Adab Masuk Ke Dalam Mesjid
Mesjid adalah rumah-rumah milik Allah, karena itu barangsiapa yang hatinya selalu teringat pada mesjid, maka Allah akan memberinya naungan kepada orang tersebut kelak pada hari kiamat. Sebagaimana tersebut dalam hadis Rasulullah saw.
Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan agar sering-sering pergi ke mesjid. Adapun tata caranya ialah berjalan dengan tenang. Mendahulukan kaki kanan ketika memasukinya. Meletakkan sandal di luarnya.
Ketika masuk membaca doa :
“Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”
Melakukan shalat Tahiyyat Mesjid sebelum duduk. Mengucapkan salam, meskipun mesjid dalam keadaan sepi, tidak ada orang di dalamnya. Sebab, mesjid itu hakikaktnya tidak pernah kosong dari jin dan malaikat. Duduk di dalamnya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah swt. Memperbanyak membaca dzikir. Menahan diri dari hal-hal yang menyenangkan hawa nafsu. Tidak melakukan perdebatan. Tidak bergeser dari tempat duduknya, kecuali jika ada keperluan. Tidak mencari barang-barang yang hilang di dalamnya. Tidak bersuara keras di hadapan orang yang sedang shalat. Tidak berjalan di depan orang yang sedang shalat. Tidak boleh sibuk dengan suatu pekerjaan. Tidak melibatkan diri pada pembicaraan orang-orang yang membahas harta kekayaan (dunia), agar selamat dari ancaman.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi saw. :
“Di akhir zaman nanti ada orang-orang dari kalangan umatku berdatangan ke mesjid-mesjid dengan duduk-duduk di dalamnya berkelompok-kelompok. Mereka membicarakan harta kekayaan. Jika engkau melihat mereka, maka janganlah engkau duduk bersama mereka, karena Allah sama sekali tidak menganggap berharga kepada mereka tersebut.”
Apabila keluar dari mesjid, maka dahulukan kaki kiri, dan meletakkannya di atas sandal, lalu masukkanlah kaki kanan ke dalam sandal. Ketika keluar dari msjid, bacalah doa :
“Ya Allah, saya memohon anugerah dari-Mu.”
Rasulullah saw. bersabda : Allah telah berfirman dalam hadis Qudsi :
“Sesungguhnya rumah-rumah-Ku di bumi-Ku, adalah mesjid-mesjid. Orang-orang yang berziarah kepada-Ku adalah orang-orang yang meramaikan mesjid-mesjid. Sangat beruntung hamba-hambaKu yang berwudlu di rumahnya. Kemudian menziarahi Aku di rumah-Ku dan bagi yang diziarahi, berhak memuliakan orang yang berziarah.”
“Dari Anas r.a. : Barangsiapa yang memberi penerangan (lampu) di mesjid, maka malaikat dan para malaikat petugas di arsy, selalu memohonkan ampunan kepada orang tersebut, selama lampu menerangi mesjid.”









One Comment