Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Bidayatus Salikin

BAB VIII : TINGKATAN DZIKIR

Dzikiritu ada tiga tingkatan :

  1. Dzikir dengan lisan sambil lupa hatinya.

Dzikir seperti ini disebut dzikir adat. Dan buahnya itu adalah menjadi siksa, sebab menjadi dosa. Contohnya: Lisannya mengucapkan Laa ilaaha illallaahakan tetapi hatinya mengingat kepada sejain Allah, seperti dzikir ketika kita kagetada gempa, pada waktu anak jatuh dll.

  1. Dzikir dengan l’isan akan tetapi hatinya ingat kepada Allah.

Ini disebutnya dzikir ibadah dan buahnya tentu pahala.Contohnya : Lisannya mengucapkan Laa ilaaha Iillallaah dan hatinya ingat pada arti kalimah tersebut.

  1. Dzikir dengan bergetarnya seluruh badan.

Dzikir ini disebut dzikir mahabbah dan ma’rifat. Dan buahnya tidak ada yang tahu kecuali Allah semata. Contohnya : Lisan mengucapkan Laa ilaaha illallaah dibarengi dengan bergoyangnya kepala dari bawah hingga ke atQS. ke kanan dan ke kiri, dan dzikir tersebut tembus ke dalam hatinya. Kenapa disebut dzikir mahabbah wal ma ‘rifat karena mugaddimah sebelum dzikir tersebut, diucapkan :

Tuhanku, hanya Engkaulah yang kumaksud, Keridhoan-Mu-lah yang kuharap, berilah aku kemampuan untuk dapat mencintai dan marrifat kepada-Mu”.

Dzikir yang ke-3 ini diamalkan oleh para ahli Thoreqat Dodiriyyah Naqsyabandiyyah. Dalam mengamalkan dzikir inn ada syaratnya, diantaranya yaitu harus berguru dahulu kepada Guru yang Mursyid, yaitu Guru yang sudah mendapat izim dari Gurunya untuk memberikan ijazah dzikir, yaitu yang disebut Wakil atau Khalifah.

Siapa saja yang menjalankan dzikir seperti yang dijalankan oleh ahli Thoreqat tanpa berguru lebih dahulu, maka gurunya adalah syetan.

Oleh karena itu, siapa saja yang akan menjalankan dzikir yang ketiga ini. maka harus berguru lebih dahulu, sebagaimana sabda Tuan Syekh Abdul Godir Al-Jaelani QS.

“Adapun yang wajib atas manusia adalah mencari sesuatu yang bisa menghidupkan hati yang bersifat keakhiratan dari ahli talqin di dunia ini sebelum habis waktu (mati)”.

Menurut Syekh Abdul Karim As-Sama’ani tentang dzikir mahabbah wal mar’rifat, yang diterangkan dalam kitab Bidaayatus Saalikiin : “Apabila murid Thoreqat dzikirnya sudah mencapai istigrag (menyebar keseluruh badannya sampai ke tulang-sumsum, hati dan jantungnya terisi oleh kalimah itu), dapat mengucapkan dzikirnya dengan hurut-huruf munkatt’ah, tegasnya huruf sepotong-sepotong, seperti: La. Ia, Ia, . …….. il, il, il ……… hu, hu, hu, ……… ih, ih, ih, ……. ar, ar, ar. ………, he, he, he, …….. ri, ri, ri, …….., ah, ah, ah, ……., sebab semua itu ada maknanya.

Malahan menurut keterangan Syekh Abil Hasan Sadzill ‘ “Dimana hati sudah marrifat, lisan akan tumpul, contohnya : seperti orang yang berburu kijang, sewaktu masih jauh misalnya akan memanggil atau berteriak masih jelas nyebut “Kijang” akan tetapi kalau sudah dekat kan cukup dengan ucapan yang sepotong, apakah itu suku kata akhirnya atau awalnya, umpamanya saja dengan mengucapkan : kij – kij – kij… ataujang-jang -jang ……..

Menurut Ulama ahli Thoreqat: “Dimana dzikir itu sudah meliputi seluruh tubuhnya, tegasnya orang itu badannya sudah terbawa oleh dzikir, maka akan timbul khusyu lalu air matanya akan bercucuran, serta merasa panas disekujur badannya. Setelah begitu orang itu akan tenggelam dalam lautan mahabbah dan marrifat, yang disebut Bahrul Hayat yang artinya “Lautan Kehidupan”.

Bilamana ahli dzikir itu sampai meronta, lupa pada kesopanan ketika berdzikir, itu jangan dianggap aneh karena dimisalkan kepada orang yang sedang mancing, terbawa oleh rasa ketika ikan menelan mata kailnya, sesuai dengan Firman Allah dalam Surat Al-Hadid ayat 16:

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah” (QS. 57 Al-Hadid : 16).

Ayat ini menjelaskan bahwa caranya dzikir sampai ke pangkat khusyu itu adalah harus dzikir yang dapat bai’at atau berguru dahulu.

Banyaknya mengucapkan kalimah Laa ilaaha illallaah itu tidak ada batasnya, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Perbanyaklah dzikir kepada Allah sehingga mereka (orangorang munafik) berkata bahwa kamu adalah orang gila”.

Adapun mengucapkan dzikir yang ditetapkan oleh ahli Thoreqat adalah 165 kali dalam tiap waktu, tidak boleh kurang, lebih banyak itu yang dianjurkan.

Kenapa 165….. ??

itu didasarkan kepada Hadits Rasulullah SAW yang artinya – “Harus mengucapkan tahlil kamu sekalian, tiga puluh tiga kali, lima kali”. Jadi 33 x5 = 165.

Juga menurut ahli huruf, naktu nyakalimah itu: Laa=31: Ilaaha=36: Ila=32: Allaah=66, jumlahnya 165.

Menurut a’dadil huruf, apabila kita hitung angka itu ada 12. (165 = 1+6+5+12). Demikian pulajumlah huruf: Laa=2: Hlaaha=3, Illaa =3: Allaah = 4, jumlahnya 12.

Menurut keterangan Hadits Rasulullah SAW: “Barang siapa yang membaca kalimah Laa ilaaha IIlallaah, dapat menghapus dosa pada hari itu”. (12jam).

Isinya yang 12 huruf, mengandung kewajiban yang 12 perkara : 6 kewajiban dhohir dan 6 kewajiban bathin.

Enam kewajiban dhohir, yaitu : 1. Thaharoh,(membersihkan dhohir seperti : Wudhu, Adus jinabathaid, nifas wiladah dan sebagainya), 2. Sholat, 3. Zakat, 4. Puasa, 5. Hajji:. dan 6. Jihad (berang).

Perang itu ada dua macam: 1. Perang melawan perusak Agama dan Negara, yang disebut perang asgor (kecil), 2. Jihad Akbar (perang besar), yaitu perang yang paling besar, memerangi hawa nafsu, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Marilah kita kembali dari perang kecil menuju perang besar, yaitu perang melawan hawa nafsu”.

Adapun caranya memerangi hawa nafsu, yaitu jangan menuruti segala sesuatu keinginan nafsu, meskipun seolah-olah baik, karena Segala sesuatu yang disukai oleh nafsu itu adalah buruk, keterangan Ibnu Athaillaah dalam Kitab Al-Hikam : “Setiap kali menghadapi dua perkara/hal yang membingungkan, maka harus dilihat olehmu, mana hal yang paling berat kepada nafsu. Maka harus diikuti oleh kamu sekalian hal yang berat kepada nafsu, itu adalah perkara yang haq”.

Juga keterangan /bnu Athaillaah : “Dari sebagian yang memperturutkan hawa nafsu,yaitu lebih bergairah dalam mengerjakan kebaikan atau sunat-sunat, tapi kadang-kadang susah mengerjakan perkara yang wajib”.

Waktu ibadah ditentukan oleh Allah, seperti waktu shalat jangan sampai diakhirkan sampai nantinya tidak dikerjakan, maka waktunya diperluas. Contohnya waktu Dhuhur adalah sampai kurang lebih jam 3 (tiga), agar manusia memilih sendiri, apakah di awal waktu atau di tengah-tengah atau di akhirnya.

Enam kewajiban bathin, yaitu: 1. Ridlo, 2. Sabar, 3. Tawakal: 4. Tafwid: 5. Taslim, 6. Taubat.

Penjelasan satu persatu, Insya Allah akan diuraikan kemudian. Kalimah Laa ilaaha illallaah sangat lengkap, sebagaimana sabda

Nabi SAW:

“Bahwasanya Allah Ta’ala itu mengharamkan api neraka menjilat orang yang mengucapkan Ia Ilaaha Illallaah yang ditujukan hanya kepada Allah semata-mata”.

Menerangkan lagi dalam Hadits, Ibnu Asakir dari Sayyidina Ali r.a. menerima dari Rasulullah SAW sabdanya : “Memberi hadits kepadaku Malaikat Jibril yang menerima dari Allah Ta’ala :

“La ilaaha Illaah adalah benteng-Ku,barangsiapa yang mengucapkannya maka ia telah masuk ke dalam benteng-Ku. Dan barangsiapa yang telah masuk ke dalam benteng-Ku, sungguh ia diselamatkan dari azab-Ku”.

“Apabila diantara salah seorang abdi yang membaca kalimah Laa laaha illallaah seratus kali, maka Allah akan membangkitkan orang itu pada hari Qiyamah dengan wajah terang benderang laksana bulan tanggal empat belas”.

Ada tagi Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nisai dari Ibnu Sayyidil Khudrii yang menerima dari Rasulullah SAW, sabdanya : “Nabi Musa a.s. berkata kepada Allah : “Ya Allah berilah aku petunjuk agar selalu ingat kepada-Mu. Firman dari Allah : “Bacalah kalimah Laa ilaaha ilallah. Bersabda lagi Nabi Musa a.s. : “Seluruh abdi-Mu harus membaca kalimmah ini, karena hamba-Mu ingin ada ketentuan untuk abdi-abdi-Mu”.

Firman Allah SWT : “Kalau tujuh lapis langit dan seisinya kecuali Aku , ditambah tujuh lapis bumi, lalu ditimbang dengan kalimah Laa Haaha illallaah, sudah tentu akan lebih berat kalimah Laa ilaaha ilallaah.”

Dari Ibnu Abi Dunya dan BaiHaqi dari Abi Hurairah r.a. : “Malaikat Maut hadlir kepada seorang laki-laki yang meninggal, lalu malaikat itu membelah jasad yang meninggal. Sama sekali yang meninggal itu tidak amalnya, lalu dibelah lagi hatinya. begitu juga tidak ada amal baiknya. Lalu dibuka diantara janggutnya, ternyata ditemukan ujung lidahnya nempel ke langit-langit mulutnya sedang membaca kalimah Laa ilaaha ilallaah, maka laki-laki itu diampuni dosanya dikarenakan ada kalimah ikhlas”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker