Kitab Tasauf

Terjemah Akhlak Lil Banin Juz 1

21. SOPAN SANTUN ANAK TERHADAP PELAYANNYA

Pelayanmulah yang bekerja di rumahmu dan mengaturkan perabotnya serta membersihkan halamannya dan menyapu lantainya. Ayahmu menyuruhnya dalam kebutuhan – kebutuhanya. Begitu pula pelayan perempuanmu. Dia lah yang memasak makananmu dan mencucikan pakaian – pakaianmu, membantu ibumu dalam pekerjaan – pekerjaannya dan pergi ke pasar setiap hari.

Maka wajiblah engkau menggunakan akhlak yang baik terhadap pelayan laki – laki dan pelayan perempuan. Apabila engkau menyuruh sesuatu kepada salah seorang dari mereka, maka berbicaralah padanya dengan lemah lembut dan janganlah mengganggunya atau bersikap sombong terhadapnya.

Apabila ia bersalah, janganlah engkau membentaknya, tetapi ingatkan dia atas kesalahannya dengan lemah lembut, dan maafkan dia. Apabila engkau bersalah, maka katakanlah yang sebenarnya dan janganlah menghubungkan kesalahan itu kepada pelayan.

Apabila engkau memanggilnya dan ia tidak menjawab dengan segera, maka janganlah marah kepadanya, karena mungkin saja ia tidak mendengar suaramu. Begitu pula jika engkau menyuruhnya untuk melakukan sesuatu lalu ia berlambat – lambat, maka jangan terburu – buru menegurnya, mungkin saja ia berhalangan.

Waspadalah jangan memukulnya atau memakinya atau meludahi wajahnya. Tidaklah seorang melakukan itu, kecuali anak yang buruk akhlaknya dan akan dibenci semua orang.

Janganlah duduk bersama pelayan dan jangan pula berbicara kepadanya kecuali seperlunya. Janganlah engkau bergurau bersamanya agar ia tidak berani kepadamu atau engkau mendengar perkataan yang tidak pantas darinya.

22. ANAK YANG SUKA MENGGANGGU

Salah seorang kaya mempunyai anak yang buruk kelakuannya. Ia suka membanggakan dirinya, gemar mengganggu orang lain, terutama pelayan.

Ayahnya sering menasihatinya, tetapi ia tidak mau mendengarkan nasihatnya.

Pada suatu hari, ayah berkata kepadanya, “Dengarlah wahai anakku, sebagaimana engkau tidak suka diganggu orang lain, maka janganlah engkau mengganggu orang lain. Karena mengganggu orang lain adalah kelakuan yang sangat buruk dan menunjukkan pendidikan yang buruk. Hati – hatilah agar tidak menghina para pelayan dan tidak bersikap sombong terhadap mereka. Mereka adalah manusia seperti kita dan mempunyai perasaan seperti perasaan kita juga.”

Ketika anak itu mendengar nasihat ayahnya pada kali ini, ia pun sangat terkesan dan bertaubat atas kebiasaannya yang buruk. Dan jadilah ia anak yang baik akhlaknya, kasihan kepada para pelayan serta tidak mengganggu mereka.

23. SOPAN SANTUN ANAK TERHADAP PARA TETANGGANYA

Ayah dan ibumu menyukai tetangga – tetangga mereka. Keduanya suka agar engkau menyukai mereka pula, karena mereka membantu kedua orang tuamu pada waktu ada keperluan. Ibumu kadang – kadang meminjam sebagian alat – alat dan barang pecah belah dari mereka, mereka pun meminjamkan barang – barang itu dengan senang hati.

Apabila seseorang di rumahmu sakit, maka tetanggamu datang untuk menjenguknya dan mendo’akan kesehatannya

Maka bersikaplah sopan santun terhadap tetangga – tetanggamu wahai anak, dan gembirakanlah hati mereka dengan menyukai anak – anak mereka, dan tersenyumlah dihadapan mereka, serta bermainlah dengan sopan bersama mereka.

Hati – hatilah, jangan engkau bertengkar dengan mereka atau mengambil mainan mereka tanpa seizin mereka atau membanggakan pakaian dan uangmu kepada mereka.

Apabila ibumu memberimu makanan atau buah – buahan, maka janganlah memakannya sendiri sedangkan anak – anak tetanggamu melihat kepadamu.

Hati – hatilah pula agar jangan mengejek tetangga – tetanggamu atau mengeraskan suaramu pada waktu mereka sedang tidur atau melempar rumah – rumah mereka, ataupun mengotori dinding – dinding dan halaman – halaman mereka, atau melihat kepada mereka dari lubang – lubang dinding dan pintu.

24. HAMID DAN PARA TETANGGANYA

Hamid adalah anak yang baik hati dan sopan santun. Ia dicintai oleh keluarga dan tetangga – tetangganya, karena ia tidak mengganggu anak – anak mereka dan tidak bertengkar atau saling memaki terhadap mereka dan tidak pula memutuskan hubungan dengan seorang pun dari mereka.

Ia belajar bersama anak – anak tetangganya di satu sekolah. Setiap hari jika hendak pergi ke sekolah, ia berjalan bersama mereka. Begitu pula jika hendak pulang.

Pada waktu bermain ia bermain bersama mereka dan ia suka membantu orang – orang yang membutuhkannya dari mereka. Bila tidak melihat salah seorang dari mereka, ia menanyakannya. Apabila sakit, ia datang menjenguk ke rumahnya.

Demikianlah Hamid hidup bersama anak – anak tetangganya dalam keadaan senang dan gembira, bersatu dan penuh persahabatan, dengan sopan santun dan kebaikan hatinya.

25. SEBELUM PERGI KE SEKOLAH

Setiap murid haruslah selalu menyukai ketertiban dan kebersihan. Ia harus bangun dari tidurnya setiap pagi pada awal waktunya, lalu mandi dengan sabun, kemudian berwudhu dan shalat shubuh berjama’ah. Selesai shalat ia harus menjabat tangan kedua orangtuanya. Kemudian memakai seragam sekolah yang bersih dan rapi. Kemudian melihat pelajaran – pelajaran yang telah dibacanya sebelum tidur.

Sesudah makan pagi, ia harus mengatur alat – alatnya di dalam tas. Kemudian meminta izin kedua orang tuanya untuk pergi ke sekolah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker