15. ADAB PADA WAKTU BANGUN DARI TIDUR
- Apabila engkau bangun dari tidur, hendaklah yang pertama kali terlintas di hati dan lisanmu adalah dzikir/ingat kepada Allah Ta’ala, supaya masa jagamu engkau mulai dengan kebaikan, sebagaimana engkau mengakhirinya.
Dalam hadits disebutkan: “Saat tidur syaitan membuat tiga ikatan di belakang kepala seseorang darimu . la memukul di atas setiap ikatan seraya berkata, tetaplah di tempatmu, malam masih panjang, dan tidurlah lagi!
Jika ia bangun dan menyebut nama Allah Ta’ala, terlepaslah satu ikatan itu. Apabila ia berwudhu, terlepaslah satu ikatan kedua dan ketika Ia melakukan shalat, terlepaslah seluruh ikatan itu. Maka ia pun berubah bergairah dan berjiwa baik. Kalau tidak, ia akan menjadi bernaluri jahat lagi malas.”
Berusahalah engkau untuk bangun sebelum terbitnya fajar, agar bisa shalat Shubuh di awal waktu.
Dalam hadits disebutkan: Rasulullah SAW. ditanya: “Amal manakah paling utama?” Beliau menjawab: “Shalat pada awal waktunya.”
Waspadalah sedapat mungkin agar engkau jangan sampai bangun terlambat. Menunda shalat dari waktunya dengan tanpa alasan yang nyata termasuk dosa besar. Allah Ta’ala berfirman: “Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat. Yaitu mereka yang lalai dari shalatnya” (AlMaa’uun: 4,5).
Nabi SAW. bersabda: “Mereka adalah orang-orang yang menunda shalat dari waktunya.”
Disebutkan pula hadits bahwa seorang laki-laki di kabarkan kepada Nabi SAW. dan dikatakan, “Ia tidur hingga pagi sampai tidak mengerjakan shalat.” Maka Nabi SAW. bersabda, “Syaitan telah mengencingi telinganya.”
Barangsiapa yang demikian sifatnya, maka ia tidak akan bisa menerima kebaikan dan nasihat serta tidak akan terpengaruh olehnya.
- Di sunnahkan bagimu ketika bangun dari tidur untuk bersiwak/memakai sikat gigi, kemudian membaca do’a-do’a ini: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikannya, kepada-Nya kami dibangkitkan. Segala puji bagi Allah yang mengembalikan rohku kepada jasadku dan memberikan kesehatan pada tubuhku serta mengizinkan aku menyebut nama-Nya. Segala puji bagi Allah yang menCiptakan tidur dan terjaga. Segala puji bagi Allah yang membangkitkan aku dalam keadaan selamat dan sempurna.
Aku bersaksi bahwa Allah menghidupkan orang mati dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji-pujian dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar.
Tiada daya dan kekuatan, melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, ya Allah, segala puji bagi-Mu, aku mohon ampun kepada-Mu atas dosa-dosaku dan aku mohon rahmat-Mu.
Ya Tuhanku, tambahlah ilmuku. Jangan sesatkan hatiku setelah Engkau memberiku petunjuk. Berilah rahmat kepadaku dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” –
Lalu engkau pandangi langit seraya membaca akhir surat Ali Imran: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang berakal.” dibaca hingga akhir surat.
Apabila engkau tidak hafal do’a-do’a dan ayat-ayat tersebut, maka tidaklah mengapa engkau ucapkan sambil membaca, sampai engkau dapat menghafalnya karena seringnya membaca dan mengulanginya.
- Kemudian pakailah bajumu dan bacalah do’a yang telah disebutkan pada bab adab berpakaian: “Bismillahir Rahmanir Rahiim. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tubuh yang memakainya. Dan aku berlindung dengan-Mu dari keburukannya dan keburukan tubuh yang memakainya.
Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian ini dan memberikannya sebagai rezeki untukku tanpa daya dan kekuatan dariku.”
Kemudian pergilah ke kamar kecil dengan mengenakan sandal dan kepala tertutup. Dahulukan kaki sebelah kiri ketika masuk dan kaki yang kanan ketika keluar. Jangan lupakan do’a-do’a yang bersumber dari Nabi SAW. pada saat itu dan ketika selesai berwudhu.
Kemudian kerjakan shalat sunnah Qobliyah Shubuh dua rakaat dan sertakan pula niat shalat sunnah karena Wudhu. Setelah itu bacalah do’a Fajar sebagaimana yang tersebut dalam hadits, dan awalnya: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu.”
Dan kerjakan shalat Shubuh secara berjama’ah lalu bacalah “Wirdul Lathif” yang tersohor, hasil susunan: Al-Imam Al-Habib Abdullah Al-Haddad r.a.
Beliau telah berhasil mengumpulkannya dari hadits-hadits yang sahih (benar). Maka bacalah selalu wirid itu, karena besar manfaatnya di dunia dan akhirat.









One Comment