11. IBUMU YANG PENYAYANG
Ketahuilah wahai anakku, bahwa ibumu telah banyak bersusah payah demi dirimu. Ia mengandung dirimu selama sembilan bulan di dalam perutnya, kemudian menyusuimu dan mengasuhmu dengan asuhan yang baik sehingga engkau menjadi besar. Ia membersihkan tubuh dan bajumu, menyiapkan tempat tidur serta makananmu dan menjagamu dari setiap gangguan.
Ibumu menyayangimu dan sangat mencintaimu. Ia berharap agar engkau menjadi anak yang terbaik. Walaupun dengan bersusah payah, ia bersabar demi dirimu dan gembira denganmu. Ia bergembira jika melihatmu dalam keadaan sehat dan selamat. Ia bersedih jika engkau bersedih atau sakit. Ia berusaha keras menyiapkan obat dan mendo’akan kesembuhanmu. Ia tidak puas dan belum lega, kecuali jika engkau telah sembuh benar.
Lihatlah kepada saudaramu yang masih kecil, bagaimana ibumu bersusah payah mengasuhnya dan bagaimana ia sangat mencintainya agar engkau mengetahui keadaanmu pada waktu kecil.
12. SOPAN SANTUN ANAK TERHADAP IBUNYA
Wahai anak yang beradab! Apabila engkau mengetahui jerih payah ibumu dalam memeliharamu dan besarnya kecintaannya untukmu, maka dengan apakah engkau akan membalasnya?
Tentu saja, engkau tidak mampu membalas ibumu. Kewajibanmu adalah mengamalkan sopan santun ini.
Hendaklah engkau mematuhi perintah – perintahnya disertai kecintaan dan penghormatan. Engkau kerjakan segala sesuatu yang menggembirakan hatinya. Engkau selalu tersenyum di hadapannya dan menjabat tangannya setiap hari serta mendo’akannya panjang umur dalam keadaan sehat wal afiat.
Hendaklah engkau waspada terhadap segala sesuatu yang menyakitkan hatinya. Janganlah berwajah cemberut bila ia menyuruhmu melakukan sesuatu atau marah kepadamu. Jangan berdusta kepadanya atau memakinya atau berbicara dengan perkataan
yang buruk di hadapannya, atau melihat kepadanya dengan pandangan yang tajam dan janganlah mengeraskan suaramu melebihi suaranya.
Apabila engkau minta sesuatu dari ibumu, maka janganlah memintanya dihadapan tamu. Apabila ia menolakmu, maka diamlah. Janganlah engkau marah, menangis atau menggerutu terhadapnya.
13. SHALEH DAN IBUNYA
Shaleh adalah seorang anak yang berbakti kepada ibunya. Pada suatu hari ibunya sakit. Shaleh sangat bersedih. Ia minta izin dari guru – gurunya untuk tinggal dengannya di rumah dan melayaninya, karena ia tidak punya pelayan perempuan.
Kadang – kadang Shaleh membelikan obat untuknya dari apotek dan sekali waktu ia membelikan makanan baginya serta buah – buahan dari pasar. Ia menghidangkan makanan atau obat yang dibutuhkannya dan menghibur hatinya dengan perkataan yang baik. Setelah beberapa hari, ibunya sembuh dari sakitnya. Shaleh sangat gembira, dan terus berdo’a kepada Allah agar menjaga ibunya dan mengekalkan kesehatannya.
14. AYAHMU YANG BERBELAS KASIH
Ketahuilah wahai anak yang terpuji! Sesungguhnya ayahmu mencintaimu juga seperti ibumu. Ia keluar setiap hari dari rumah dengan bersabar atas kepayahan dan kepanasan. Ia pergi ke toko atau pasar untuk mendapatkan uang yang dibelanjakannya untukmu. Ia membeli pakaian dan makanan dan segala sesuatu yang engkau butuhkan. Meskipun demikian ia senang dan gembira.
Ayahmu memelihara kesehatanmu dan menjagamu dari segala sesuatu yang mengganggumu. Apabila engkau sakit, maka ia sedih sekali. Ia memanggil dokter bagimu dan membeli obat – obatan untukmu. Ia tidak gembira, kecuali jika engkau sembuh. Ia selalu berdo’a kepada Allah untukmu, agar Allah memberimu kesehatan dan keselamatan.
Ayahmu memikirkan masalah pendidikanmu setiap waktu. Oleh karena itu ia memasukkanmu ke sekolah dan membeli kitab – kitab dan alat – alat belajar untukmu, agar di masa depan engkau menjadi seorang yang sempurna dalam ilmu dan sopan santunnya, berguna untuk dirinya dan bangsanya.
15. SOPAN SANTUN ANAK TERHADAP ANAKNYA
Wahai anak yang tercinta! Engkau harus bersikap sopan santun terhadap ayahmu sebagaimana engkau bersikap sopan santun terhadap ibumu, mematuhi perintah – perintahnya dan mendengarkan nasihat – nasihatnya, karena ia tidak menyuruhmu kecuali dengan sesuatu yang berguna untukmu, dan ia tidak melarangmu, kecuali dari sesuatu yang merugikanmu.
Hendaklah senantiasa engkau meminta keridhaannya dengan menjaga kitab – kitab dan pakaian – pakaian serta semua peralatan belajarmu. Engkau mengaturnya ditempatnya dan tidak menghilangkan sesuatu pun darinya. Hendaklah engkau bersungguh – sungguh dalam membaca pelajaran – pelajaranmu.
Hendaklah engkau mengerjakan segala sesuatu di dalam dan di luar rumah yang menyenangkan hatinya dan janganlah memaksa ayahmu membelikan sesuatu untukmu. Janganlah mengganggu salah seorang dari saudaramu, laki – laki ataupun perempuan.
Apabila engkau menyenangkan kedua orang tuamu, maka Tuhanmu akan meridhaimu dan engkau pun akan hidup bahagia di dunia dan akhirat.









One Comment