التَّجْوِيدُ
TAJWID
(27) وَالأَخْذُ بِالتَّجْوِيدِ حَتْمٌ لاَزِمُ * مَنْ لَمْ يُجَوْدِ الْقُرَآنَ آثِمُ
Mengamalkan tajwid wajib secara mutlak. Siapa yang sengaja mengamalkan tajwid saat membaca Al- Quran Quran, maka ia berdosa.
(28) لأَنَّهُ بِهِ الإِلَهُ أَنْزَلاَ * وَهَكَذَا مِنْهُ إِلَيْنَا وَصَلاَ
Karena bersama dengan tajwid Allah menurunkan Al-Quran dan cara membacanya. Serta bersama dengan tajwid pula Al-Quran dan cara membacanya sampai kepada kita.
(29) وَهُوَ أَيْضاً حِلْيةُ التِّلاَوَةِ * وَزِينَةُ الأَدَاءِ وَالْقِرَاءَةِ
Dan tajwid juga merupakan perhiasan membaca Al-Quran sendiri, perhiasan membaca quran kepada murid dan memba quran kepada guru
(30) وَهُوَ إِعطْاءُ الْحُرُوفِ حَقَّهَا * مِنْ صِفَةٍ لَهَا وَمُستَحَقَّهَا
Tajwid adalah memberikan setiap huruf hak, berupa sifat-sifatnya dan juga mustahaknya.
(31) وَرَدُّ كُلِّ وَاحِدٍ لأَصلِهِ * وَاللَّفْظُ فِي نَظِيرِهِ كَمِثْلهِ
Tajwid juga artinya adalah mengembalikan setiap huruf ke makhraj asalnya. Yakni tidak mengucapkan huruf hijaiyah sembarangan bukan dari tempat keluar yang sebenarnya.
(32) مُكَمِّلاً مِنْ غَيْرِ مَا تَكَلُفِ * بِاللُطْفِ فِي النُّطْقِ بِلاَ تَعَسُّف
dengan sempurna tanpa berlebih-lebihan, dengan lembut dalam pengucapan tanpa serampangan
(33) وَلَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ تَرْكِهِ * إِلاَّ رِيَاضَةُ امْرِئٍ بِفَكِّه
Dan tidak ada yang membedakan antara orang yang mengamalkan tajwid dengan orang yang meninggalkannya, kecuali latihan terus menerus secara konsisten dengan lisannya.








One Comment