.a berkata: “Allah mencintai mereka dan Allah mempercintakan mereka kepada kaum mukminin.”

Dalam sebuah hadis qudsi allah swt berfirman:

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang padanya. Dan hamba-Ku tiada mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada yang Aku fardhukan kepadanya, dan hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya, apabila Aku mencintainya maka Aku adalah telinganya, yang dengannya dia mendengar, Aku adalah matanya yang dengannya dia melihat, Aku adalah tangannya yang dengannya dia menyerang, dan Aku adalah kakinya yang dengannya dia berjalan, apabila dia minta pada-Ku sungguh Aku beri dia, dan bila dia minta perlindungan kepada-Ku sungguh Aku lindungi dia.”

Allah SWT telah memberi kemuliaan dengan rasa cinta yang agung ini hingga gerakan, tindak tanduk dan ketenangan seorang hamba semuanya itu berasal dari Allah, dan hanyalah di bawah tanggungan Allah orang yang menjalankan apa saja yang diwajibkan oleh Allah dan memperbanyak amalan-amalan saleh demi mendekatkan diri kepada-Nya.

Rasulullah Saw meriwayatkan dari Allah SWT:

“Jika seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku sejengkal saja, niscaya Aku mendekatkan diri kepadanya sehasta. Jika ia mendekatkan diri kepada-Ku satu hasta, maka Aku mendekatinya sedepak. Dan apabila ia mendatangi-Ku dalam keadaan berjalan, Aku pasti mendatanginya dalam keadaan bergegas.”

Arti kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya adalah dengan menaati-Nya dan melayani-Nya, sedangkan arti kedekatan Allah kepada hamba-Nya adalah dengan karunia dan rahmat-Nya.

Rasulullah Saw meriwayatkan dari Allah SWT:

“Aku telah mempersiapkan bagi para hamba-Ku yang saleh segala sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata, yang tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di hati manusia.”

Disebutkan dalam kitab Zabur: “Wahai anak Adam taatilah Aku, niscaya Aku akan penuhi hatimu denan kepuasan, kedua tanganmu dengan rezeki dan badanmu dengan kesehatan.”

Allah SWT telah mewahyukan kepada dunia:

“Wahai dunia barangsiapa yang melayani-Ku, layanilah dis, barangsiapa yang melayanimu, maka perbudaklah dia.”

Bisyir bin Al-Harits berkata: “Orang-orang yang baik memperoleh keuntungan dunia akhirat”

Yahya bin Mu’adz berkata: “Anak-anak dunia dilayani oleh budak-budak, sedangkan anak-anak akhirat dilayani oleh orang-orang merdeka.”

Jika Anda menginginkan kemuliaan yang tidak batas, pemberian yang tiada henti-hentinya, kebesaran yang tidak punah, maka taatilah Allah SWT

Sesungguhnya Allah SWT telah menjadikan kesemuanya itu di dalam taat kepada-Nya. Allah memuliakan para hamba yang taat, bahkan sebagian hamba yang taat, Ia muliakan dengan membebaskan mereka dari belenggu syahwat, membersihkan hati mereka dari keinginan berpaling kepada dunia, menampakkan di hadapan mereka hal-hal yang luar biasa, seperti mengabarkan hal-hal yang gaib, bermunculannya keberkahan, dan dikabulkannya doa-doa.

Sehingga orang-orang berusaha meraih cahaya mereka, mengikuti jejak mereka, berdoa kepada Allah dengan bertawasul kepada mereka agar Allah memudahkan segala urusan mereka, dan memohon kepada Allah dengan keberkahan mereka agar mereka terhindar dari musibah.

Orang-orang itu banyak yang mencari keberkahan di tempat tempat yang dilalui oleh para hamba tersebut. Mereka juga memohon barokah dengan menziarahi kuburan-kuburan mereka.

Allah SWT telah memuliakan mereka dengan sesuatu yang lebih besar dari itu semua. Allah menanamkan cahaya-Nya di hati mereka, dan menaungi hati mereka dengan ma’rifat dan kecintaan kepada-Nya. Allah SWT juga menghibur mereka dengan dzikir di dalam khalwat mereka. Allah telah menyiapkan bagi mereka kenikmatan yang abadi di surga-Nya, dan menjanjikan kepada mereka bahwa mereka akan memandang kepada wajah-Nya yang Mulia, serta memberikan kepada mereka keridhaan-Nya yang terbesar.

Allah SWT berfirman:

“Yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.” (QS. Ad-Dukhan: 57)

Allah SWT berfirman:

“Untuk kemenangan yang serupa ini hendaklah berusaha orang orang yang bekerja.” (QS. Ash-Shaffat: 61)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker