باب النداء
Ada lima isim yang dapat dijadikan munada, yaitu:
- Mufradalam: 4. Mudlaf,
- Mufrad nakirah magshurah. 5. Syibih mudlaf.
- Mufrad nakirah ghairu magshurah.
Adapun yang pertama dan kedua (yakni munada mufrad alam : dan mufrad nakirah magshudah) itu harus dimabnikan menuruti’rab rafa’ yang sudah diketahui tanpa ditanwin secara muthlag. Adapun yang tiga (yakni mufrad nakirah ghairu magshudah, mudlaf dan syibih mudlaf) itudinashabkan.
باب المفعول لأجله
Nashabkanlah mashdar itu apabila ia datang untuk menjelaskan “llatnya fi’il yang ada.
Jadi Maf’ul li-ajli ialah isim yang dinashabkan, yang berfungsi menerangkan sebab terjadinya pekerjaan. Seperti lafazh:
Adapun syaratnya maful li-ajlih ialah harus ittihad (satu) dengan amilnya dalam waktunya dan failnya, contohnya seperti lafadz :
باب المفعول معه
Definisi maf’ul ma-‘ah ialah isim yang jatuh sesudah wawu masiyyah (yakni wawu yang bermakna ma-‘a) yang menjelaskan samasama mengerjakan suatu pekerjaan.
Nashabkanlah maful ma-‘ah itu dengan fFi’il yang menyertainya atau dengan yang serupa fi’il (seperti isim fa’il).








One Comment