31. SOPAN SANTUN MURID TERHADAP TEMAN – TEMANNYA
Wahai murid yang cerdas! Engkau belajar bersama teman – temanmu di satu sekolah dan engkau pun hidup bersama saudara – saudaramu dalam satu rumah. Oleh karena itu cintailah mereka sebagaimana engkau mencintai saudara – saudaramu. Hormatilah orang yang lebih tua darimu dan sayangilah anak yang lebih muda darimu, hendaklah engkau membantu teman – temanmu untuk mendengar keterangan guru pada waktu pelajaran dan memelihara tata tertib.
Pada waktu istirahat bermainlah bersama mereka di halaman, bukan di dalam kelas. Jauhilah pemutusan hubungan dan pertengkaran, dan teriakan serta permainan yang tidak pantas bagimu.
Apabila engkau ingin dicintai di antara teman – temanmu, maka janganlah kikir terhadap mereka jika mereka meminjam sesuatu darimu, karena sifat kikir itu buruk sekali. Janganlah sombong terhadap mereka jika engkau seorang anak yang pandai atau rajin ataupun kaya, karena kesombongan bukanlah dari akhlak anak – anak yang baik. Akan tetapi jika engkau melihat seorang murid yang malas, maka nasihatilah dia supaya ia bersungguh – sungguh dan meninggalkan kemalasanya. Atau anak yang bodoh, maka bantulah dia untuk memahami pelajaran – pelajarannya. Atau anak yang miskin, sayangilah dan bantulah dia dengan apa yang engkau dapat membantunya.
Janganlah mengganggu temanmu dengan menyempitkan tempat duduknya atau menyembunyikan sebagian peralatannya ataupun memalingkan pipimu kepadanya atau memandang kepadanya dengan pandangan tajam atau berburuk sangka kepadanya.
Jangan pula mengganggu dengan meneriakinya dari belakang agar ia terkejut, atau meniup ditelinganya atau berteriak di telinganya. Apabila engkau meminjam sesuatu darinya, maka janganlah merusakkan atau menghilangkan atau mengotorkannya. Kembalikanlah barang itu segera kepadanya dan berterima kasihlah atas kebaikannya.
Jika engkau berbicara dengan temanmu, maka berbicaralah dengan lemah lembut dan tersenyum. Janganlah mengeraskan suaramu atau bermuka cemberut. Janganlah marah, dengki dan berkata buruk. Janganlah berdusta, mencaci dan mengadu domba. Janganlah bersumpah pada waktu berbicara, walaupun engkau benar.
32. NASIHAT – NASIHAT UMUM (1)
Wahai anak yang cerdas! Apabila engkau meminta sesuatu dari seseorang, janganlah mengatakan kepadanya: berilah itu, lakukan begini, misalnya. Akan tetapi, gunakanlah kesopanan dan katakanlah: silakan, atau tolong lakukan begini. Kemudian berterima kasih kepadanya atas bantuannya bagimu dengan mengucpkan: terima kasih, atau saya ucapkan terima kasih kepadamu, atau semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.
Apabila seseorang berbicara kepadamu, maka dengarkanlah kepadanya. Janganlah memutuskan pembicaraannya, tetapi tunggulah sampai ia selesai darinya. Apabila ia menyampaikan perkataan kepadamu atau bercerita, sedangkan engkau telah mendengar cerita itu, maka janganlah engkau mengatakan kepadanya, “Aku telah mendengar cerita ini.” Agar tidak patah hatinya.
Peliharalah kebersihan gigimu dengan menggunakan siwak atau sikat gigi setiap hari, hingga tetap bersih atau tidak rusak. Janganlah engkau menghisap jarimu atau menggigit kuku – kukumu dengan gigi – gigimu atau memasukkan jarimu di dalam hidungmu atau telingamu, terutama dihadapan orang – orang.
Termasuk kebiasaan – kebiasaan buruk adalah, bila anak menyelidiki rahasia – rahasia orang lain. Jika melihat surat yang bukan miliknya, ia membacanya, atau melihat seseorang membaca surat, ia bertanya kepadanya darimana surat itu dan apa isinya? Atau ia menjumpai dua orang berbicara di dekatnya, lalu ia mendekati kedua orang tua itu untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
33. NASIHAT – NASIHAT UMUM (2)
Termasuk kebiasaan – kebiasaan buruk pula adalah bila murid memakai kitab anak lain atau pensilnya tanpa seizinnya atau menemukan sesuatu yang hilang di jalan, lalu memilikinya. Ia wajib mengembalikannya kepada pemiliknya. Dan juga bila ia meminjam sesuatu, lalu merusakkannya atau tidak ingin mengembalikannya kepada pemiliknya.
Termasuk kebiasaan – kebiasaan yang tidak disukai pula, apabila seorang anak ditanyai, lalu ia menjawab dengan menggerakkan kepalanya atau bahunya, atau segera menjawab, padahal yang ditanya adalah orang lain.
Adalah merupakan perbuatan tercela bila seseorang anak tidak memotong rambutnya atau mencukurnya ataupun menyisirnya, sehingga menjadi panjang dan buruk pemandangannya. Juga bila ia tidak menggunting kuku – kukunya, sehingga menumpuk kotoran – kotoran di bawahnya dan jika ia tidak mandi atau tidak mengganti bajunya sehingga keluar bau busuk darinya.
Janganlah bermain sesuatu yang membahayakanmu seperti: tanah, api, dan kotoran – kotoran. Terkadang anak bermain korek api sehingga api menyala di pakaiannya dan membakar tubuhnya, atau bermain dengan kotoran – kotoran sehingga terkena kudis dan gatal – gatal.
Peliharalah kesehatanmu dengan berolah raga di udara bersih setiap pagi agar sehat tubuhmu, karena akal yang sehat terdapat dalam tubuh yang sehat. Hiruplah udara dengan hidungmu, bukan dengan mulutmu. Jauhilah udara yang kotor.
Jangan memakan makanan yang terbuka, mungkin saja cecak atau tikus ataupun serangga – serangga lainnya telah berjalan di atasnya. Janganlah memakan buah yang mentah atau busuk. Makanlah buah yang masak setelah mencucinya baik – baik dan jangan meminum air yang keruh. Jangan biarkan nyamuk menggigitmu. Hindarilah lalat dan usirlah ia dari wajahmu. Janganlah memakan makanan yang dihinggapinya dan jangan pula makan seperti anak – anak rakus yang makan dari makanan – makanan yang dijual di jalan – jalan, dalam piring yang kotor dan dibiarkan terkena debu – debu dan lalat – lalat.
Termasuk kebiasaan – kebiasaan yang merugikan pula adalah berlebih – lebihan dan pemborosan. Misalnya: jika ayah memeberikan anaknya beberapa rupiah, ia membeli barang – barang yang tidak berguna baginya atau tidak membutuhakannya benar – benar. Maka ia terpak sa berhutang dari teman – temannya, bila membutuhkan sesuatu dan mebiasakan berhutang sejak kecilnya.
Adapun anak yang berakal, maka ia suka menabung dan menyimpan, untuk ia tidak perlu berhutang, maka ia akan hidup senang dan gembira.









One Comment