Diriwayatkan hadits:
“Hal pertama yang dihisab pada hamba besuk pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalat itu ternyata sempurna, maka shalat itu diterima dan perbuatan lainnya diterima. Jika ternyata cacat, maka shalat itu ditolak dan perbuatan lainnya ditolak”.
Nabi saw. bersabda kepada Abu Hurairah ra.:
“Hai Abu Hurairah, perintahlah keluargamu untuk shalat, karena sesungguhnya Allah mendatangkan rezeki kepada kamu dari mana kamu tak menduga”.
Ayat berikut sesuai dengan hadits tersebut:
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa”. (QS. Thaha: 132)
Syaikh Atha’ al-Khurasani berkata: “Tak ada hamba yang bersujud kepada Allah sekali di suatu tempat dari tempat-tempat di bumi ini, kecuali tempat itu bersaksi untuknya di hari kiamat dan menangisinya pada saat dia mati”.
Nabi saw. bersabda:
“Barangsiapa sengaja meninggalkan shalat, maka tanggungan Muhammad saw. bebas dari dia”
Yakni Nabi saw. tdak lagi mengurus dia.
Nabi saw, juga bersabda:
“Shalat lima waktu difardlukan Allah atas hamba-hamba-Nya. Barangsiapa menunaikannya pada waktunya, maka shalat itu menjadi nur baginya dan menjadi pertanda di hari kiamat. Barangsiapa menyia-nyiakannya, maka dia dikumpulkan dengan Fir’aun dan Haman”,
Dalam hadits yang panjang dituturkan, bahwa Jibril as. turun kepada Nabi saw, dan berkata:
- “Hai Muhammad, Allah tak menerima dari orang yang tidak shalat puasanya. sedekahnya, hajinya, amalnya maupun zakatnya.
- Orang yang tidak shalat dilaknat di dalam Taurat, Injil. Zabur dan ” Al-Quran.
3, Orang yang tidak shalat setiap bari turun kepadanya seribu laknat dan seribu murka. Dan sesungguhnya para malaikat melaknat dia dari atas tujuh langit.
- Hai Muhammad, orang yang tidak shalat tidak ada baginya bagian dalam bagian-bagianmu maupun syafa’atmu dan dia tidak termasuk umatmu.
5, Hai Muhammad, orang yang tidak shalat tidak dijenguk ketika sakit tidak diiring jenazahnya, tidak disalami, tidak ditemani makan. tidak ditemani minum, tidak dikawanya, tidak ditemani duduk, tiada agama baginya, tidak ada amanah bapinya dan tidak ada baginya dalam rahmat Allah. Dia bersama orang-orang munafik di tingkatan paling rendah dari neraka. ?
6, Orang yang tidak shalat ilipatkan siksa baginya dua kali lipat. Pada hari kiamat, dia tiba dengan terbelenggu kedua tangannya ke lehernya, para malaikat memukulnya dan dibuka Jahanam baginya, lalu dia memasuki pintu Jahannam bagaikan anak panah, lalu dia turun dengan kepalanya dahulu di dekat Karun dan Haman di tingkatan paling rendah dari neraka.
- Orang yang tidak shalat jika suapan diangkat ke muluttnya, suapan itu berkata kepadanya: “Semoga Allah melaknatmu, hai musuh Allah. Kamu makan rezeki Allah dan tidak menuniakan fardlu-fardlu Nya”,
- Orang yang tidak shalat, baju yang ada di badannya cuci tangan dan berkata kepadanya: “Seandainya Tuhanku tidak menundukkan aku kepadamu, tentu aku lari darimu”. Yakni aku tidak mau kamu kenakan.
- Orang yang tidak shalat jika keluar dari rumahnya, rumah itu berkata kepadanya: “Semoga Allah tidak menemanimu dalam perjalanmu, tidak menggantimu setelah kamu pergi dan tidak mengembalikanmu kepada keluargamu dengan selamat”.
- Orang yang tidak shalat dilaknat pada hidupnya dan setelah matinya.
- Orang yang tidak shalat mati sebagai Yahudi dan dibangkitkan . sebagai Nasrani”.
Demikian wahai kaum muslimin dan muslimat, nasib orang yang tidak shalat. Semoga Allah melindungi kita dari hal itu.
Semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah dan taufik-Nya sehingga bisa selalu mengerjakan shalat dengan berjama’ah. Dan semoga shalat kita diterima oleh Allah. Amin.









One Comment