Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 1

26. SOPAN SANTUN DALAM BERJALAN

Seorang murid patutlah berjalan dengan lurus. Ia tidak boleh menoleh ke kanan dan ke kiri tanpa keperluan. Ia tidak boleh bertingkah dengan gerakan yang tidak pantas. Ia tidak patut berjalan dengan terlampau cepat dan tidak boleh berjalan lamabt. Ia tidak boleh makan atau bernyanyi ataupun membaca kitabnya sambil berjalan.

Ia harus menghindari lumpur dan kotoran agar tidak jatuh atau kotor bajunya. Ia harus menghindari jalanan yang sempit dan penuh sesak agar tidak bertabrakan dengan seseorang atau kehilangan sesuatu alatnya. Ia tidak boleh berhenti di jalan untuk mencampuri urusan orang lain atau menghentikan salah seorang temannya, supaya tidak terlambat dari waktu sekolah yang telah ditentukan.

Ia tidak boleh bergurau apabila berjalan bersama teman – temannya dan tidak boleh mengeraskan suaranya ketika berbicara atau tertawa, dan tidak boleh mengejek seseorang. Semua itu buruk sekali dan tidak pantas bagi seorang murid yang berpendidikan.

Ia tidak boleh lupa mengucapkan salam kepada siapapun yang ia jumpai di jalan, khususnya bila orang itu adalah ayah atau gurunya.

27. SOPAN SANTUN MURID DI SEKOLAH

Apabila murid sampai ke sekolahnya, ia harus menyeka sepatunya dengan kain penyeka. Kemudian ia harus pergi ke kelasnya, lalu membuka pintunya dengan perlahan – lahan. Ia wajib masuk dengan sopan dan member salam kepada teman – temannya dan menjabat tangan mereka. Ia patut tersenyum sambil berkata, “Selamat pagi dan bahagia.” Kemudian ia harus meletakkan tasnya di laci bangkunya. Jika datang gurunya, ia harus berdiri dari tempatnya, dan menyambutnya dengan penuh kesopanan dan penghormatan, serta menjabat tangannya.

Ketika bel berbunyi ia berdiri bersama teman – temannyadi dalam barisan dengan tegap. Ia tidak boleh berbicara atau bermain bersama mereka. Kemudian ia langsung memasuki kelasnya dengan tenang setelah mendapat isyarat dari gurunya. Maka ia pun harus menuju ke tempat duduknya dan duduk dengan baik, yaitu duduk tegak dan tidak membengkokkan punggungnya, tidak menggerakkan kedua kakinya, tidak mendesak lainnya, tidak meletakkan kaki yang satu diatas kaki yang lain, tidak mempermainkan tangannya dan tidak meletakkan tangannya dibawa pipinya.

Hendaklah ia diam mendengarkan pelajaran, dan tidak menoleh ke kanan serta ke kiri, tetapi menghadap gurunya. Hendaklah ia tidak berbicara dengan seseorang atau membuatnya tertawa, karena hal itu mencegahnya dari memahami pelajaran dan mencegah orang lain memahaminya sehingga guru akan marah kepadanya. Apabila ia tidak memahami pelajaran – pelajarannya, maka pastilah ia akan gagal dalam ujian.

28. BAGAIMANA MURID MEMELIHARA ALAT – ALATNYA

Setiap murid haruslah memelihara alat – alatnya dengan mengaturnya semua di tempatnya agar tidak rusak atau hilang ataupun kotor. Jika ia tidak mengaturnya, tentu ia akan susah kalau menghendaki sesuatu daripadanya. Waktunya akan habis untuk mencari. Patutlah ia member sampul kitab – kitabnya dan buku – buku tulisnya agar tidak robek atau kotor. Hendaklah ia waspada untuk tidak menjilat jari – jarinya, jika ia ingin membolak balik kertas – kertas kitab dan buku tulisnya, karena hal itu adalah kebiasaan yang buruk, bertentangan dengan sopan santun dan membahayakan kesehatan.

Seorang murid harus pula memelihara pensilnya agar tidak jatuh dan patah. Jika ia ingin meruncingkannya, janganlah ia meruncingkannya di bangku atau lantai ataupun dengan sampul buku tulisnya dan kitabnya. Akan tetapi ia harus memakai alat peruncing/peraut. Janganlah ia menghisap pena dengan kedua bibirnya atau menghapus tulisannya dengan air ludahnya, tetapi dengan alat penghapus (setip). Janganlah ia mengeringkan tinta dengan bajunya, tetapi hendaklah ia menggunakan kain pengering.

29. BAGAIMANA MURID MEMELIHARA ALAT – ALAT SEKOLAH

Sebagaimana seorang murid harus memelihara alat – alat belajarnya, ia pun harus memelihara alat – alat sekolah dengan tidak merusak atau mengotori bangku – bangku dan meja serta kursi – kursi. Hendaklah ia tidak menulis di atas dinding – dinding sekolah dan pintu – pintunya, serta tidak memecahkan kaca – kacanya.

Hendaklah ia tidak mengotori lantai dengan meludah atau membuang ingus di atasnya ataupun membuang bekas rautan pensil yang diruncingkan dan potongan – potongan kertas di atasnya. Akan tetapi hendaklah ia membuangnya di dalam keranjang khusus. Hendaklah ia tidak mempermainkan bel sekolah dan tidak menulis di papan tulisnya atau merusakkan penghapusnya.

30. SOPAN SANTUN MURID TERHADAP GURUNYA

Wahai murid yang sopan! Sesungguhnya gurumu banyak merasakan payah dalam mendidikmu. Ia mendidik akhlakmu dan mengajari ilmu yang berguna bagimu dan menasihatimu dengan nasihat – nasihat yang berguna. Semua itu dilakukan karena ia sangat mencintaimu sebagaimana ayah dan ibumu mencintaimu. Gurumu berharap di masa depanmu engkau menjadi seorang yang pandai dan berpendidikan.

Hormatilah gurumu sebagaimana engkau menghormati kedua orang tuamu, dengan duduk sopan di depannya dan berbicara kepadanya dengan penuh hormat. Apabila ia berbicara, maka janganlah memutuskan pembicaraannya, tetapi tunggulah hingga ia selesai darinya.

Dengarkanlah pelajaran – pelajaran yang diberikan oleh guru. Jika engkau tidak memahami sesuatu dari pelajaran – pelajaranmu, maka bertanyalah kepadanya dengan lemah lembut dan hormat, dengan mengangkat jarimu lebih dahulu sehingga ia mengizinkan engkau bertanya. Apabila ia bertanya kepadamu tentang sesuatu, maka berdirilah dan jawablah pertanyaan dengan jawaban yang baik. Dan engkau tidak boleh menjawab jika ia bertanya kepada selainmu, maka ini tidak sopan.

Apabila engkau ingin dicintai gurumu, maka laksanakanlah kewajiban – kewajibanmu, yaitu engkau tetap hadir setiap hari dalam waktu yang ditentukan. Maka janganlah absen atau dating terlambat, kecuali bila ada halangan yang benar. Hendaklah engkau segera masuk ke dalam kelas sesudah istirahat. Janganlah suka terlambat. Jika gurumu menegurmu, janganlah engkau beralasan dihadapannya dengan alasan – alasan yang tidak benar.

Hendaklah engkau memahami seluruh pelajaranmu dan selalu menghafal serta mempelajarinya. Hendaklah engkau memperhatikan kebersihan kitab – kitab dan alat – alatmu serta ketertibannya. Hendaklah engkau tunduk kepada perintah – perintah guru dari hatimu, bukan karena takut hukuman. Janganlah engkau marah jika ia menghukummu, karena ia tidak akan menghukummu, kecuali agar engkau melaksanakan kewajiban – kewajibanmu, dan jika engkau sudah besar, engkau akan berterima kasih kepadanya atas hal itu.

Walaupun ia menghukummu, gurumu tetap mencintaimu dan berharap agar hukuman ini berguna bagimu. Oleh karena itu, berterima kasihlah kepada guru atas keikhlasannya dalam mendidikmu dan janganlah melupakan kebaikannya selama – lamanya. Adapun murid yang rusak akhlaknya, maka ia pun marah jika gurunya menghukumnya, kadang – kadang ia mengadukan hal itu kepada ayahnya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker