Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Adabu Sulukil Murid

Fasal

Keharusan bagi murid yaitu bersungguh-sungguh (tekun) dalam menjaga hatinya dari was-was, kerusakan hati dan kemauan yang rendah. Hendaknya si murid menjadikan di pintu hatinya sebuah penjaga yang mengawasi dan yang mencegah tiga hal tersebut memasuki hatinya. Karena apabila hal itu telah masuk maka hati akan rusak dan apabila sudah terlanjur masuk maka akan sulit untuk mengeluarkannya.

Dah hendaknya si murid menekankan dalam membersihkan hatinya yang notabene sebagai tempat untuk Tuhannya “melihat” yakni dibersihkan dari kecenderungan pada kesenangan-kesenangan duniawi, dendam, dengki, berbuat curang dan dibersihkan dari prasangka buruk pada sesama orang islam.

Hendaknya murid tadi menjadi orang yang suka menasehati mereka (sesama manusia), mengasihi, welas asih terhadap mereka dan meyakinkan kebaikan pada diri mereka. Dan hendaknya si murid mencintai kebaikan bagi mereka sebagaimana membuat dirinya sendiri menjadi senang. Dan membenci keburukan bagi mereka sebagaimana menjadikan si murid tidak nyaman.

Dah ketahuilah wahai murid bahwa hati mempunyai (potensi) perbuatan yang menyimpang (dosa) yakni perbuatan yang lebih keji, buruk dan lebih jelek dari maksiat-maksiat anggota dhohir. Dan hati tidak pantas untuk memperoleh ma’rifatullah (pengetahuan dari Allah yang bersifat “pemberian), kecintaan Allah ta’ala kecuali setelah perbuatan tersebut dibersihkan dan dikeluarkan.

Perbuatan hati yang paling buruk adalah sombong, riya’ (pamer) dan dengki. Kesombongan menunjukkan pelakunya berada pada puncak kedunguan, kebodohan dan ketololan. Bagaimana ia pantas untuk sombong sementara ia tahu bahwa dirinya adalah orang yang diciptakan dari setetes air mani yang menjijikkan dan hanya selang sebentar menjadi benda kering yang jijik. Dan apabila dia (Si murid) memiliki keunggulan dan kebaikan-kebaikan maka hal tersebut merupakan anugerah Allah dan perbuatan-Nya. Si murid tidaklah memiliki kekuasaan apapun pada kelebihankelebihan tadi dan ia tidak mempunya daya serta kekuatan untuk memperolehnya.

Apakah ketika menyombongkan sesuatu yang merupakan pemberian yakni anugerah Allah kepada sesama hamba-Nya tidak menghawatirkan (apabila) pemberian-Nya dicabut sebab perilakunya yang buruk serta merebut bagian sifat Tuhannya? Sebab kesombongan merupakan salah satu sifat Allah yang Maha Perkasa lagi Maha “Sombong” (Maha Megah)

Adapun riya’ (pamer) itu menunjukkan kekosongan hati orang yang pamer tersebut dari keagungan Allah dan kebesaran-Nya. Karena ia berbuat dan menjadi baik di mata para makhluk sementara ia tidak menerima ilmunya Allah Tuhan seluruh semesta. Barang siapa yang beramal sholih dan ia merasa senang diketahui orang lain sebab amal tersebut supaya mereka memuliakannya, dan bersikap baik padanya. Orang yang seperti ini disebut orang yang riya’ (pamer) sekaligus bodoh dan berhasrat keduniawian.

Karena zahid (orang yang zuhud) adalah orang yang apabila didatangi para manusia dengan diagungkan, diberri harta mereka maka ia akan menghindari dan membenci hal tersebut. Hal ini (bagi orang yang riya’) merupkan mencari dunia dengan amal perbuatan akhirat, untuk Siapa coba yang lebih bodoh darinya? Ketika orang yang terbiasa pamer belum mampu zuhud maka seyogyanya ia meminta harta dunia dari pemiliknya yakni Allah. Karena seluruh hati makhluk itu berada dalam genggaman-Nya dan juga Ia akan memberi harta dunia kepada siapa saja yang mendatangi-Nya serta Ia akan menyerahkan harta dunia kepadanya pada sesuatu yang Ia kehendaki.

Adapun dengki adalah memusuhi Allah secara terang-terangan dan melawan di Kerajaan-Nya secara nyata. Karena Allah Yang Maha Suci memberikan nikmat pada sebagian hambanya dengan suatu kenikmatan maka sudah jelas Dia menghendakinya dan Dia memilihnya karena tidak ada yang bisa memaksany Allah taala. Karena ketika seorang hamba (budak) menentang apa yang telah diinginkan Tuannya maka hamba tersebut sudah melakukan perbuatan yang buruk (tidak bertatakrama). Dan ia pantas mendapatkan kerugian.

Kemudian, dengki kadangkadang terjadi pada urusan dunia seperti jabatan dan harta. Urusan ini merupakan hal sepele untuk di-dengkikan. Akan tetapi, sebaiknya kau mengasihi orang yang diberi cobaan dengan hal ini (yakni dengan jabatan dan harta dunia). Dan kau sebaiknya kau berterima kasih kepada Allah yang telah menyelamatkanmu darinya.

Dan terkadang dengki terjadi pada urusan akhirat seperti ilmu dan kebaikan. Sangat buruk bagi murid dengki kepada orang yang sama-sama merambah jalan menuju Allah dan samasama saling menolong dalam urusannya (bisa disebut saingan atau rival). Namun, seharusnya si murid merasa senang karena ia telah membantunya dan ia telah menjadi seseorang yang kuat.

Sementara orang mu’mim menjadi banyak sebab bersama-sama saudaranya. Bahkan satu hal yang seharusnya bagi murid lakukan adalah mencintai dengan batinnya dan tekun berjuang dengan badannya pada semua manusia yakni rekan yang satu tujuan) atas dasar menuju Allah dan terus melakukan ketaatan kepada-Nya. Dan tidak mempedulikan apakah mereka akan mengunggulinya atau malah si murid mengungguli mereka. Karena hal tersebut merupakan pemberian dari Allah. Sementara itu Allah subhanahu wa taalamemberikan rahmat kasih sayang-Nya kepada siapapun yang Ia inginkan.

Di dalam hati terdapat banyak akhlak yang tidak terpuji, kami tidak akan menyebutkan (di sini) karena (kami) ingin (menjadikan kitab ini) ringkas. Dan kami akan menuliskan -sebagai perhatian lebih- pada induk dari akhlak-akhlak yang tercela.Induk dan pangkal seluruh akhlak buruk serta pusat pertumbuhannya adalah mencintai dunia. Jadi mencintai keduniawian adalah sumber utama seluruh dosa seperti (keterangan) yang telah datang (dari Rasulullah). Ketika hati telah selamat dari mencintai dunia maka hati akan menjadi selaras, bening, bercahaya, baik dan telah layak menerima cahaya-cahaya -dari Allah- dan pantas dibukakan dengan rahasia-rahasia-Nya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker