Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Taisirul Kholaq Lengkap

Kebersihan

Sesungguhnya kebersihan badan, pakaian dan tempat, itu merupakan tuntutan syariah. Oleh karena itu, setiap orang seharusnya selalu membersihkan badannya, merapikan rambutnya, menyisir dan meminyakinya. Membersihkan kedua telinga dengan cara membasuh atau mengusap kedua telinga dengan air. Membersihkan mulut dengan sering-sering berkumur dan memakai siwak (menggosok gigi). Membersihkan hidung dengan cara menghirup air, lalu menyemprotkan kembali. Membersihkan kuku-kuku dengan cara mambasuh bagian bawahnya dengan air.

Dalam hadis diterangkan, bahwa Rasulullah saw. itu selalu meminyaki dan menyisir rambutnya.

Selain itu, setiap orang harus selalu membersihkan pakaiannya, dengan cara mencucinya dengan air saja atau dicampur dengan sabun, jika diperlukan. Selain membersihkan badan dan pakaian, juga dituntut membersihkan tempat.

Kebersihan itu diperintahkan, demi menjaga kesehatan, menghilangkan rasa sedih, menimbulkan keriangan, menyenangkan teman dan untuk melahirkan nikmat Allah swt. Dia berfirman :

“Adapun tentang nikmat Tuhan, maka tampakkanlah.”

Kejujuran Dan Kebohongan

Jujur adalah memberitakan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Sedangkan dusta adalah memberitakan sesuatu tidak sesuai dengan kenyataan.

Sebab-sebab kejujuran adalah : Akal, agama dan harga diri. Akal menjadi sebab kejujuran, disebabkan ia bisa memahami manfaat kejujuran dan bahaya dusta. Tentu saja orang yang berakal tidak akan senang apabila dirinya terkena bahaya. Kalau demikian, dia akan berbuat jujur.

Agama menjadi sebab kejujuran, karena ajaran agama memerintahkan berbuat jujur dan melarang dusta. Tentu saja orang yang mengerti ajaran agama, pasti berbuat jujur.

Demikian pula orang yang memiliki harga diri. Dia tidak akan senang, jika dirinya tidak berbuat jujur, karena orang yang menjaga harga dirinya itu selalu berusaha menghias dirinya dengan perangai yang baik. Sedangkan dusta itu sama sekali tidak baik. Jika demikian, dia pasti tidak akan berbuat dusta.

Adapun sebab dusta atau kebohongan, adalah keinginan mendapatkan keuntungan dan menghindar dari bahaya. Karena kadang-kadang seseorang itu beranggapan, bahwa dengan bohong bisa selamat, meskipun sementara, sehingga dia melakukannya. Sementara dia beranggapan, bahwa berbuat jujur menyebabkan kesialan, sehingga dia tidak mau mengamalkannya.

Bahaya dusta itu akan menimpa pelakunya sendiri dan dia akan tercela, terhina dan kehilangan kepercayaan orang lain kepada dirinya di dunia dan kelak di akhirat dia akan menerima siksa dari Allah.

Bahaya dusta selain menimpa pada diri pelakunya, juga menimpa kepada orang lain. Sebab, orang yang berbuat bohong itu biasa menjanjikan kebaikan kepada orang lain, lalu tidak menepatinya. Hal ini tentu saja hati orang yang dibohonginya merasa kecewa berat, karena apa yang dia harapkan, gagal. Selain itu, orang yang suka bohong itu gampang melakukan ghibah dan adu domba yang dapat mendorong orang-orang saling membenci dan bertengkar akibat perbuatan si pembohong tersebut.

Firman Allah dan sabda Rasul berikut ini cukuplah kiranya sebagai bukti kehinaan berdusta.

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman pada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta.”

“Apabila seorang hamba melakukan sekali kebohongan, maka para malaikat menjauhinya satu mil, karena kebusukan ucapan bohongnya.”

Cukuplah firman Allah dan sabda nabi Muhammad saw. di bawah ini sebagai bukti, bahwa jujur itu perbuatan, terpuji.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang besar.”

“Berbuatlah jujur, meskipun kalian semua beranggapan akan hancur bila jujur. Sesungguhnya kejujuran itu membuat kalian selamat.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker