Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 1

6. ANAK YANG JUJUR

Muhammad adalah seorang anak yang jujur. Ia takut kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya.

Pada suatu hari saudara perempuannya Su’ad berkata kepadanya, “Hai saudaraku, ayah kita telah keluar dari rumah. Marilah kita membuka lemari makanan untuk memakan makanan – makanan yang lezat. Ayah kita tidak melihat kita.”

Muhammad menjawab, “Benar saudaraku. Ayah tidak melihat kita, tetapi tidaklah engkau ketahui bahwa Allah melihat kita.

Waspadalah terhadap perbuatan buruk seperti ini, karena seandainya engkau mengambil sesuatu tanpa kerelaan ayahmu, maka Allah akan marah kepadamu dan akan menghukummu.”

Maka Su’ad pun merasa takut dan malu atas niatnya yang buruk itu. Ia pun berkata, “Perkataanmu benar, wahai saudaraku. Aku ucapkan banyak terima kasih kepadamu atas nasihat yang baik ini.”

7. ANAK YANG TAAT

Hasan adalah seorang anak yang patuh. Ia selalu mengerjakan shalat lima waktu setiap hari tepat pada waktunya. Ia selalu hadir di sekolah, membaca Al Qur’an, mempelajari pelajaran – pelajaran di rumah. Oleh sebab itu, ia pun dicintai oleh ayah dan ibu serta guru – gurunya dan semua orang.

Jika akan tidur ia sudah terbiasa menyebut nama Allah dan bersyukur, karena Allah menjaganya sepanjang hari dari bencana dan gangguan. Kemudian ia mengucapkan, “Dengan nama-Mu yang Allah aku hidup dan aku mati.” Apabila bangun dari tidurnya, ia bersyukur kepada Allah atas kenikmatan tidur. Ia pun mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami dan kepada-Nya kami dibangkitkan.”

Termasuk kebiasaannya pula, apabila hendak makan ia lebih dulu mengucapkan, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” Apabila telah selesai makan, ia bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya makan, karena ia mengetahui bahwa Allah yang mengadakan makanan baginya. Ia mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang memberi aku makanan ini, dan diberi-Nya rezeki kepadaku tanpa daya maupun kekuatan dariku.”

Alangkah bahagianya anak yang taat ini, ia diridhai Allah, dan Allah akan memasukkannya kedalam surga.

8. NABI MUHAMMAD SAW

Wahai anak yang beradab! Sebagaimana engkau diwajibkan mengagungkan Tuhanmu, maka engkau diwajibkan pula mengagungkan Nabimu SAW dan memenuhi hatimu dengan kecintaan kepadanya, sehingga engkau lebih mencintainya daripada mencintai kedua orang tua dan dirimu sendiri. Karena beliaulah yang mengajari kita agama Islam dan dengan sebabnya kita mengenal Tuhan kita dan bisa membedakan antara yang halal dan yang haram. Dan karena Allah Ta’ala mencintainya sehingga menjadikannya manusia yang terbaik serta sebagai contoh panutan bagi kita dalam budi pekerti/sopan santun.

Apabila engkau mencintai Nabimu, maka ikutilah beliau dalam perikehidupannya dan amalkanlah nasihat – nasihatnya agar engkau mendapat kecintaan Allah dan keridhaan-Nya.

9. SOPAN SANTUN DI DALAM RUMAH

  1. Setiap anak wajib memperhatikan sopan santun didalam rumahnya dengan menghormati kedua orang tuanya, saudara – saudara laki – laki dan saudara – saudara perempuannya serta setiap orang di dalam rumah.

Ia tidak boleh melakukan sesuatu yang membuat marah salah seorang dari mereka dan tidak boleh melawan kepada saudaranyayang lebih tua dan tidak boleh bertengkar dengan saudaranya yang lebih kecil serta tidak boleh mengganggu pelayan rumah.

Apabila ia bermain, maka ia pun bermain dengan teratur, tanpa berteriak dan bertingkah yang tidak pantas baginya, terutama bilamana di dalam rumah ada salah seorang yang sedang tidur atau sakit.

Hendaklah ia memelihara perkakas rumah. Maka ia tidak boleh memecahkan barang – barang pecah belah, tidak merusak pintu – pintu serta tidak boleh merusak tanam – tanaman.

Apabila ia mempunyai kucing atau ayam, maka ia pun harus memberinya makanan dan minuman serta tidak mengganggunya.

10. ABDULLAH DI DALAM RUMAHNYA

bdullah adalah teladan dalam hal sopan santun dan ketertiban di dalam rumahnya. Ia mandi setiap pagi dan sore. Ia memperhatikan kebersihan pakaian dan kitab – kitabnya, serta meletakkannya dengan rapi di tempat yang khusus. Ia tidak membuang ingus di bajunya atau di dinding, tetapi di sapu tangan, serta tidak meludah di atas lantai, tidak mengotori pintu – pintu, tidak menulis di dinding – dinding atau memenjat pohon – pohon. Ia tidak bermain dengan melempar batu – batu agar tidak memecahkan kaca jendela – jendela atau mengganggu lainnya.

Abdullah menjabat tangan kedua orang tuanya dan saudara – saudara laki – laki serta saudara – saudara perempuannya setiap pagi dan sore. Ia tidak memasuki kamar siapa pun tanpa izin, ia tidak suka duduk – duduk bersama pelayan – pelayan, dan tidak memberitahu kepada siapa pun tentang apa – apa yang terjadi di dalam rumahnya.

Termasuk kebiasaan yang baik adalah tidur pada permulaan malam dan bangun pagi – pagi benar, memelihara shalat – shalatnya dan mempelajari pelajaran – pelajarannya. Ia tidak bermain, kecuali pada waktu bermain dan ia selalu mendengarkan nasihat – nasihat ayah dan ibunya.

Dengan demikian Abdullah akan mendapatkan keridhaan kedua orang tuanya dan keluarganya. Ia akan hidup berbahagia bersama mereka.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker