3. MURID YANG DICINTAI
Ada seorang guru yang lebih mencintai salah seorang muridnya saja daripada murid-muridnya yang lain. Mereka merasa heran atas hal itu. Mereka berkata, “Mengapa guru kita ini lebih mencintai murid yang ini daripada kami?” Maka sang guru pun ingin menunjukkan sebabnya. Ia memberi Kepada mereka masing-masing seekor ayam. Lalu ia berkata, “Hendaklah masing-masing kalian menyendiri di suatu tempat dan menyembelih ayam agar tidak terlihat oleh seorang pun.” Semua murid pun mematuhi perintah guru itu, kecuali murid itu saja. la mengembalikan ayam itu. Kemudian gurunya berkata kepadanya, “Mengapa engkau tidak menyembelih “ayammu seperti yang dilakukan oleh teman-temanmu?” Anak itu menjawab, “Karena saya tidak “bisa menyendiri di suatu tempat tanpa terlihat oleh seorang pun. Sesungguhnya Allah melihatku di setiap tempat. Kemudian guru itu berkata kepada murid-murid, “Lihatlah kepada murid ini, ia takut kepada Allah dan tidak melupakanNya di tempat mana pun. Itulah sebabnya saya lebih mencintainya daripada kalian. Tidaklah diragukan bahwa jika sudah besar, ia menjadi orang yang shalih dan taat kepada Tuhannya di setiap waktu.”
4. KEWAJIBAN ANAK TERHADAP NABI-NYA SAW.
- Ketahuilah bahwa Nabi SAW. mempunyai hak yang besar padamu, dan haknya adalah yang terbesar sesudah hak Allah Ta’ala. Adab terhadap beliau adalah adab yang paling kuat dan paling wajib. Beliau membawa agama Islam, dan dengan perantaraannya engkau dapat mengenal Tuhanmu dan dapat membedakan antara yang halal dan yang haram. Engkau tidak bisa membalas jasanya untuk selama-lamanya. . Maka wajiblah engkau mencintainya dengan kecintaan yan sangat. Dalam hadits: “Tidaklah beriman seseorang diantara kamu hingga aku lebih dicintainya daripada anaknya dan ayahnya serta orang-orang semuanya.”
- Tanda kecintaanmu kepada Tuhanmu adalah engkau mencintai Nabimu dan mengikutinya dalam perikehidupannya. Allah Ta’ala berfirman: “Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah menCintai kamu” (Ali-Imran: 31).
Engkau cintai pula keluarganya (ahli baitnya) dan para sahabatnya serta seluruh umatnya. Dalam hadits dikatakan: “Cintailah Allah karena memberimu dari nikmat-nikmatNya, dan cintailah aku (Nabi Muhammad) karena cintamu kepada Allah, dan cintailah keluargaku demi mencintai aku.”
Dalam hadits lain: “Peliharalah aku mengenali para sahabatku. Janganlah kamu jadikan mereka sasaran (caci maki) sesudan aku tiada. Barangsiapa mencintai mereka, maka dengan mencintai aku, akupun mencintai mereka. Dan barang siapa membenci mereka, maka dengan membenci aku, akupun membenci mereka.”
Dalam hadits lain: “Tidaklah seseorang dari kamu beriman hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri.”
- Menta’ati Nabi SAW. dalam semua perintahnya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Barangsiapa menta’ati Rasul, ia pun telah menta’ati Allah” (An-Nisaa’: 80). “Apa yang diberikan Rasul hendaklah kamu ambil. Dan apa yang dilarangnya terhadap kamu maka tinggalkanlah” (Al-Hasyr: 7).
Termasuk keta’atan kepadanya adalah engkau bela agamanya dengan perkataan dan perbuatanmu.
Engkau bela syari’atnya dengan segenap kemampuanmu dan mengucapkan shalawat kepadanya sebagaimana diperintahkan Allah kepadamu dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Al-Ahzab: 56).
Terutama di malam Jum’at dan pada hari Jum’atnya sebagaimana dalam hadits dikatakan: “Perbanyaklah bersnalawat untukku di hari Jum’at dan malam Jum’at. Barangsiapa melakukan itu, maka aku menjadi saksi dan memberi syafa’at baginya pada hari kiamat.”









One Comment