Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 3

  1. Hendaklah engkau berjalan di sebelah kanan supaya selamat dari bahaya kendaraan-kendaraan.

Engkau jauhi tempat-tempat yang licin supaya tidak tergelincir atau di mana terdapat batu-batu dan kotoran-kotoran supaya tidak tersandung atau terkotori bajumu.

Janganlah engkau berjalan di jalanan yang sempit dan kotor, walau lebih dekat ke tujuanmu, karena mungkin saja engkau akan mencium bau yang busuk di situ atau melihat pemandangan-pemandangan yang buruk.

Atau terkadang jalanan penuh sesak sehingga menundamu untuk sampai ke tujuanmu dengan cepat. Maka janganlah lewat di jalan yang sesak. Bilamana terpaksa, maka jagalah buku-buku atau uang yang ada padamu supaya tidak hilang dan hindarilah tabrakan.

  1. Janganlah engkau berjalan sambil meletakkan kedua tanganmu di pinggang, karena itu adalah perbuatan orang-orang yang sombong, perilaku iblis serta perbuatan umat Yahudi dalam sembahyang mereka.

Dalam hadits: “Rasulullah SAW. melarang orang Shalat sambil bertolak pinggang.” Beliau mengkhususkan shalat, karena perbuatan itu dalam shalat lebih buruk daripada lainnya.

Janganlah engkau makan atau bernyanyi sambil berjalan, sambil mengeraskan suara, sambil bersiul, ataupun berhenti di jalan hanya ingin melihat hal-hal yang tidak perlu bagimu dan mengganggu orang berjalan. Semua itu” bertentangan dengan tata krama pada waktu berjalan.

Apabila engkau bertemu temanmu, janganlah bergurau dengannya dan jangan pula menghentikannya, kecuali untuk suatu keperluan.

Apabila engkau berjumpa seorang perempuan yang lemah, maka tolonglah dia. Bila berjumpa orang perempuan yang tersesat, maka bimbinglah dia. Bila engkau bertemu perempuan yang buta, maka tunjukkan jalan kepadanya, atau tuntunlah dia ke tujuannya.

Dalam hadits: “Barangsiapa menuntun orang yang buta 40 langkah, wajiblah surga baginya.”

Apabila engkau hendak menyeberang ke sisi yang lain, maka janganlah terburu-buru dan lihatlah dulu kanan dan kiri supaya engkau selamat dari bahaya.

(9) Engkau tidak boleh membuang hajat di tengah jalan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang tidak berakhlak sedikitpun dan tidak memperhatikan kesehatan umum.

Banyak hadits yang melarang melakukan itu.

Dalam hadits: “Barangsiapa mengganggu perjalanan orang muslim, wajiblah ia mendapat laknat/kutukan dari mereka.”

Perbuatan itu sangat mengganggu perjalanan orang. Sebaliknya dianjurkan darimu untuk menyingkirkan gangguan dari jalan.

Nabi SAW. bersabda: “Iman itu terdiri dari 70 cabang lebih.

Yang paling utama adalah ucapan: Laa ilaha illallah, dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.”

Nabi SAW. bersabda pula: “Aku melihat seorang laki laki masuk surga hanya sebab menebang sebatang pohon di tengah jalan karena mengganggu kaum muslimin.”

  1. Apabila engkau hendak memasuki rumah, maka dahulukan kaki kananmu dan bacalah do’a yang terdapat dalam hadits: “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar.

Dengan nama Allah, kami masuk dan dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakkal.”

Dalam hadits: “Apabila engkau masuk kepada keluargamu, maka berilah salam supaya menjadi barokah atas dirimu dan penghuni rumahmu.”

Apabila engkau tidak menemukan seseorang di dalamnya, maka katakanlah: “Assalaamu’alaina wa’alaa’ibaadillahiis shaalihiin.” Artinya: “Semoga salam atas kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.”

Ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala: “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada penghuninya, salam yang ditetapkan dari sisi Allah yang diberi berkat lagi baik” (An-Nuur: 61).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker