Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Risalah Mudzakarah Karya Imam Al Haddad

BERTOBATLAH

Rasulullah Saw bersabda: 

“Barangsiapa yang perbuatan baiknya membuatnya senang, dan kejelekannya membuatnya susah maka ia adalah seorang mukmin.”

Apabila Allah SWT memberi Anda kesempatan untuk melakukan amal saleh, maka bergembiralah. Tambahkan rasa syukur Anda kepada Allah yang telah memuliakan Anda. Allah  telah memilih Anda agar Anda dapat berhubungan langsung dengan-Nya. Oleh karena itu, sampaikanlah rasa syukur Anda atas kemudahan yang telah Allah berikan dalam berbuat kebajikan dan berdoalah agar amal saleh Anda senantiasa diterima di sisi-Nya.

Imam Ali r.a berkata: “Hendaknya kalian lebih mementingkan diterimanya amal perbuatan daripada amal itu sendiri, sesungguhnya tidaklah sedikit amalan yang tidak diterima.”

Hendaknya Anda selalu mengakui kekurangan Anda dalam menunaikan kewajiban Allah, meskipun usaha dan pengorbanan Anda sudah sedemikian besar dalam menaatiNya. Hal ini karena sesungguhnya kewajiban yang harus Anda tunaikan kepada Allah jauh lebih besar. Allah SWT telah menciptakan Anda dari sesuatu yang tidak ada. Kemudian Allah anugerahkan berbagai macam kenikmatan kepada Anda. Allah SWT memperlakukan Anda dengan karunia dan kemurahan-Nya. Berkat kekuatan-Nyalah Anda dapat menaati-Nya, dan berkat taufik dan rahmat-Nyalah Anda dapat menyembah-Nya.

Jangan Anda kotori pakaian keimanan Anda dan jangan Anda hitamkan hati Anda dengan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah. Setiap kali Anda melakukan perbuatan dosa -meskipun kadang kadang hendaknya Anda segera bertobat, benar-benar kembali dan menyesal serta memperbanyak istighfar. Hal ini harus Anda lakukan dalam keadaan takut dan khawatir akan dosa-dosa Anda.

Sesungguhnya seorang mukmin selalu dalam keadaan takut dan kekhawatiran yang mencekam, meskipun ia benar-benar ikhlas dalam ketaatannya dan mempunyai perilaku yang baik.

Anda tentu mengetahui keadaan para nabi dan para wali. Mereka adalah orang-orang yang ma’shum, yang terjaga dari perbuatan dosa. Meskipun demikian, mereka senantiasa menempatkan diri pada keadaan yang selalu dipenuhi rasa takut dan kekhawatiran, padahal amal perbuatan mereka sangat baik dan dosa-dosa mereka sedikit atau bahkan tidak melakukan dosa. Maka bagaimana dengan Anda? Anda yang paling tahu tentang diri Anda dari siapapun juga tentu lebih mengetahui mana yang lebih utama dan sesuai untuk Anda.

Para nabi dan para wali adalah orang-orang yang lebih mengenal luasnya rahmat Allah SWT daripada Anda. Mereka memiliki prasangka yang baik kepada Allah, harapan akan ampunan dan kemuliaan Allah lebih dari yang Anda miliki.

Oleh karena itu, ikutilah jejak mereka agar Anda selamat. Telusurilah jalan kehidupan mereka supaya Anda beruntung. Hal ini Anda lakukan sembari meminta perlindungan kepada Allah SWT Sebab, barangsiapa yang berlindung kepada Allah berarti ia telah ditunjukkan pada jalan yang lurus.

PENGHALANG KETAATAN

Sebagaimana yang kita ketahui, dunia berdiri di atas pondasi ujian dan cobaan. Ia dibentuk oleh kesengsaraan dan kepedihan dan diliputi oleh berbagai macam tipu daya dan hal-hal yang melalaikan, Oleh karena itu, muncul cukup banyak penghalang dan rintangan untuk berbuat ketaatan dan kebajikan. Bahkan banyak pula hal-hal yang dapat mengajak seseorang kepada kemaksiatan.

Penghalang-penghalang ketaatan dapat dibagi ke dalam empat perkara, yaitu:

  1. Kebodohan,
  2. Keimanan yang lemah,
  3. Angan-angan kosong, dan
  4. Makanan haram dan syubhat.

Insya Allah, saya akan jelaskan tiap-tiap bagian dari empat perkara ini dengan penjelasan yang ringkas -semoga dapat mengingatkan betapa hinanya hal-hal tersebut berikut rintangan-rintangan yang ditimbulkannya serta bagaimana cara menanggulanginya.

Semoga Allah SWT melimpahkan taufik dan hidayah-Nya.

  1. KEBODOHAN

Kebodohan merupakan dasar dari segala kejelekan, sumber dari segala hal-hal yang berbahaya. Kebodohan dan orang-orangnya tergolong dalam sabda Nabi berikut:

“Dunia itu terlaknat, terlaknatlah apa yang ada di dalamnya, kecuali sebutan nama Allah, seorang yang pandai dan orang yang belajar.”

Dan diriwayatkan:

“Sesungguhnya ketika Allah menciptakan kebodohan, Allah berkata kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun pergi. Lalu Allah berkata kepadanya: ‘Pergilah!’ Maka ia pun datang. Allah berkata kepadanya: “Demi Kemulian-Ku, Aku tidak pernah menciptakan satu makhluk pun yang lebih Aku benci daripada dirimu. Aku pasti akan menjadikanmu termasuk kalangan makhluk-Ku yang paling jahat.”

Imam Ali r.a berkata: “Tidak ada musuh yang lebih berbahaya dari kebodohan, dan musuh seseorang adalah kebodohannya.”

Sebenarnya, hinanya kebodohan telah umum diketahui baik secara ‘aqli maupun naqli hampir tidak tersembunyi dari siapa pun. Orang yang bodoh mau tidak mau akan terjerumus dalam perbuatan meninggalkan ketaatan dan melakukan kemaksiatan, karena ia tidak mengetahui ketaatan yang Allah perintahkan dan kemaksiatan yang Allah larang.

Tak seorang pun dapat keluar dari gelapnya kebodohan kecuali dengan cahaya ilmu.

Sungguh indah syair yang digubah oleh Syeikh Ali bin Abi Bakar: Kebodohan bagaikan api yang dapat membakar agama seseorang Dan ilmu adalah air yang dapat memadamkan api itu

Jadi, kewajiban Anda adalah mempelajari ilmu yang Allah wajibkan untuk diketahui, dan bukanlah kewajiban Anda menguasai semua bidang ilmu.

Justru kewajiban Anda adalah mempelajari ilmu aqidah yang akan menyempurnakan iman Anda. Anda juga harus mempelajari bagaimana cara menunaikan apa-apa yang Allah wajibkan dan bagaimana cara menghindari apa-apa yang Allah larang. Hal ini merupakan kewajiban yang harus segera ditunaikan dalam arti yang seluas-luasnya.

Malik bin Dinar pernah berkata: “Barangsiapa yang menuntut ilmu untuk dirinya sendiri, maka sedikit ilmu dapat mencukupinya. Sementara, orang yang menuntut ilmu untuk orang banyak, sesungguhnya kepentingan manusia itu banyak sekali.”

  1. KEIMANAN YANG LEMAH

Keimanan yang lemah merupakan bencana besar dan sifat tercela yang dapat menimbulkan perbuatan-perbuatan buruk, seperti: tidak mengamalkan ilmu, meninggalkan amar ma’ruf dan nahi munkar, angan-angan kosong akan pengampunan Allah SWT tanpa disertai usaha untuk memperolehnya, selalu merasa khawatir tentang rezeki, dan takut terhadap manusia, serta sifat-sifat tercela lainnya.

Kualitas pelaksanaan dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT sangat bergantung pada kadar keimanan seseorang. Bukti paling kuat akan kelemahan iman seseorang adalah jika ia meninggalkan hal-hal yang sesuai perintah Allah dan malah melakukan perbuatan yang menentang perintah Allah. Jadi, setiap mukmin hendaknya berusaha untuk memperkuat keimananya.

Langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk memperkuat dan menambah keimanan ada tiga, yaitu:

  1. Mendengarkan ayat-ayat dan hadits-hadits yang berbicara tentang janji dan ancaman Allah SWT serta hal-hal yang berkenaan dengan hari akhirat, kisah-kisah para nabi dengan mukjizat-mukjizat mereka dan bencana yang menimpa orang-orang yang menentang mereka. Juga dengan memperhatikan kehidupan para salafuzh shalih yang selalu bersikap zuhud terhadap dunia dan selalu menginginkan akhirat, serta hal-hal lain yang berkaitan.
  2. Merenungkan penciptaan langit dan bumi dan keajaiban-keajaiban ciptaan Allah yang terdapat di dalamnya.
  3. Berusaha meningkatkan amal saleh dan menjaga diri jangan sampai terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan.

Karena keimanan terdiri dari pernyataan dan perbuatan, ia dapat bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Hal-hal yang kami sebutkan ini dapat menambah keimanan dan memperkuat keyakinan.

Hanyalah kepada Allah tempat memohon pertolongan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker