Menjaga waktu
وَاصْرِفْ إِلَى الطَّاعَاتِ وَقْتَكَ كُلَّهُ ۞ لَا تَتْرُكَنْ وَقْتاً سُدًا مُتَسَاهِلاً
arahkan semua waktumu pada taat, jangan meninggalkan waktu terbuang sia-sia
وَتَصِيْرُ أَوْقَاتُ الْمُبَاحِ بِنِيَّةٍ ۞ مَصْرُوْفَةً بِالْخَيْرِ فَاصْحَ بِلَا ائْتِلَا
dan waktu mubah dengan niat (yang baik) dapat di arahkan menjadi kebaikan, maka bangunlah tanpa ragu
وَزِّعْ بِعَوْنِ اللَّهِ وَقْتَكَ وَاصْرِفَنْ ۞ كُلًّا بِمَا هُوَ لَائقٌ مُتَبَتِّلا
dan bagilah -denngan pertolongan allah- waktumu, dan arahkan semua kepada yang baik seraya beribadah
Cara Membagi Waktu
فَإذَا بَدَا فَجْرٌ فَصَلِّ تَخَشُّعاً ۞ مُتَدَبِّراً لِقِرَاءَةٍ وَمُكَمِّلاً
jika fajar sudah nampak maka sholatlah dengan khusyu’ seraya membaca al quran dan menyempurnakan
وَاجْهَدْ لِتُحْضِرَ فِي صَلَاتِكَ قَلْبَكَ ۞ جُهْداً بَلِيْغًا كَيْ تَنَالَ فَضَائِلَا
dan bersungguh-sungguhlan untuk menhadirkan hatimu dalam sholatmu, dengan sungguh sungguh yang sangat agar engkau memperoleh keutamaan
لَا تَنْسَ أَنَّ اللَّهَ نَاظِرُ قَلْبِكَ ۞وَحُضُوْرَهَ وَشُهُوْدَهُ لَكَ فَاوْجِلاَ
jangan lupa bahwa Allah melihat hatimu, hadir Allah dan melihat allah padamu maka takutlah
Keutamaan Jamaah
لَا تَتْرُكَنَّ جَمَاعَةً قَدْ فُضِّلَتْ ۞ بِالسَّبْعِ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ فَضْلٍ عَلاَ
jangan meninggakan jamaah yang diutamakan dua puluh tujuh dari anugrah Allah yang luhur
وَلِمَ التَّعَلُّمُ إِنْ تَكُنْ تَتَسَاهَلُ ۞ فِي مِثْلِ هَذَا الرِّبْحِ أَخْسَرَ أَجْهَلاَ
dan untuk apa belajar jika kau meremehkan seperti keuntungan ini, kamu merugi dan bodoh
Wirid-wirid Setelah Subuh
ثُمَّ اشْتَغِلْ بِالْوِرْدِ لَا تَتَكَلَّمَنْ ۞ مُسْتَقْبِلاً وَمُرَاقِباً وَمُهَلِّلاً
lalu subuklah dengan wirid, jangan berbicara, seraya menghadap kiblan, dan memperhatikan , dan tahlil
بِطَرِيْقَةٍ مَعْهُوْدَةٍ لِمَشَايِخِ ۞ لِتَرَى بِهِ نَاراً وَنُوْراً حَاصِلاً
dengan thoriqah yang diketahui bagi para guru, agar kau melihat api dan cahaya , seraya menghasilkan
فَيَضِيءُ وَجْهُ الْقَلْبِ بِالنُّوْرِ الْجَلِي ۞ وَيَصِيْرُ مَذْمُوْمُ الطَّبَائِعِ زَائِلاً
maka wajah hati bersinar dengan cahaya yang jelas, dan akhlak yang jelas menjadi hilang
فَتَصِيْرُ أَهْلاً لِلْمُشَاهَدَةِ الَّتِي ۞ هِيَ نِعْمَةٌ عُظْمَى فَصِرْ مُتَأَهِّلاً
maka kamu menjadi ahli musyaadah yang hal tersebut adalah nikmat yang agung, maka jadilah orang yang layak









One Comment