Ulumul Hadits

Terjemah Kitab Qowaidul Asasiyah Fi Musthalah Hadits

IMAM-IMAM HADITS DAN KITAB-KITAB MEREKA

Imam Malik Bin Anas

Beliau bernama lengkap Abu “Abdillah Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir Al-Asbuhi Al-Madani, Imam Dar al-Hijrah. Beliau dilahirkan pada tahun 95 H. Dan wafat tahun 199 H. di Madinah dalam usia 84 tahun. Beliau adalah imam negeri Hijaz, bahkan imam manusia dalam fiqh dan hadits. Dan cukuplah sebagai kebanggaan beliau bahwa Imam Syafi’i termasuk murid beliau.

Beliau memiliki kitab yang bernama Al-Muwatta’ yang menghabiskan waktu 40 tahun untuk menyusunnya.

Waliyullah Ad-Dahlawi ! telah menjelaskan keagungan dan derajat kitab Muwatta’. Beliau meletakkan kitab Al-Muwatta’ beserta Sahih Bukhari dan Sahih Muslim pada derajat tertinggi dalam kesahihan, dari sekian kitab-kitab hadits. Beliau berkata, “Kitab-kitab hadits itu bertingkat-tingkat. Kitab-kitab tersebut dengan memandang kesahihan dan kemasyhurannya terbagi menjadi empat tingkatan:

  1. Tingkatan pertama terangkum dalam tiga kitab: Muwatta’, Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.

Imam syafi’i berkata, “Di bawah kolong langit ini, tidak ada kitab -setelah Al-Qur’an yang lebih sahih dari pada kitabnya Imam Malik.”

Imam Ahmad Bin Hanbal

Beliau adalah imam yang agung, Ahmad bin Muhammad bin Hanbal As-Syaibani, sang pemilik mazhab, yang sabar menghadapi fitnah, yang menolong sunnah Nabi Muhammad .

Beliau berasal dari Marwa, sedang ayah beliau dari Sarkhas.

Beliau dilahirkan di Bagdad pada bulan Rabi’ al-Awwal tahun 164 H., dan meninggal di kota itu juga pagi hari jum’at tanggal 12 Rabi’ al-Awwal tahun 241 H..

Beliau memiliki kitab Al-Musnad, sebuah kitab yang merupakan salah satu kodifikasi hadits yang terkenal. Beliau menyaringnya dari 750.000 hadits lebih.

Kitab Al-Musnad ini mencakup 18 musnad. Dimulai dengan musnad-nya sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, beserta hadits-hadits lainnya. Dalam Musnad Ahmad ini juga terdapat tambahan hadits dari putra beliu, ‘Abdullah, dan sedikit tambahan dari Abu Bakar Al-Qutai’i, perawi Al-Musnad dari “Abdullah.

Kitab ini memuat hadits-hadits sahih, hasan dan da’if yang mendekati pada derajat hasan dan juga yang lebih rendah. Mengenai hadits-hadits yang dihukumi maudi’ dari kitab tersebut maka itu berasal dari tambahan Abu Bakar Al-Qutai’i atau putranya ‘Abdullah bin Ahmad bin Hanbal.

Imam Bukhari

Beliau adalah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mugirah bin Bardizbah, bernisbat Al-Ju’fi berdasar moyang beliau memeluk Islam di tangan kabilah itu, kelahiran Bukhara. Beliau dilahirkan pada hari jum’at tangal 13 Syawwal tahun 194 H.. Beliau wafat pada malam sabtu, di tahun 256 H., dalam usia 62 tahun kurang 13 hari dan tidak menurunkan putra laki-laki.

Beliau mempunyai kitab hadits sahih yang dikenal dengan Sahth Bukhari. Kitab inilah yang disebut-sebut ulama sebagai kitab paling sahih setelah Al-Ouran.

Nama lengkap yang diberikan Imam Bukhari untuk kitabnya ini adalah Al-Jami’ al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min Umiri Rasulillah wa Sunanihi wa Ayyamihi.

Imam Bukhari telah menjamin bahwa hadits-hadits di sana berhukum sahih, dengan ucapan beliau, “Aku tidak memasukan dalam kitabku kecuali hadits yang sahih.” Banyak ulama lebih mengunggulkan Sahih Bukhari atas Sahih Muslim karena syarat Imam Bukhari lebih ketat dan lebih kukuh, juga faidah-faidah yang berkaitan dengan fiqh lebih banyak.

Imam Muslim Bin Hajjaj

Beliau adalah Abu al-Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, salah satu tokoh ahli hadits yang imam-imam dan penghafal-penghafal hadits yang jenius.

Beliau kelahiran Naisabur tahun 206 H. dan wafat tahun 261 H. di Naisabur dengan umur tidak mencapai 55 tahun.

Beliau memiliki kitab sahih yang dikenal dengan Sahih Muslim. Kemasyhuran kitab ini telah memenuhi seluruh penjuru dunia dan namanya merambah segenap kota. Beliau menghabiskan waktu 15 tahun dalam menulis kitab tersebut. Beliau kumpulkan di sana 12 ribu hadits yang beliau saring dari 300 ribu hadits.

Isi kitab al-Jami’ as-Sahih milik imam Muslim ini adalah hadits sahih murni yang disebut sanad-nya sampai Rasulullah .

Kitab ini mempunyai keistimewaan sistematika yang bagus, rangkaian hadits yang sempurna, tanpa dipotong: perhatian penuh pada lafaz para rawi untuk dipastikan: peruntutan sanad hadits yang banyak sekali dan lafaz hadits yang berbeda-beda dalam satu tempat, sehingga mudah bagi pelajar untuk menganalisa berbagai macam arah hadits.

Beliau dalam menulis kitab ini mengikuti langkah Imam Bukhari -dalam sistematika pengumpulan hadits sahihdengan mengumpulkan hadits-hadits yang sahih saja. Penulisan haditshaditsnyapun disusun mengikuti bab-bab ilmu, dari soal fiqh dan lainnya mengikuti langkah imam Bukhari.

Kelebihan Sahih Bukhari atas Sahih Muslim:

Ulama rahimahumullah telah sepakat bahwa kitab yang paling sahih setelah Al-quran adalah Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Umat juga telah menyambut keduanya dengan kabul, penerimaan yang baik. Sedang kitab Bukhari adalah yang lebih valid dan lebih banyak faidah dan pengetahuannya baik yang nampak atau yang terpendam. Dan faktanya, Imam Muslim berguru pada Imam Bukhari serta mengakui bahwa Imam Bukhari tiada banding dalam hal ilmu hadits.

Imam Abu Dawud

Nama lengkap beliau adalah Sulaiman bin al-Asyas bin Ishaq bin Basyir bin Syaddad bin Amr bin Imran al-Azdi as-Sijistani.

Beliau dilahirkan pada tahun 202 H. dan wafat di Basrah pada tanggal 16 Syawwal tahun 275 H..

Beliau memiliki kitab Sunan yang terkenal dengan nama Sunan Abi Dawud. Kitab yang mulia. Beliau mengomentarinya, “Saya mengumpulkan di dalamnya 4800 hadits, saya tuturkan di sana hadits yang sahfh, yang serupa dan yang mendekati sahih.” Ibnu Oayyim berkata, “Imam Abu Dawud mengumpulkan dalam kitab tersebut hadits-hadits tentang hukum. Beliau meruntutkan dengan sebaik-baik runtutan: dan menatanya dengan sebaik-baik tatanan: serta menyeleksinya dengan dengan sebaik-baik seleksi, dengan membuang hadits-hadits orang yang dinilai cacat dan orang-orang daif.”

Imam Tirmizi

Beliau adalah Abu isa Muhammad bin isa bin Saurah bin musa bin Dahhak As-Sulami.

Dilahirkan pada tahun 209 H. dan wafat di daerah Tirmiz pada malam Senin tanggal 13 bulan Rajab tahun 279 H..

Beliau memiliki kitab yang bertittle Jami’ at-Tirmizi. Sebuah kitab yang menjadikan beliau Imam dalam hadits. Kitab ini adalah kitab yang paling masyhur dan paling agung dari kitab-kitab beliau. Kitab tersebut dinamakan Jami’ at-Tirmizf juga Sunan TirmiZi juga. Imam Hakim Abu Abdillah dan Imam Al-Khatib Al-Bagdadi menamainya Al-jami’ As-Sahih LitTirmizf atau Sahth Tirmizi. Beliau sendiri (Imam Tirmizi) mensifati kitab tersebut dan menamakannya AsSahih.

Imam Majduddin ibn Asir berkata, “Kitab Imam Tirmizi, AsSahih, ini adalah kitabnya yang terbaik dan paling banyaknya faedahnya, paling bagus urutannya, dan paling sedikit pengulangannya. Di sana terdapat sesuatu yang tidak ditemukan di selainnya berupa penuturan mazhab-mazhab dan bentuk-bentuk peruntukan dalil juga penjelasan macam-macam hadits Sahih, Hasan dan Qarib. Di sana juga ada jarh (penilain cacat pada rawi) dan ta’dil (penilaian adil pada rawi).

Imam Nasa’i

Nama lengkap beliau adalah Abu Abdirrahman Ahmad bin Syu aib bin Ali bin Bahr bin Sinin An-Nasa’i.

Beliau dilahirkan pada tahun 225 H. wafat di Makkah pada tahun 303 H. dan dimakamkan di sana.

Beliau memiliki kitab sunan yang terkenal dengan nama Sunan Nasa’i. Kitab sunan ini disusun berdasar bab-bab fiqh sebagaimana kitab-kitab sunan yang lain.

Dalam menyusun Sunan-nya, yakni Sunan Sugrd, Imam An Nasa’i meneliti dengan sepenuh penelitian. Oleh karna itu ulama berkata, “Sesungguhnya derajat Sunan Sugrd ini -di urutansetelah Sahihain, karena kitab ini paling sedikit hadits da ‘if-nya.”

Dalam Sunan Nasa’i As-Sugrd terdapat hadits sahih, hasan, dan da’if tapi yang da’if sedikit.

Imam Ibnu Majah Beliau adalah seorang imam dan tokoh ahli hadits, Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah Ar-Raba’  Al-Qazwini, sebuah penggolongan pada daerah Oazwin, karena di sanalah beliau lahir dan tumbuh besar.

Beliau dilahirkan pada tahun 209 H. dan wafat pada tahun 273 H..

Beliau memiliki kitab Sunan. Di dalam kitab tersebut ada hadits yang berderajat sahfh, hasan, dan da’if. Sebagian ulama ada yang mempermasalahkan hadits-hadits yang beliau riwayatkankan sendiri, tidak oleh kutub as-sittah lainnya, namun pendapat ini terbantahkan.

Imam-imam di muka adalah para pemilik kitab-kitab yang termasyhur yang terbukukan dalam ilmu hadits.

Kitab -kitab tersebut adalah: Al-Muwatta’, Musnad Ahmad dan Kutub as-Sittah yang meliputi Sahih Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan Tirmizi, Sunan Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah.

Istilah ahli hadits telah berlaku untuk mengartikan Kutub asSittah bagi enam kitab tersebut.

Saya memohon kepada Allah Ta’ala semoga menjadikan karangan ini bermanfaat dan menjadikannya murni karena Dia, Dzat Yang Maha Pemurah. Juga semoga tambahan rahmat takzim senantiasa terlimpahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad , pada sanak keluarga juga sahabat-sahabat beliau. Dan Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Show More

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker