Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 3

11. ADAB BERKUNJUNG UNTUK MEMBERI SELAMAT

  1. Apabila temanmu lulus dalam ujian atau datang dari bepergian, atau sembuh dari penyakit ataupun bergembira karena sesuatu sebab, maka bagimu dianjurkan untuk mengunjungi dan memberi ucapan selamat kepadanya atas kebahagiaan yang dimilikinya, supaya ia bertambah gembira dan semakin mencintaimu karena engkau ikut bergembira dengannya.

Allah Ta’ala telah memberi kabar gembira kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dengan firman-Nya: “Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dan keridhaan dari-Nya serta surga yang didalamnya mereka memperoleh kenikmatan yang kekal” (At-Taubah: 21).

Ketika diturunkan kepada Nabi SAW. ayat: “SeSungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang” (Al-Fath:1-2).

Sepulang beliau dari Hudaibiyah, Nabi SAW. berkata, “Telah diturunkan kepadaku sebuah ayat yang lebih aku sukai dari segala yang ada di muka bumi.”

Kemudian beliau membacakannya dihadapan para sahabat. Maka mereka sama berkata, “Wahai Rasulullah selamat bagimu” (Al-hadits).

Nabi SAW. memberi kabar gembira kepada Sayyidah Khadijah r.a. tentang sebuah rumah untuknya di surga nanti, yang terbikin dari mutiara, tiada suara ribut di situ dan tiada kepayahan.

Nabi SAW. bertanya kepada Ubay bin Ka’ab r.a., “Ayat mana dalam Kitabullah yang paling agung?”

Ubay menjawab, “Ayat Kursi.”

Nabi SAW. berkata, “Wahai Abal Mundzir selamat atas pengetahuanmu.”

Pada saat Rasulullah SAW. berkhutbah di hari terakhir dari bulan Sya’ban, beliau berkata, “Wahai sekalian manusia, kalian akan dinaungi oleh suatu bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, di mana terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan” (Al-Hadits).

Ini adalah dalil bahwa dianjurkan mengucapkan selamat atas datangnya bulan Ramadhan dan hari Raya.

  1. Ketika engkau memberi kabar gembira kepada teman-temanmu, engkau harus menghadapinya dengan wajah yang penuh senyum dan jiwa yang diliputi kegembiraan.

Saat ia datang dari bepergian engkau ucapkan kepadanya segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanmu, atau segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan aku denganmu. Atau selamat datang, ataupun kalimat lain yang semacam itu.

Ketika ia pulang dari haji, engkau katakan: semoga Allah menerima hajimu dan mengampuni dosa-dosamu serta mengganti ongkos pergimu, atau semoga hajimu termasuk haji mabrur dan amalmu diterima-Nya, semoga pula perdaganganmu tidak akan rugi.

Ketika mengucapkan selamat atas perkawinan: semoga Allah memberi berkah atasmu dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.

Ketika bayi lahir engkau ucapkan: semoga Allah memberkatimu dengan bayi itu dan hendaklah engkau syukuri Tuhan yang telah memberikannya. Semoga ia lekas besar dan berbakti kepadamu.

Sebagai jawaban temanmu kepadamu, ia hendaklah berkata: semoga Allah memberi berkah bagimu dan membalasmu dengan kebaikan pula, semoga Allah mengaruniaimu sepertinya.

Pada waktu memberi selamat atas kedatangan bulan Ramadhan, engkau katakan: bulan yang diberkati.

Dan pada waktu hari Raya engkau katakan: Minal A’idin wal Faaizin, semoga kita termasuk orang-orang yang kembali suci dan beruntung, dengan ridha Tuhan sekalian alam, setiap tahun kalian selalu dalam kebaikan.

12. ADAB DALAM BEPERGIAN

  1. Ketahuilah, bahwa bepergian itu ada kalanya wajib, Seperti pergi haji ke Baitullah yang suci dan menuntut ilmu yang wajib. Ada kalanya bepergian itu sunnah seperti berziarah ke makam Nabi SAW. para wali dan orang-orang yang shalih, atau berziarah kepada ayah bunda, para famili ataupun kepada teman-teman. Dan ada kalanya bepergian itu mubah seperti bepergian untuk berdagang atau melihat pemandangan alam.
  1. Apabila engkau hendak bepergian, maka shalatlah istikharah (minta petunjuk dari Allah) terlebih dahulu dan mintalah izin kepada ayah dan ibu serta gurumu. Apabila lapang dadamu untuk bepergian dan mereka memberi izin kepadamu, maka mulailah mengembalikan barang-barang milik orang lain kepada pemiliknya. Mungkin saja engkau mengambil sesuatu barang tanpa seizin pemiliknya, maka engkau mengembalikan kepada pemiliknya. Kemudian engkau kembalikan barang-barang titipan dan barang pinjaman itu serta melunasi hutang-hutang yang masih engkau tanggung.

Hendaklah engkau siapkan nafkah/belanja orang-orang yang wajib engkau beri nafkah dan engkau siapkan pesan yang sekiranya engkau sampaikan.

Engkau siapkan bekal yang halal lagi baik. Mohonlah ampun kepada Tuhanmu dari segala maksiat dan dosa, dan mintalah pertolongan dari-Nya dalam perjalananmu.

  1. Kemudian pilihlah seorang teman yang baik yang dapat membantumu dalam berbuat kebaikan dan bisa meringankan kepayahan dalam perjalanan.

“Pilihlah teman sebelum bepergian.” Sebagaimana disebutkan dalam hadits. :

Nabi SAW. melarang seseorang bepergian seorang diri, dan bersabda: “Satu pengendara adalah syaitan dan dua pengendara adalah dua syaitan, sedangkan tiga orang berarti sudah rombongan.”

Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak halal/diharamkan bagi seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir bepergian sehari semalam kecuali disertai mahramnya.”

Kemudian berpamitlah kepada ayah ibumu dan guru-gurumu,, teman-temanmu dan tetangga-tetanggamu. Mintalah maaf dari mereka dan juga setiap orang yang pernah mengadakan hubungan denganmu dalam suatu urusan.

Dalam hadits disebutkan: “Apabila seseorang dari kamu akan bepergian, maka hendaklah ia berpamitan kepada saudara-saudaranya, karena Allah Ta’ala memberi berkah pada do’a mereka baginya.”

Ucapkanlah do’a yang telah diriwayatkan: “Aku titipkan kamu kepada Allah yang tiada hilang titipan-Nya.”

Disunnahkan bagi yang mukim/menetap untuk mengantarkan orang yang hendak bepergian dan mendo’akannya dengan do’a yang diriwayatkan, yaitu: “Aku titipkan agama, amanat dan amalmu yang penghabisan kepada Allah.

Semoga engkau selalu dalam lindungan dan penjagaan-Nya. Semoga Allah membekalimu dengan takwa dan mengampuni dosamu dan juga semoga Allah mengarahkanmu kepada kebaikan di manapun engkau berada.”

Shalatiah dua rakaat ketika engkau hendak keluar dari rumahmu. Engkau baca dalam raka’at pertama: Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan rakaat kedua: Qul huwallahu Ahad.

Apabila selesai mengucapkan salam, bacalah: Ayat Kursi.

Telah disebutkan dalam hadits: “Barangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum keluar dari rumahnya, ia tidak akan mengalami gangguan sampai ia pulang.” Patutlah ia membaca pula surat: Li iilafi Quraisyin. Sebagian ulama mengatakan: surat tersebut dapat menjaga keamanan dari setiap gangguan.

  1. Apabila engkau berdiri di pintu rumahmu, maka bacalah do’a keluar rumah sebagaimana yang telah dijelaskan yang telah lalu mengenai adab-adab dalam perjalanan, yaitu:

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu, agar tidak tersesat atau disesatkan orang, atau tergelincir atau digelincirkan orang, atau berbuat zhalim atau dizhalimi orang, atau bersikap bodoh atau dibodohi orang, atau menganiaya orang lain dan dianiaya mereka.”

Dahulukan kaki kirimu pada saat engkau keluar rumah. Apabila engkau sudah tegak di atas kendaraan bertakbirlah tiga kali, kemudian ucapkanlah: “Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami” (Az-Zukhrut: 13, 14).

“Ya Allah, kami mohon kepada-Mu kebajikan, ketakwaan dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.

Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah untuk kami jarak yang jauh.

Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan pengganti keluarga. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kepayahan dalam perjalanan, dari pemandangan yang menyedihkan serta dari keadaan buruk yang menimpa harta, keluarga dan anak-anak kami.”

Apabila engkau kembali pulang, bacalah do’a terdahulu dan tambahkanlah di dalamnya: “Kami pulang, kami bertaubat, kami beribadah dan memuji syukur kepada Tuhan kami.” Demikian yang tersebut dalam hadits.

Apabila engkau takut kepada manusia atau lainnya, maka ucapkanlah: “Ya Allah, kami jadikan Engkau sebagai lawan mereka dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.”

Apabila engkau merasa takut kepada syaitan, maka ucapkanlah adzan, karena bila ia mendengarnya, maka syaitan akan lari dan mundur.

Jadilah engkau contoh dari akhlak yang baik dalam perjalananmu. Engkau hormati orang yang lebih tua dan engkau sayangi anak kecil. Engkau utamakan orang lain melebihi dirimu dengan menempatkannya pada tempat yang sesuai baginya, terutama bila ia seorang yang lemah, sakit atau orang yang telah lanjut usia. Engkau perlakukan semua temanmu dengan perlakuan yang baik. Maka engkau berbicara kepada mereka dengan lemah lembut dan engkau penuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.

Janganlah engkau kikir dengan makanan atau yang lainnya terhadap mereka. Jangan bertengkar dengan mereka atau melakukan perbuatan yang mengganggu mereka. Jangan pula engkau mengganggu pengemudi kendaraan dengan banyak berbicara, berbantahan ataupun bertengkar.

  1. Dianjurkan bepergian pada hari Kamis.

Dalam hadits dikatakan: “Jarang Rasulullah SAW. keluar untuk bepergian, kecuali pada hari Kamis.”

Dan hendaklah perjalanan itu dilakukan pada waktu menginjak siang.

Dalam hadits: “Ya Allah, berkahilah umatku di pagipagi benar.”

Apabila engkau telah menyelesaikan pekerjaanmu, segeralah pulang. –

Telah disebutkan dalam hadits: “Bepergian itu adalah sebagian dari siksa.

la mencegah seseorang diantara kamu dari makan, minum dan tidur.

Maka apabila seseorang dari kamu telah menyelesaikan keperluannya, hendaklah ia segera pulang kepada keluarganya.”

Apabila engkau melihat kotamu, maka ucapkanlah: “Ya Allah, jadikanlah ketenangan bagi kami di kota ini dengan rezeki yang baik.”

Dan ucapkaniah: “Kami pulang, kami bertaubat, kami beribadah dan kami bersyukur kepada Tuhan kami,” sampai engkau memasuki kota.

Apabila engkau masuk rumahmu, maka ucapkanlah: “Kami kembali, kami kembali dan kami bertaubat kepada Tuhan kami, tanpa meninggalkan dosa pada kami.”

Hendaklah engkau pulang pada waktu siang. Dalam hadits: “Adalah Rasulullah SAW. sehabis bepergian tidak mendatangi keluarganya pada waktu malam. Beliau mendatangi mereka pada waktu pagi atau sorenya.”

Sebelum engkau memasuki rumahmu, shalatiah dua raka’at di masjid terdekat bila ada waktu. Ini pun tersebut dalam sunnah. Juga di sunnahkan bagimu membawa hadiah untuk keluargamu, karena mata orang-orang memperhatikan orang yang baru datang dari bepergian. Maka dianjurkan kepadamu untuk menggembirakan mereka. Bahkan tersebut dalam hadits: “Bahwa jika tidak membawa apa-apa, hendaklah ia letakkan sebuah batu di dalam keranjangnya.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker