Ulama’ su’
وَلْيُحْرَمَنْ عُرْفَ الجِنَانِ الفَاخِرَةِ ۞ وَلْيَسْقُطَنْ فِي دَرْكِ نَارٍ نَازِلاَ
hendaknya adi halangi dari bau sorga yang baik, dan turun ke dalam kedalaman neraka
رَجُلٌ بِهِ يُؤْتَى غَداً يُلْقَى بِهِ ۞ فِي النَّارِ تَخْرُجُ مِنْهُ أَمْعَاءٌ جَلاَ
seorang yang besok didatangkan dan di lempar ke neraka, keluar darinya usus yang jelas
فِيهَا يَدُورُ كَمَا يَدُورٌ حِماَرُنَا ۞ بِرَحَاهُ تَطْحَنُ كاَلْحَصِيدِ تَذَلُّلاً
dalam neraka ia berputar seperti berputarnya himar kita di tempat gilingnya
فَيَجِيءُ مَنْ فِي النَّارِ يَسْأَلُهُ أَمَا ۞ قَدْ كُنْتَ تَأْمُرُنَا وَتَنْهَى مُقْبِلاً
maka datang orang yang berada di neraka menanyakan bukankah kamu memerintahkan kami dan melarang kami
فَيَقُولُ يَا قَوْمِي بَلَى لَكِنَّنِي ۞ مَا كُنْتُ بِالْعِلْمِ المُكَرَّمِ عَامِلاً
maka ia berkata wahai kaum ku iya , tetapi aku tidak mengamalkan terhadap ilmu
Tanda Pelajar Jelek
فَإذَا رَأَى مُتَعَلِّماً يَكْبُو عَلَى الـ ۞ ـشَّهَوَاتِ مُتَّبِعاً هَوَاهُ مُعَامِلاً
jika seorang melihat orang yang belajar melakukan syahwat, dan menyapekkan hawa nafsunya
مُتَكَالِباً أَيْضاً عَلَى رُومِ الدُّنَا ۞ مِنْ غَيْرِ مِنْهَاجٍ مُبَاحٍ فَائِلاً
mencintai dunia tanpa cara yang di perbolehkan
أَوْ قَدْ تَعَاطَى عِلْمَ فَرْضِ كِفَايَةٍ ۞ مِنْ قَبْلِ فَرْضِ العَيْنِ عِلْماً وَابْتَلاً
atau melakukan fardlu kifayah sebelum fardlu ain, secara memepelajari dan menguji
فَلَقَدْ تَبَيَّنَ مِنْ قَرَائِنِ حَالِهِ ۞ قَصْدُ لِغَيْرِ اللِّه فِيْهِ تَغَلْغَلاَ
maka telah jelas dari tanda-tanda keadannya tujuan selain Allah
وَكَذَا إِذَا تَرَكَ الصَّلاَةَ جَمَاعَةً ۞ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ بَلْ بِأنْ يَتَكَاسَلَا
begitu juga jika ia meniggalkan sholat jamaah tanpa udzur, tetapi karena malas
وَكَذَاكَ تَرْكٌ لِلرَّوَاتِبِ وَالسُّنَنِ ۞ إِنْ أُكِّدَتْ فَاعْمَلْهُ وَاصْحَ تَبَتُّلاً
begitu jjuga meniggalkan sholat rawatib dan sunnah jika muakkad, maka sadarlah seraya beribadah
Tanda Ulama’ Alhirat
وَلِعَالِمٍ الأُخْرَى عَلَامَاتٌ تُرَى ۞ لَا يَطْلُبُ الدُّنْيَا بِعِلْمِ مَسَائِلاَ
bagi alim akhirat ada alamat yang dapat di ketahui, tidak mencari dunia dengan ilmunya
وَلِذَاكَ آيَاتٌ تَكُوْنُ كَثِيْرَةٌ ۞ أَنْ لَا يُخَالِفَ قُوْلُهُ مَا يَفْعَلاَ
untuk hal tersebut ada tanda-tanda banyak, hendaknya ucapannya tidak berbeda dengan tindakannya
وَيَكُونَ بِالمَأْمُورِ أَوَّلَ عَامِلٍ ۞ وَعَنِ الَّذِي يَنْهَى تَجَنَّبَ أَوَّلاَ
dan dengan apa yang diperintah pertama kali yang melakukan dan dari yang dilarang awal yang meninggalkan
وَيَكُونَ مُعْتَنِياً بِعِلْمٍ رَغَّبَا ۞ فِي طَاعَةٍ نَاهٍ عَنِ الدُّنْيَا اجْتَلاَ
dan memperhatikan ilmu, suka dalam taat , serta melarang dunia
مُتَوَقِّياً عِلْماً يَكُونُ مُكْثِراً ۞ قِيلاً وَقَالاً وَالجِدَالَ مُسَوَّلاَ
serta menjahui ilmu yang untuk memperbanyak kata-kata, bantahan yang di hiasi
وَيَكُوْنَ مُجْتَنِباً تَرَفُّهَ مَطْعَمٍ ۞ وَبِمَسْكَنٍ وَأَثَاثِ ذَاكَ تَجَمُّلاً
dan menjahui makanan yang enak, dan rumah , dan prabot rumah
وَتَنَعُّماً وَتَزَيُّناً بِلِبَاسِهِ ۞ وَإِلَى القَنَاعَةِ وَالتَّقَلُّلِ مَائِلاً
dan enak enakan dan berhias dengan pakaiannya, dan condong pada qonaah dan sedikit
وَيَكُونَ مُنْقَبِضاً عَنِ السُّلْطَانِ ۞ ذَا أَنْ لَا يَكُونَ عَلَيْهِ يَوْماً دَاخِلاً
dan menjahui penguasa, ini hendaknya ia tidak pernah masuk ke penguasa
إِلَّا لِنُصْحٍ أَوْ لِدَفْعِ مَظَالِمٍ ۞ أَوْ لِلشَّفَاعَةِ فِي المَرَاضِي فَادْخُلاَ
kecuali untuk nasehat atau menolak kedzaliman, atau untuk mensyafaati orang-orang yang sakit, maka masuklah
وَإِلَى الفَتَاوَى لَا يَكُونَ مُسَارِعاً ۞ وَيَقُولُ اسأَلْ مَنْ يَكُونُ تَأَهَّلاَ
dan tidak tergesa-gesa pada fatwa dan berkata tanyalah orang yang ahli
وَأَبَى اجْتِهَاداً لَا يَكُونُ تَعَايُناً ۞ وَيَقُولُ لَا أَدْرِي إِذَا لَمْ يَسْهُلاَ
dan tidak mau berijtihad jika tidak fardlu ain, dan berkata saya tidak tahu jika tidak mudah
وَيَكُونَ يَقْصِدُ بِالعُلُومِ وُجُودَهُ ۞ لِسَعَادَةِ العُقْبَى العَظِيمَةِ نَائِلاَ
dan ia menuju dengan ilum untuk memperoleh kebahagiaan akhirat yang besar
وَيَكُونَ مُهْتَمًّا بِعِلْمِ البَاطِنِ ۞ وَرِقَابَ قَلْبٍ لِلسِّيَاسَةِ فَاعِلاً
dan ia memperhatikan ilmu batin, dan perhatian hati untuk mengatur
مُتَوَقِّعاً لِطَرِيقِ عِلْمِ الآخِرَةِ ۞ مِمَّا يَكُونُ مِنَ المُجَاهَدَةِ انجَلاَ
berharap jalan ilmu akhirat yan dari mujahadah
وَيَكُونَ مُعْتَمِداً عَلَى تَقْلِيدِهِ لِشَرِيعَةٍ ۞ وَعَلَى بَصِيرَتِهِ الجَلاَ
dan taqlidnya berpegan pada syariat dan pandangan hatinya yang jelas









One Comment