Kedermawanan
Derma atau kedermawanan ialah memberikan harta kekayaan dengan sukarela, tanpa dimintai dan bukan karena kewajiban. Sifat derma merupakan sifat mulia dan perbuatan terpuji, karena di dalamnya terdapat ikatan batin dan persatuan. Manfaatnya juga besar dan merata. Rasulullah saw. biasa memberi sesuatu kepada orang lain, tanpa rasa takut menjadi miskin.
Dalam hadis disebutkan, bahwa Malaikat Jibril berkata : Allah berfirman (hadis Qudsi) :
“Agama ini (Islam), adalah agama yang telah Aku ridhoi, tidak akan membuatnya lebih pantas atau sempurna, kecuali kedermawanan dan budi pekerti yang mulia. Oleh karena itu, hendaklah kalian semua memuliakan agama ini dengan memperbanyak derma dan berakhlak yang baik semaksimalnya.”
Tawadlu’ Atau Rendah Diri
Tawadlu’ adalah sikap merendahkan diri dengan hormat dan khidmat, bukan karena rendah atau hina. Maksudnya memberikan kepada setiap orang akan haknya, sesuai dengan kedudukannya. Tidak mengangkat-angkat derajat orang rendah, juga tidak merendahkan derajat orang yang mulia.
Tawadlu’ merupakan salah satu sebab keluhuran dan kemuliaan. Nabi saw. bersabda :
“Barangsiapa yang tawadlu’ karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya.”
Ketinggian Jiwa
Rasa harga diri (izzatun nafsi) ialah suatu sifat yang karena sifat itu, orang dapat menempatkan dirinya pada posisi yang terhormat dan mulia. Sebab-sebab muncul sifat izzatun nafsi, ialah mengetahui kedudukan diri sendiri.
Adapaun buah dari izzatun nafsi ialah : Tahan uji. Sabar menghadap kesulitan. Tidak menampakkan kebutuhannya. Mendapatkan penghormatan dari orang-orang dan mendapatkan kebaikan dari Allah.
Allah swt. berfirman :
“Kemenangan itu hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman.”
Nabi Muhammad saw. bersabda :
“Allah mencntai dan menyayangi seseorang yang mengetahui keedudukan dirnya.”









One Comment