Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Adabu Sulukil Murid

Fasal

Keharusan bagi murid (yang berikutnya) adalah ia bersungguh-sungguh dalam mengindarkan anggota badannya dari kemaksiatan dan perbuatan-perbuatan dosa. Jangan sampai ia menggerakkannya pada satu hal apapun kecuali dalam ketaatan. Dan jangan sampai ia mempekerjakannya kecuali pada sesuatu yang manfaatnya kembali menuju akhirat.

Hendaknya seorang murid menekankan dalam menjaga lidah. Karena bentuk lidah itu kecil tapi kejahatannya sangat besar. Oleh karena itu, hendaknya si murid menjauhkan lidahnya dari berbohong, menggunjing dan ucapan-ucapan lain yang dilarang. Dan jagalah dari ucapan yang kotor dan jangan sampai lidahnya terjebak ke dalam perkara yang tidak ada gunanya. Walaupun ucapan (yang keluar tersebut) tidak termasuk perkara haram. Karena hal tersebut akan menyebabkan hatinya keras dan menyia-nyiakan waktu (umur).

Bahkan bagi murid sebaiknya tidak menggerakkan lidahnya kecuali dengan (menggerakannya — untuk) membaca al Qur’an, berdzikir, memberi nasihat kepada orang islam, menyuruh dalam kebaikan, mencegah kemunkaran ataupun menggerakan lisan pada sesuatu yang termasuk kebutuhan-kebutuhan dunianya yang menjadi perantara untuk kepentingan akhirat.

Rasulullah Saw telah bersabda: “Setiap ucapan keturunan Adam akan mencelakakannya tidak akan menguntungkannya kecuali (ucapan untuk) berdzikir kepada Allah, menyuruh berbuat baik ataupun mencegah dari kemunkaran.”

Ketahuilah, bahwa pendengaran dan penglihatan adalah dua pintu yang terbuka menuju hati, setiap apapun yang masuk melalui keduanya akan sampai ke hati. Dan banyak sekali segala sesuatu yang didengar manusia atau dilihatnya merupakan perkara yang tidak seharusnya membekas ke dalam hati yang (nantinya) sulit dihilangkan.

Karena hati cepat sekali terpengaruh dengan apapun yang memasukinya. Ketika hati sudah terpengaruh (membekasnya pengaruhpengaruh buruk) maka akan sulit menghapusnya. Untuk itu, hendaknya seorang murid terus memperhatikan dalam menjaga pendengaran dan penglihatannya serta bersungguh-sungguh mencegah seluruh anggota badannya dari berbuat dosa dan berlebih-lebihan.

Dan si murid hendaknya (juga) berhati-hati dangan pandangan menganggap baik bunga-bunga dunia dan keindahannya, karena secara dhohir dunia adalah fitnah dan secara batin adalah sebuah pelajaran. Mata adalah organ fisik yang melihat tampak luar dunia yakni berupa fitnahnya dan hati yang melihat sisi dalamnya (batin) sebagai pelajaran. Banyak sekali murid memandang kemegahan dunia kemudian hatinya menjadi terpikat dan cenderung mencintai serta berupaya mengumpulkan dan menumpuk-numpuknya.

Oleh karena itu, engkau wahai murid sebaiknya menundukkan pandanganmu dari semua ciptaan dan janganlah memandang apapun dari dunia kecuali dengan tujuan mengambil pelajaran. Maksudnya, saat melihatnya kau ingat bahwa seluruh Ciptaan (dunia) akan rusak dan hilang (bahkan) dahulunya merupakan perkara yang tidak ada. Dan sesunguhnya manusia yang memandang (berkecenderungan) pada dunia telah mati terlebih dahulu sementara dunia masih ajeg (tidak ikut menemaninya). Dan banyak sekali orang-orang sekarang mewarisi peninggalan keduniawian orang-orang dahulu.

Dan ketika kau melihat seluruh perkara yang ada, lihatlah dengan pandangan mencari bukti atas kesempurnaan kekuasaan Dzat Yang Menciptakannya dan Yang Meng-adakannya, subhanallah. Karena seluruh apapun yang telah ada (tercipta) itu menyeru dengan bahasanya tersendiri yang didengar oleh orang-orang yang hatinya telah diberi cahaya (oleh Allah) dan mereka memandang dengan pertolongan cahanya dari Allah, (seruan mereka adalah): “Tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Perkasa dan Bijaksana.”

Fasal

Bagi seorang murid sebaiknya terus-menerus dalam keadaan suci. Setiap ia berhadats (langsung) berwudhu dan shalat dua rokaat. Apabila si murid sudah berkeluarga kemudian mendatangi istrinya (berhubungan intim) maka bersegeralah mandi jinabat pada waktu itu juga, jangan sampai berdiam diri dalam keadaan junub. Untuk membantu murid terus-menerus dalam keadaan suci adalah dengan menyedikitka makan. Karena orang yang banyak makan akan sering berhadats, oleh karena itu ia akan sangat kesulitan mempertahankan selalu keadaan suci. Mengurangi makan juga membantu untuk tidak tidur (terjaga), sementara itu terjaga / tidak tidur merupakan salah satu tugas dan kegiatan (sebagai pemenuhan) keinginannya (menuju Allah) yang paling ditekankan.

Perkara (berikutnya) yang seharusnya dilakukan oleh murid adalah tidak makan kecuali dalam keadaan lapar, tidak tidur kecuali ia tidak sengaja tertidur, tidak berbicara kecuali memang perlu dan tidak mencampuri / bergaul dengan orang lain kecuali apabila dalam bergaul tersebut terdapat manfaat. Barang siapa yang banyak makan hatinya akan menjadi keras dan anggota badannya menjadi berat untuk beribadah. Banyak makan juga akan berakibat pada banyak tidur dan banyak bicara.

Sementara murid yang banyak tidur dan bicaranya, keinginannya (menuju Allah) akan menjadi gambaran (imajinasi) saja yang tidak ada wujud sejatinya. Dan (disebutkan) di dalam hadits: “Tidak ada Suatu tempat -wadah- yang dipenuhi oleh keturunan Adam yang lebih buruk daripada perut. (Sebenarnya) cukup bagi manusia hanya beberapa Suapan kecil makanan yang mampu untuk menopang tulang belakangnya. Apabila ia harus (makan lebih) maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya (udara).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker