Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 2

15. DEMIKIAN CARA MEMAAFKAN PELAYAN

  1. Adalah Rasulullah SAW. tidak pernah membentak seorang pelayan pun. Sahabat Anas r.a. berkata, “Aku melayani Nabi SAW. selama 10 tahun, namun beliau tidak pernah mengatakan kepadaku, “Uff (cih)” sama sekali. Dan beliau tidak pernah berkata atas segala sesuatu yang aku lakukan: kenapa engkau lakukan itu? Dan tidaklah beliau berkata atas segala sesuatu yang aku tinggalkan: kenapa engkau meninggalkannya? Tidaklah istri-istrinya mencela aku, melainkan beliau berkata: biarkan dia. Sesungguhnya hal ini terjadi karena telah ditetapkan oleh takdir Allah.”
  1. Diceritakan bahwa Imam Ali Karromallahu wajhahu memanggil seorang sahayanya, namun ia tidak menjawabnya. Maka Imam Ali memanggilnya untuk kedua dan ketiga kalinya. Namun ia tidak menjawabnya. Kemudian beliau mendatanginya. Dilihatnya sahaya itu sedang berbaring.

Maka Imam Ali berkata, “Hai anak, tidakkah engkau mendengar?” Anak itu menjawab: “Ya”. Imam Ali berkata: “Mengapa engkau tidak menjawab aku, ketika aku memanggilmu?” Anak itu menjawab: “Karena aku merasa aman dari hukumanmu. Maka aku pun bermalas-malasan.” Maka Imam Ali berkata, “Pergilah, engkau bebas merdeka demi ridha Allah.”

  1. Diceritakan dari Qais bin ‘Ashim bahwa di saat ia sedang duduk pada suatu hari di rumahnya, tiba-tiba datang . kepadanya seorang sahaya perempuan membawa alat pemanggang daging yang ada dagingnya. Tiba-tiba alat itu terjatuh dari tangannya hingga menimpa seorang anaknya, lalu meninggal dunia. Sahaya itu terkejut. Kemudian Qais berkata kepadanya, “Tidak perlu engkau merasa takut.” Qais memaafkannya dan membebaskannya karena Allah Ta’ala.

16. APA KEWAJIBANMU TERHADAP TETANGGAMU?

  1. Para tetanggamu mencintaimu dan mencintai ibu bapakmu, kedua orang tuamu menyuruhmu mencintai mereka dan berbuat baik kepada mereka, karena mereka mempunyai hak yang besar. Hingga dikatakan dalam hadits: ”Berbuat baiklah kepada tetanggamu, maka engkau akan menjadi muslim sejati.”

Dalam hadits lain: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetanganya.” Pisebutkan pula: “Tetangga itu ada tiga macam, tetangga yang mempunyai satu hak dan tetangga yang mempunyai dua hak serta tetangga yang mempunyai tiga hak. Tetangga yang mempunyai tiga hak adalah tetangga muslim yang mempunyai Ikatan kerabat. Maka ia mempunyai hak sebagai tetangga, hak Islam dan hak kerabat. Adapun tetangga yang mempunyai dua hak adalah tetangga muslim. la mempunyai hak tetangga dan hak Islam. Adapun tetangga yang mempunyai satu hak adalah tetangga musyrik yang hanya mempunyai hak tetangga.”

  1. Tetangga-tetangga itu saling membantu satu dengan yang lain. Apabila seseorang membutuhkan alat-alat dan barang-barang misalnya, maka ia meminjamnya dari tetangganya. Maka mereka pun meminjaminya dengan senang dan gembira. Terkadang ia meminjam uang atau makanan dari mereka. Mereka pun bisa meminjam darinya jika membutuhkannya. Apabila seorang pencuri masuk ke rumahnya atau tefjadi kebakaran di tempat itu, datanglah para tetangganya untuk membantunya menangkap pencuri dan memadamkan api. Begitu pula apabila datang dari perjalanan atau lahir seorang anaknya, datangiah para tetangganya ke rumahnya untuk ikut bergembira atas kelahiran itu. Apabila ia sakit, mereka turut bersedih dan datang ke rumahnya menanyakan keadaannya. Mereka mendo’akannya agar sehat kembali. Bilamana ada yang meninggal di antara keluarganya, mereka datang ke rumahnya untuk membantu dan berduka cita serta mengantarkan jenazah orang yang meninggal itu.
  1. Engkau harus bersikap sopan santun terhadap tetanggamu dengan mendahului dalam memberi salam kepada mereka dan tersenyum di hadapan mereka, membantu mereka bila mereka memerlukan bantuanmu dan sangat berhati-hati untuk tidak mengganggu mereka. Apabila engkau membeli buah-buahan atau sesuatu lainnya, berilah mereka. Jika engkau tidak melakukannya, maka masukkan ke dalam rumahmu secara diam-diam dan jangan membuat mereka marah. Jangan mengganggu mereka dengan bau masakan dari pancimu, kecuali bila engkau memberi mereka dari makanan itu.

Dalam hadits: “Tidaklah beriman denganku barang siapa yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya lapar di sampingnya sedangkan ia mengetahuinya.”

Hendaklah engkau berhati-hati agar jangan bertengkar dengan mereka atau bersikap sombong terhadap mereka dengan hartamu atau harta ayahmu, atau mengejek mereka, ataupun mengeraskan suaramu pada waktu mereka tidur, atau melempari rumah-rumah mereka ataupun mengotorinya, atau memata-matai mereka dari atas atap, dari lubang dinding atau dari pintu-pintu.

Allah Ta’ala berfirman: “Janganlah kamu memata matai” (Al Hujurat: 12).

Mengganggu tetangga adalah dosa besar. Dalam hadits: “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatannya.”

  1. Jika engkau terganggu oleh tetangga-tetangga yang jahat, maka bersabarlah atas gangguan mereka. Waspadalah, jangan mengikuti perilaku mereka yang buruk agar engkau selamat dari kejahatan mereka. Jauhilah pergaulan dengan anak-anak mereka agar tidak meniru watak mereka yang buruk, sehingga engkau menjadi jahat seperti mereka.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker