Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 2

11. PERSATUAN MENIMBULKAN KEKUATAN

Diceritakan bahwa seorang laki-laki mempunyai banyak anak. Ketika hampir datang ajalnya, ia pun memanggil mereka dan memberi kepada masing-masing seikat tombak dan menyuruh mereka mematahkannya. Mereka pun berusaha mematahkannya sekuat tenaga, namun mereka tidak mampu. Kemudian orang Itu melepaskan Ikatan tombak tersebut dan memberi masing-masing mereka sebatang tombak. Maka mereka pun mematahkannya dengan mudah. Kemudian ia berkata kepada mereka, “Perumpamaan kalian adalah seperti ikatan Ini. Jika kalian bersatu dan berkumpul, maka musuhmu tidak mampu mengalahkanmu. Jika kalian berselisih dan berpecah belah, mudahlah bagi musuhmu untuk mengalahkanmu seperti ikatan tombak yang telah dilepas dan dapat kalian patahkan tanpa susah payah.” Kemudian ia melagukan syair:

Bersatulah hai anak-anakku pada waktu musibah menimpa dan janganlah berpecah belah sendiri-sendiri

Tombak-tombak itu tidak bisa patah jika dikumpulkan jadi satu

Apabila dipisah-pisah, dapatlah dipatahkan satu demi satu.

12. APA KEWAJIBANMU TERHADAP PARA KERABATMU ?

  1. Sesungguhnya orang-orang yang terdekat sesudah ibu bapakmu dan saudara-saudaramu adalah para kerabatmu seperti: Saudara-saudara ayahmu yang laki-laki dan yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang laki-laki dan yang perempuan, anak-anak mereka dan anak-anak. dari saudara-saudaramu laki-laki dan perempuan.

Dalam hadits: “Bibi (saudara perempuan ibu) itu sederajat dengan ibu. Paman (saudara laki-laki ayah) seseorang adalah sederajat dengan ayahnya. Putra saudara perempuan dari suatu kaum adalah termasuk golongan mereka.”

Para kerabatmu mencintaimu dan mencintai ibu bapakmu. Maka apakah yang harus engkau lakukan terhadap mereka?

  1. Engkau harus memperlakukan mereka seperti memperlakukan saudara-saudaramu. maka hormatilah orangorang tua di antara mereka dan hendaklah menyayangi anak kecil mereka. Engkau bantu mereka dalam pekerjaan meraka dan hendaklah menolong yang membutuhkan di antara mereka serta mengunjungi mereka dalam waktu-waktu tertentu, khususnya hari-hari raya, hari-hari gembira dan waktu waktu musibah dan kesedihan. Apabila kerabatmu sakit, segeralah pergi ke rumahnya untuk menjenguknya dan mendo’akan bagi kesehatannya. Apabila ia berpulang ke rahmat Allah, maka segeralah berta’ziah (-Menyatakan bela sungkawa/berduka cita) kepada anak-anak dan keluarganya serta membantu mereka. Janganlah sampai engkau ketinggalan dalam menghadiri shalat atas kerabatmu yang meninggal dan mengantarkan jenazahnya. Dengan itu para kerabatmu gembira, karena engkau gembira bila mereka gembira dan bersedih bila mereka bersedih. Mereka mengetahui bahwa engkau seorang anak terdidik yang menunaikan kewajiban terhadap para kerabat.
  1. Bersatulah dengan para kerabatmu dan jauhilah segala sesuatu yang menyebabkan pemutusan hubungan atau pertengkaran dengan mereka. Janganlah mendengarkan pembicaraan pengadu domba dan maafkanlah mereka jika mereka bersalah terhadapmu. Janganlah mendendam kepada mereka karena kesalahan mereka dan jangan pula mendengki atas kenikmatan yang diberikan Allah kepada mereka. Apabila engkau menjalankan adab-adab ini, maka tentulah engkau hidup bersama kerabatmu dengan rukun dan damai, aman dan senang. Kebahagiaan manusia tergantung pada kebahagiaan keluarganya. Mereka seperti sayap bagi burung.

Penyair berkata :

Ketahu ah wahai putra paman, manus a adalah sayap bisakah burung elang terbang tanpa sayap ?

  1. Allah telah memerintahkan agar berbuat baik kepada para kerabat dan mengaitkan mereka dengan ibu bapak. Allah Ta’ala berfirman: “Dan sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan sesuatu dengan-Nya dan berbuat baiklah kepada ibu bapak serta sanak kerabat” (An-Nisaa’: 36). “

Dalam hadits: “Barang siapa beriman dengan Allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaannya.”

Orang yang berbuat baik kepada para kerabatnya, maka Allah melapangkan rezekinya dan memanjangkan umurnya. Dalam hadits: “Berhubungan baik dengan kerabat, memperbanyak harta, dan silaturrahmi, menambah umur dan Allah mengampuni dosa-dosanya.”

Datang kepada Nabi SAW. seorang laki-laki, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku berdosa besar, apakah aku bisa bertaubat?” Nabi SAW. bersabda: “Apakah engkau mempunyai seorang ibu?” Orang itu menjawab, “Tidak.” Nabi SAW. bersabda lagi: “Apakah engkau mempunyai seorang bibi?” Orang itu menjawab, “Ya.” Nabi SAW. bersabda: ”Berbaktilah kepadanya.”

Adapun orang yang berbuat buruk kepada para kerabatnya dan mengganggu mereka, maka akibatnya kebalikan dari itu. la terhalang untuk masuk surga.

Dalam hadits: “Tidak masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.” – Allah menyegerakan hukuman baginya di dunia. Dalam hadits lain: “Tiada dosa yang lebih pantas untuk disegerakan Allah hukuman bagi pelakunya di dunia di samping hukuman yang disimpan Allah baginya di akhirat daripada kezhaliman dan pemutusan hubungan kekeluargaan.”

  1. Jika kerabatmu berbuat jahat kepadamu misalnya, maka sabariah. Balaslah kejahatan mereka dengan kebaikan.

Dalam hadits: “Seorang laki-laki berkata, “Ya Rasulullah, aku mempunyai kerabat yang aku hubungi, sedangkan mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat baik kepada mereka sedangkan mereka berbuat jahat kepadaku. Aku bersabar terhadap mereka, tetapi mereka tidak menghiraukan dku.” Maka Nabi SAW. berkata, “Jika benar seperti yang engkau ceritakan, maka seakan-akan engkau memberi mereka makanan abu panas. Dan Allah tetap menolongmu terhadap mereka selama engkau dalam keadaan demikian.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker