13. ADAB PADA WAKTU BERPAKAIAN
- Saat engkau memakai baju dianjurkan bagimu untuk berniat menutup aurat yang Allah telah memerintahkan kepadamu untuk menutupinya, supaya engkau mendapat pahala atas niatmu itu. Dan berniatlah pula mensyukuri nikmatnya berpakaian. Sebab Allah Ta’ala telah mengaruniakan kenikmatan itu seperti yang tersebut dalam firman-Nya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan” (Al-A’raaf: 26).
Dan dalam ayat lain: “Dan Dia (Allah) jadikan bagimu pakaian untuk melindungimu dari panas” (An-Nahl: 81).
- Hendaklah engkau memulai berpakaian dengan tangan yang sebelah kanan. Dalam hadits: “Apabila kamu hendak memakai baju atau berwudhu, maka mulailah dengan yang sebelah kanan.”
Setelah mengucapkan basmalah katakanlah: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu segala kebaikannya dan kebaikan badan yang memakainya.
Dan aku berlindung dengan-Mu dari keburukannya dan keburukan badan yang memakainya. Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakalan Ini dan memberikannya sebagai rezeki untukku tanpa daya dan kekuatan dariku.”
Janganlah engkau membuka auratmu tanpa keperluan. Bilamana perlu melakukannya bacalah do’a yang telah diriwayatkan dan ia merupakan do’a penutup pandangan jin terhadap aurat manusia, yaitu: “Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia.”
Dan apabila hendak melepaskan pakaian, mulailah dengan lengan bajumu yang sebelah kiri.
- Engkau memakai bajumu yang baru, maka sedekahkanlah bajumu yang lama.
Nabi SAW. bersabda: “Barangsiapa memakai baju baru, lalu mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah memberiku pakaian untuk menutupi auratku dan berhias dengannya dalam hidupku,” lalu kemudian ia mengambil bajunya yang lama, dan menyedekahkannya, maka ia dalam pemeliharaan dan lindungan Allah ‘azza wa jalla, dan berada di jalan Allah sewaktu hidup dan sesudah matinya.”
- Sesuaikanlah dirimu dengan memakai pakaian yang kuat dan layak, sebagaimana kedudukan wanita-wanita terhormat dengan segala kehormatan dan kemuliaan mereka.
Janganlah suka mengumpulkan berbagai macam pakaian dan selalu mengikuti model terbaru, mengenakan berbagai variasi dalam potongan dan susunannya, serta memilihnya dari warna-warna yang mencolok, menarik dan dapat menimbulkan fitnah, apalagi sampai meniru gaya wanita-wanita Barat yang kafir dan fasik. Semoga Allah melindungi kita.
Dalam hadits disebutkan: “Barangsiapa memakai baju untuk ketenaran di dunia, maka Allah akan memakaikan kepadanya baju kehinaan di hari kiamat, lalu men yalakan api padanya.”
Dalam hadits lain dikatakan: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia pun termasuk golongan mereka.” Seorang penyair berkata :
Keindahan itu bukanlah pada baju yang menghiasinya sesungguhnya keindahan itu letaknya pada ilmu dan kesopanan
- Hendaklah engkau berpenampilan bagus dan berbaju bersih, karena manusia yang bagus penampilannya dan bersih bajunya, akan mempunyai kejiwaan yang baik, menyukai ketertiban dan kerapian.
Adapun orang yang mengabaikan pakaiannya, maka ia pun akan mengabaikan semua urusannya dan tidak mempunyai perasaan.
Dalam hadits disebutkan: “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan.” Yakni mempunyai perbuatan-perbuatan yang baik dan sempurna sifat-sifat-Nya.
Nabi SAW. berpesan kepada sekelompok orang, maka beliau berkata, “Sesungguhnya kalian akan pergi kepada saudara-saudara kalian, maka rapikanlah kendaraan dan pakaianmu. Sehingga kamu tampak berkepribadian baik diantara mereka semua.”
Dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah SAW. hendak keluar dari rumah menuju para sahabat. Maka beliau merapikan dulu surban dan rambutnya. Aisyah bertanya: “Wahai Rasulullah mengapa engkau lakukan hal itu?
Beliau menjawab, “Benar, sesungguhnya Allah Ta’ala menyukai hamba-Nya yang berhias untuk saudara-saudaranya bila ia hendak keluar menjumpai mereka.”
Perhatikanlah kebersihan pakaianmu dan jagalah supaya tidak lekas kotor, terutama kalau terkena tanda-tanda yang sulit dihilangkan seperti tinta atau minyak. Peliharalah jangan sampai pakaianmu itu robek atau cepat usang/ruSak. Bila basah oleh keringat biarkan ia terkena udara. Jika sudah kering, maka lipatlah dengan halus dan letakkan di tempat yang khusus sambil menyebut nama Allah Ta’ala.
Dalam hadits dikatakan: “Apabila engkau melipat bajumu, sebutlah nama Allah Ta’ala agar tidak dipakai jin pada waktu malam harinya, sedangkan engkau memakainya pada siangnya, sehingga ia menjadikan cepat usang.”
- Janganlah engkau meniru gaya orang laki-laki dalam berpakaian, sebagaimana yang biasa dilakukan para perempuan yang tidak tahu malu, ia memakai celana milik orang laki-laki sehingga banyak orang menyangkanya sebagai seorang laki-laki pula, padahal :ia perempuan. Lebih-lebih apabila ia meniru gerak langkah laki-laki pada setiap berjalannya dengan rambut yang dipendekkan.
Dalam hadits disebutkan: “Rasulullah SAW. melaknat orang laki-laki yang memakai pakaian perempuan, dan orang perempuan yang memakai pakaian laki-laki.”
Janganlah pula engkau beriebih-lebihan memakai kain dari sutera dan emas, karena perbuatan itu haram.
- Disunnahkan bagimu untuk memakai baju putih. Telah disebutkan dalam hadits: “Pakailah bajumu yang putih, karena ia sebaik-baik bajumu.”
Janganlah memakai baju yang basah, kemudian engkau keluar dan terkena angin, karena hal itu membahayakan kesehatan.
Dan jangan pula memakai baju yang terbalik atau kotor atau robek atau yang terlepas kancingnya, karena hal itu tidaklah pantas bagimu, dan dikhawatirkan badanmu akan terbuka keluar.
Pilihlah pakaian yang sedang ukurannya, karena bila terlalu besar ia akan menunjukkan pemandangan yang membosankan, sedang baju yang sempit dapat membahayakan tubuh, karena ia menekan anggota badan dan menghambat sirkulasi darah, di samping itu ia dapat menampakkan bentuk tubuh yang tiada pantas bagimu.
Pakailah baju yang baik pada waktu shalatmu dengan mukena (rukuh shalat) yang putih bersih sesuai dengan firman Allah Ta’ala: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang Indah di setiap (memasuki) masjid” (Al-A’raat: 31) yaitu pada waktu shalat dan thawaf.
Apabila mukenamu kotor, gantilah dia dengan yang lain dan jangan memakainya untuk shalat, terutama bila timbul bau busuk darinya.









One Comment