Adapun tiga yang terjadi ketika ia bertemu Tuhannya:
Pertama, ketika langit terbelah, ia didatangi malaikat yang membawa rantai yang panjangnya tuju puluh hasta. Rantai itu dikalungkan pada lehernya, lalu dimasukkan ke mulutnya dan dikeluarkan dari duburnya. Lalu ada seruan dari sisi Allah: “Siksa ini jadi balasan pada orang-orang yang menyia-nyiakan fardlu Allah”.
Ibnu Abbas ra. berkata: “Seandainya satu lingkaran dari rantai itu jatuh kebumi, maka bumi terbakar”.
Kedua, Allah tidak mau melihatnya.
Ketiga, Allah tidak membersihkannya dan baginya siksa yang pedih”
Diriwayatkan dalam hadits, bahwa yang pertama kali hitam pada hari kiamat adalah wajah orang yang tidak shalat. Di dalam neraka, ada sebuah jurang bernama Lamlam. Di dalamnya ada banyak ular. Setiap ular besarnya sama dengan punuk unta dan panjangnya perjalanan sebulan. Ular itu menggigit orang-orang yang tidak shalat. Racunnya mendidih di dalam badan orang tersebut dalam waktu tuju puluh tahun. Dagingnya mengelupas, betapa pedihnya.
Dalam hadits yang lain dituturkan:
“Barangsiapaselalu shalat lima waktu dengan jama’ah, maka Allah memberinya lima hal:
Pertama, Allah akan menyirnakan sempitnya ekonomi.
Kedua, Allah akan menyirnakan siksa kubur.
Ketiga, Allah akan memberikan buku amal kepadanya dengan tangan kanan.
Keempat, dia melewati Sirath Mustagim bagaikan kilat yang menyambar.
Kelima, ia masuk surga tanpa hisab.
Dan barangsiapa meremehkan shalat lima waktu dengan jama’ah, Allah akan menyiksanya dengan sepuluh hal:
Pertama. Allah akan menyirnakan berkah pekerjaanya dan rezekinya.
Kedua, seluruh amal perbuatannya tidak diterima.
Ketiga. tanda kesalehan dihapus dari wajahnya.
Keempat, dibenci oleh hati umat manusia.
Kelima, nyawanya dicabut dalam keadaan lapar dan haus.
Keenam, pertanyaan kubur diberatkan baginya.
Ketujuh, kuburnya disempitkan dan gelap.
Kedelapan, hisabnya diberatkan di hari kiamat.
Kesembilan, dimurkai oleh Tuhan.
Kesepuluh, Tuhan menyiksanya dengan masuk neraka”.
Syaikh Qatadah (seorang Tabi’in) berkata: “Hendaknya kalian selalu menjalankan shalat, sebab shalat adalah budi pekerti orang mukmin”.
Nabi saw. bersabda:
“Umatku adalah umat yang dirahmati. Musibah tidak disirnakan dari mereka, kecuali karena ikhlas mereka, shalat mereka, doa mereka dan orang-orang lemah mereka”.
Banyak hadits menerangkan kufurnya orang yang tidak shalat. Dan banyak sahabat Nabi saw. yang berpegangan dengan hadits-hadits tersebut.
Di antara mereka adalah Umar bin Khathab, Abdur Rahman bin Auf, Muadz bin Jabal, Abu Hurairah, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Jabir bin Abdullah dan Abu Darda’ ra. Ulama salaf juga ada yang sependapat dengan mereka. Di antaranya Imam Ahmad bin Hanbal, Ishag bin Rahawaih, Abdullah bin al-Mubarak, an-Nakhai dan masih banyak lagi.
Saudara-saudaraku, hadits-hadits tersebut sudah cukup bagi kita, bahwa orang yang tidak shalat itu kafir. Kita cukup mengikuti pendapat para sahabat Nabi dan para ulama yang berpendapat demikian.
Orang yang tidak shalat, dia berpaling dari Tuhannya yang telah menciptakannya dengan sempurna, mendidiknya, memberinya makan minum, menunjukkan jalan keselamatan dan menjelaskan, bahwa musuhnya yaitu setan kelak kembalinya ke neraka.
Lalu apakah hamba yang hina dan cacat ini berani durhaka kepada Tuhannya yang Pemurah dan mengikuti jejak setan yang dilaknat dan telah engeluarkan bapaknya dari surga serta mengajak kepada kesesatan? Jelas tidak layak dan tidak pantas.
Celaka adalah bagi orang yang mengikuti setan dan menurut ajakannya serta melawan finman Tuhannya.
Aduhai betapa buruknya perbuatan orang yang mengikuti setan. Besar musibahnya dan dia sangat celaka pagi dan sore. Orang yang menuruti ajakan setan 12 buruk dan kotor lahir batin.
Karena itu, mari kita segera taat kepada Allah ketika mendengar adzan. Janganlah sampai kita tergoda oleh setan yang menggoda kita untuk malas dan menunda shalat. sebab setan jika diikuti, membuat kita hina dan merugi.
Saudara-saudara muslimin dan muslimat, semoga Allah memberi kita petunjuk. Hendaknya kalian tahu, bahwa kalian harus memerintah istri kalian dan anak kalian semua untuk melakukan shalat lima waktu.
Sebab anak istri merupakan amanat dari-Allah yang dititipkan kepada kalian semua,
Allah telah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ” mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (QS. al-Anfal: 27)
Nabi saw. bersabda:
“Takutlah kalian kepada Allah, takutlah kalian kepada Allah mengenai kaum wanita, karena sesungguhnya mereka adalah amanat disisikalian”.
Barangsiapa tidak menyuruh istrinya untuk shalat dan tidak mengajarkan shalat kepadanya, maka dia mengkhianati Allah dan Rasulullah. Dia berhak disiksa oleh Allah, sebab dia tidak mengindahkan firman Allah di atas.
Dalam sebuah hadits dituturkan orang-orang yang celaka. Di antara orang celaka adalah lelaki yang tidak mau menyuruh istrinya untuk menjalankan shalat. Tidak ada baiknya wanita yang tidak memiliki agama dan tak ada baiknya lelaki yang tidak mau menyuruh Istrinya atau anaknya atau saudaranya untuk melakukan shalat. Istrinya tidak dirahmati Allah dan dilaknati.
Istri jika tidak taat kepada suami, maka harus diceraikan, sebab dia musuh Allah dan musuh Rasulullah.
Wali atau orang tua wanita harus membantu suami. Yakni membantu menyuruhnya melakukan shalat dan taat kepada suami.
Jika orang tua istri tidak mau membantu suami, maka dia masuk neraka dan berhak dimurkai Allah serta berhak disiksa.
Karena itu, hendaknya kalian saling bantu-membantu untuk taat kepada Allah, maka kalian beruntung dan selamat dari siksa Allah.
Janganlah kalian meremehkan masalah ini.
Demi Allah, yang meremehkan masalah ini hanyalah orang yang tidak ada baiknya dan tak beragama. Siksa Allah akan menimpanya, sebab Allah berfirman:
“Dan tetaplah alas mereka keputusan azab pada umat-umat Jang terdahulu sebelum mereka dari Jin dan manusia, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi”. (QS. Fushilat: 25)
Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad berkata dalam kitab Nashaih ad-Diniyyah:
“Sebagaimana kamu wajib menjaga shalat dan haram Meremehkannya, kamu juga wajib menyuruh keluarga dan anakmu untuk melakukan shalat. Demikian juga orang yang berada dalam kekuasaanmu. Jangan berikan alasan kepada mereka untuk tidak shalat. Siapa tidak mendengar dan tidak taat, ancamlah dia dan hukumlah dia. Marahilah dia lebih hebat daripada marahmu jika dia merusak hartamu. Jika kamu tidak berbuat demikian, maka kamu termasuk orang yang meremehkan shalat dan kewajibanmu kepada Allah. Jika dia tidak menurut “ setelah kamu hukum, maka jauhkan dia dan usirlah dia, sebab dia sebenarnya setan yang tidak ada baiknya sama sekali. Dia haram dikasihi dan dikawani, dia harus dimusuhi dan diputus. Dia termasuk orang yang melawan Allah dan Rasulullah. Allah berfirman:
“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan.orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (QS. al-Mujadilah: 22)
Dalam ayat di atas, Allah menafikan iman dari orang yang mengasihi orang yang melawan Allah dan Rasulullah, meskipun dia kerabat yang sangat dekat.
Karena itu, wahai saudaraku, hendaknya kalian selalu mengerjalan shalat dengan berjama’ah di masjid. Mintalah perlindungan kepada Allah dari menganggap mudah urusan shalat. Hendaknya kalian segera shalat jama’ah dan selalu itikaf di masjid.









One Comment