Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Risalah Mudzakarah Karya Imam Al Haddad

WASIAT NABI ISA AS.

Nabi Isa as. berkata: “Dunia adalah perhiasan, maka lewatilah saja. Janganlah engkau memakmurkannya. Wahai pencari dunia, yang ingin mendapatkan kebaikan dengannya, berpalingmu darinya adalah perbuatan yang lebih baik dan lebih utama. Tidak akan pernah berkumpul cinta kepada dunia dan cinta kepada akhirat di hati seorang mukmin, sebagaimana tidak akan pernah berkumpul air dan api dalam satu wadah.”

Beliau berkata: “Dunia adalah barang yang berwujud, orang baik maupun jahat sama-sama makan darinya. Sedangkan akhirat adalah janji yang nyata, yang berkuasa di sana adalah Sang Raja yang Mahakuasa.”

Beliau juga berkata: “Janganlah kalian jadikan dunia sebagai Tuhan hingga ia menjadikan kalian sebagai budak. Simpanlah barang simpanan kalian di tempat yang tidak akan mungkin hilang, karena orang yang memiliki simpanan di dunia dikhawatirkan akan terkena musibah, sedangkan orang yang memiliki simpanan di sisi Allah tidak khawatir akan terkena musibah.”

Beliau juga berkata: “Lauk paukku adalah lapar, semboyanku adalah rasa takut, pakaianku adalah kain wol, shalatku di musim dingin adalah sinar matahari, lenteraku adalah rembulan, kendaraanku adalah kedua kakiku, makanan dan buah-buahanku adalah apa saja yang tumbuh di bumi. Aku bermalam sedang aku tidak memiliki apaapa, dan di pagi hari, aku juga tidak memiliki apa-apa. Menurutku, aku tidak mendapati di muka bumi ini orang yang lebih kaya dariku.”

Beliau berkata: “Aku heran terhadap orang yang lalai sedang ia tidak dilalaikan, terhadap orang yang menginginkan dunia sedang kematian memburunya, dan terhadap orang yang membangun istana sedang kuburan adalah tempat tinggalnya. Sesungguhnya rasa takut kepada Allah dan cinta kcpada surga firdaus dapat menjauhkan seseorang dari kemewahan dunia, menimbulkan kesabaran terhadap cobaan, dan sesungguhnya memakan gandum dan tidur di tempat sampah bersama anjing-anjing sungguhlah sangat sedikit bagi para pencari firdaus.”

Beliau berkata: “Wahai orang-orang Hawary, aku telah membalikkan dunia di hadapan kalian, maka janganlah kalian membangkitkannya setelahku.”

Mereka bertanya kepada beliau: “Mengapa engkau dapat berjalan di atas air, sedang kami tidak mampu berjalan di atasnya?” Beliau menjawab: “Bagaimana kedudukan uang dinar dan dirham di sisi kalian?” Mereka menjawab: “Bagus dan tinggi.” Beliau berkata: “Justru kedudukannya di hadapanku seperti batu dan tanah.”

Beliau memakai batu sebagai bantal, maka datanglah iblis dan berkata kepadanya: “Wahai Isa engkau telah bersandar kepada dunia, lalu ia melemparnya dengan batu sambil berkata: “Aku tidak memiliki apapun dari benda duniawi selain ini.”

Suatu hari beliau tertimpa hujan deras dan suara petir yang keras, maka didirikan untuknya sebuah kemah, lalu ia menuju kepadanya, tiba-tiba ia mendapati seorang wanita di dalamnya dan ja meninggalkannya.

Lalu beliau melihat sebuah gua dan mendatanginya, tiba-tiba ia melihat seekor binatang buas, lalu beliau berdoa: “Ya Allah, Engkau telah menjadikan tempat berteduh bagi setiap makhluk-Mu sedang Engkau tidak menjadikan tempat berteduh bagiku.” Maka Allah SWT mewahyukan kepadanya: “Tempatmu adalah di sisi-Ku, Aku akan menikahkanmu dengan beribu-ribu bidadari, dan Aku akan menjamu penduduk surga di hari pengantinmu selama ribuan tahun.”

Beliau berkata: “Wahai anak Adam, jika engkau mencari dari dunia sesuatu yang dapat mencukupimu, maka sedikit darinya sudah cukup bagimu. Jika engkau menginginkan darinya melebihi kebutuhanmu, niscaya dunia seisinya tidak akan cukup bagimu. Janganlah kalian membinasakan diri kalian dengan mencari dunia. Kalahkanlah diri kalian dengan meninggalkan apa yang ada di dalamnya. Kalian memasukinya dalam keadaan telanjang dan akan keluar darinya dalam keadaan yang sama. Mintalah kepada Allah rezeki hari demi hari. Ketahuilah bahwa Allah telah menjadikan dunia dalam bentuk yang sedikit dan yang yang tersisa darinya hanyalah sesuatu yang sedikit dari yang sedikit, yang telah diperas sarinya dan tinggallah ampasnya. Ketahuilah bahwa dunia adalah tempat hukuman dan tipuan, maka jadilah kalian di dalamnya seperti orang yang sedang mengobati lukanya: ia bersabar atas pedihnya obat karena ja mengharap kesembuhan dan keselamatan dari penyakit itu. Jadi, Janganlah kalian tertipu dengan pandangan dunia dan lupa akan akhirat yang belum nampak di mata kalian.”

Beliau juga berkata: “Kalian sungguh mengherankan. Kalian berbuat untuk dunia sedangkan kalian diberi rezeki di dalamnya tanpa mengerjakan apapun. Dan di akhirat, kalian tidak berbuat untuknya sedangkan kalian tidak akan diberi rezeki di dalamnya kecuali dengan amal perbuatan.”

Suatu saat dunia menjelma di hadapan beliau dalam bentuk seorang wanita yang memakai berbagai macam perhiasan, beliau berkata kepadanya: “Apa engkau mempunyai suami?” Ia menjawab: “Suamiku banyak sekali.” Beliau berkata: “Apa suami-suami itu semuanya menceraikanmu atau mati, atau semuanya engkau bunuh?!” la menjawab: “Mereka semuanya aku bunuh.” Beliau bertanya: “Apa engkau pernah sedih atas seorang dari mereka?” Ia menjawab: “Mereka bersedih atasku sedang aku tidak bersedih atas mereka, mereka menangisiku sedang aku tidak pernah menangisi mereka.” Beliau berkata: “Sungguh mengherankan suami-suamimu yang masih ada, bagaimana mereka tidak mengambil pelajaran dari suami suamimu yang terdahulu.”

Beliau pernah melewati suatu kaum yang sedang beribadah kepada Allah. ada seorang di antara mereka yang tertidur, lalu beliau berkata: “Wahai fulan. bangunlah dan beribadahlah kepada Allah bersama teman-temanmu.” Lalu ia berkata kepadanya: “Aku telah menyembah-Nva dengan cara yang lebih utama dari cara beribadah mereka. aku telah zuhud akan dunia.” Beliau berkata kepadanya: “Tidurlah yang pulas karena engkau lebih mulia dari orang-orang yang beribadah ”

Beliau juga berkata ketika ditanya tentang para waliyullah yang tidak pernah merasa khawatir dan tidak pernah bersedih: “Mereka adalah orang-orang yang melihat kepada batin dunia di kala manusia memandang pada zhahirnya. Mereka lebih mementingkan kesenangan di akhir di kala orang-orang lebih mementingkan kesenangan di awal. Mereka mematikan dari dunia apa saja yang mereka khawatirkan akan mematikan mereka. Mereka meninggalkan apa saja yang mereka ketahui bahwa sesuatu itu akan meninggalkan mereka, tak seorang pun yang memiliki dunia lalu menawarkan kepada mereka melainkan mereka selalu menolaknya, dan tidaklah seseorang yang terbujuk oleh kemewahan dunia datang untuk membujuk mereka melainkan mereka serta-merta akan merendahkannya. Dunia telah usang di hadapan mereka hingga mereka tidak memperbaharuinya, ia dipandang telah rusak di hadapan mereka dan mereka tidak memakmurkannya, ia telah mati di hati mereka hingga mereka tidak menghidupkannya, malah menghancurkannya dan mereka mendirikan akhirat mereka di atasnya. Mereka menjualnya dan membeli dengannya apa saja yang dapat kekal bagi mereka. Mereka memandang penduduknya seperti manusia manusia yang kehilangan akal karena tertimpa bencana, dan mereka tidak memandang keamanan melainkan apa yang mereka harapkan dan tidak pula ketakutan melainkan apa yang mereka khawatirkan.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker