Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Hidayatul Adzkiya

Peringatan

مَنْ لاَ لَهُ شُغْلٌ بِدُنْيَا تَارِكاً ۞ دُنْيَا لَهُمْ مَا بَالُ ذَلِكَ يَبْطُلاَ
barang siapa yang tidak memiliki kesibukan dunia, seraya meniggalkan dunia, maka hendaknya tidak pengangguran

فَبِخِدْمَةِ الرَّبِّ العَلِيِّ تَنَعُّماً ۞ بِصَلاَتِهِ وَتِلاَوَةٍ مُتَشَاغِلاَ
maka dengan melayani tuhan yang luhur seraya menikmati dengan sholatnya dan membaca 

وَإِذَا السَّآمَةُ فِي الصَّلاَةِ تَعَرَّضَتْ ۞ فَاتْلُ القُرَانَ بِرَهْبَةٍ مُتَأَمِّلاً
jika dalam sholatnya merasa bosan maka bacalah quran dengan takut dan berangan-angan

وَإِذَا سَئِمْتَ تِلاَوَةً فَانْزِلْ إِلَى ۞ ذِكْرٍ بِقَلْبٍ وَاللِّسَانِ مُكَمِّلاً
jika kau bosan membaca maka lakukan pada dzikir hati dan lisan seraya menyempurnakan

ثُمَّ اذْكُرَنْ بِالْقَلْبِ وَهْوُ مُرَاقَبَة ۞ لَا تَشْتَغِلْ بِحَدِيثِ نَفْسٍ مُهْمَلاَ
lalu dizikirlah dengan hati yaitu memperhatikan , jangan sibuk dengan bisikan hati seraya menhkosongkan

فَحَدِيثُ نَفْسٍ كَالكَلاَمِ بِأَلْسُنٍ ۞ يَقْسُو بِهِ قَلْبٌ فَلاَ تَكُ فَاعِلاً
omangan hati seperti omongan lisan dapat mengeraskan hati, maka jangan kau lakukan

Penting

قَدْ أَجْمَعَ العُرَّافُ جُلُّهُمْ عَلَى ۞ أَنَّ أَفْضَلَ الطَّاعَاتِ لِلَّهِ العَلاَ
semua ahli makrifat semuanya telah sepakat bawa sebaik taat kepada Allah yang maha lurur

حِفْظٌ لِأَنْفَاسٍ يَكُونُ خُرُوجُهَا ۞ وَدُخُولُهَا بِاللَّهِ فِي المَلَا الخَلاَ
adalah menjaga nafas, keluarnya masuknya dengan allah di perkumpulan dan sendirian

بِالشِدِّ ثُمَّ المَدِّ تَحْتُ ثُمَّ فَوْ۞ قُ صِفَة لَهُ مَعْ بَرْزَخٍ فَاسْتَكْمِلاَ
dengan ditasydid lalu dengan panjang, dibahwah lalu atas, sifat Allah, bersama barzah lalu menyempurnakan

أَوْ ذِكْرِ تَهْلِيلٍ وَذَا الذِّكْرُ الخَّفِي ۞ مِنْ غَيْرِ تَحْرِيكِ الشَفَاهِ تَدَاوَلاَ
atau dzikir tahlil dan ini adalah dzikir khofi tanpa menggerakkan mulut

مَنْ لَمْ يَكُنْ فِي بَدْءِ أَمْرٍ جَاهِداً ۞ لَمْ يَلْقَ مِنْ هَذِي الطَّرِيقَةِ خَرْدَلاَ
barang siapa dalam permulaan perkaranya tidak bersungguh sungguh, maka ia tidak akan menemukan jalan ini sedikit pun

وَكَذَاكَ مَعْرِفَةٌ تُخَصُّ عَلِيَّةٌ ۞ فِي غَالِبٍ مِنْ غَيْرِهَا لَنْ تُحْصَلاَ
begitu juga makrifat yang husus yang tinggi , biasanya tanpa bersungguh-sungguh tidak dapat dihasilkan

وَجِهَادُ نَفْسٍ أَنْ تُزَكَّي مِنْ رَذَا ۞ ئِلِهَا وَتَحْلِيَةٌ بِنُورِ فَضَائِلاَ
jihat nafsu adalah hendaknya kamu membersihkan dari kotorannya dan menghiasi dengan cahaya keutamaan

وَالعَارِفُونَ بِرَبِّهِمْ هُمْ أَفْضَلُ ۞ مِنْ أَهْلِ فَرْعٍ وَالأُصُولِ تَكَمَّلاَ
orang-orang yang makrifat kepada tuhannya lebih utama dari ahli ilmu cabang dan asal

فَلَرَكْعَةٌ مِنْ عَارِفٍ هِيَ أَفْضَلُ ۞ مِنْ أَلْفِهَا مِنْ عَالِمٍ فَتَقَبَّلاَ
satu rakaat dari orang yang arif lebih utama dari pada seribu rakaat dari orang alim, maka terimalah

قَالَ الإمَامُ السُّهْرَوَرْدِي قُدِّسَا ۞ وَالمَقْصِدُ الأَقْصَى المُشَاهَدَةُ العَلاَ
berkata imam surawardi : dan tujuan yang akhir adalah musyahadah yang tinggi

فَلْيُكْثِرِ العَبْدُ التِّلاَوَةَ مُكْثِراً ۞ ذِكْراً بِطِيبِ كَلِمَةٍ مُتَبَتِّلاً
dan hendaknya seorang hamba memperbanyak membaca , memperbanyak dzikir dengan kalimat tayyibah , seraya beribadah

وَلْيَجْتَهِدْ بِوِطَاءِ قَلْبٍ نُطْقَه ۞ حَتَّي يَصِيرَ بِقَلْبِهِ مُتَأَصَّلاً
hendaknya ia bersungguh sungguh dengan meginjak hati pengucapannya sampai dzikir menjadi menancap di hatinya

وَمُزِيلَةً لِحَدِيثِ نَفْسٍ كَي يَنُو ۞ رَ القَلْبُ لِلْحَالِ العَلِيَّةِ نَائِلاً
dan menghilangkan pada bisikan hati agar hati bercahaya untuk hal yang tinggi

وَيَفِيضَ نُورُ القَلبِ لِلْقَالِبِ فَذَا ۞ بِمَحَاسِنِ الأَعْمَالِ مِنْهُ تَسَوَّلاَ
dan cahaya hati mengalir pada badan, dan ini dengan amal -amal yang bagus

وَيَصِيرُ حَقًّا ذِكْرَ ذَاتٍ ذِكْرُهُ ۞ هَذِي المُشَاهَدَةَ الشَّرِيفَةَ حَصِّلاً
dan dzikir dzat benar-benar menjadi dzikirnya , ini adalah musyahada yang mulia dihasilkan

هَذَا الَّذِي أَوْصَى الشُّيُوخُ الكُمَّلُ ۞ اللَّهُ وَفَّقَنَا لَهُ مُتَفَضِّلاَ
ini adalah yang diwasiatkan guru-guru yang mulia, semoga Allah menunjukkan kami padanya dan memberi anugrah

وَالْحَمْدُ لِلْبَاقِي الرَّؤُوفِ مُصُلِّياً ۞ أَعْلَى الصَّلاَةِ عَلَى الرَّسُولِ مُحَوْقِلاً
dan segala puji bagi yang maha kekal yang maha penyayang , seraya berselawat setinggi selawat pada utusan, seraya membaca la haula wa la quwwata illa billah

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker