Nahwu & Sharaf

Nadhom Imrithi Dan Artinya

باب النعت

Na’at (sifat) itu terbagi menjadi dua bagian, ada yang merafa’kan: isim dlamir yang kembali kepada man’ut (isim yang disifati) atau merafa’kan isim zhahur.

Adapun yang dinamakan naat (sifat) itu talah latazh yang mengikuti kepada yang diikuti (man’utnya) pada rafa’, nashab dan khafadinya, marifat dan nakirahnya.

Naat yang merafa’kan dlamir itu disebut na’at hagigi, dan naat yang merafakan isim zhahir disebut na’at sababi.

Bagian pertama dari dua bagian itu, sesuaikan dengan man’utnya dalam empat hal berikut ini:

  1. Trabnya, yakni rafa’knya-atau khafadInya atau nashabnya.

2 Mutfradnya, yakni tatsniyah dan jama’nya.

  1. Mudzakkar dan mu’annatsnya.
  2. Ma’rifat dan nakirahnya.

Na’at yang kedua (na’at sababi) itu harus mufrad meskipun man’utnya bukan mufrad (yakni tatsniyah dan jama).

Jadikanlah na’at sababi itu cocok dengan isim dlahir dalam ‘mu’annats dan mudzakkarnya. 

باب العطف

Ahli nahwu mengikutkan ma’thuf (isim yang-di’athafkan) kepada ma’thuf ‘alaih (isim yang di’athafkan) dalam i’rabnya yang sudah diketahui (yakni. rafa’, nashab, jer. jazem).

Adapun yang dinamakan ‘athaf ialah lafazh yang dihubungkan dengan lafazh yang sebelumnya diikuti oleh salah satu huruf ‘athaf.

Ma’thuf wajib ikut ma’thuf ‘alaihnya. Baik berupa isim di’athafkan kepada isim dan fi’il di’atafkan kepada fai’il.

باب التوكيد

Isim boleh ditaukidi, maka lafazh yang menaukidi harus mengikuti | lafazh yang ditaukidinya, dalam semua bentuk i’rab dan ma’rifatnya, kecuali yang dinakirahkan tidak bisa ditaukidi.

Adapun taukid yaitu pelengkap/penguat lafazh yang diikutinya berfungsi untuk menghilangkan ihtimal (dua kemungkinan).

Adapun lafazhnya taukid yang terkenal itu ada empat:

باب البدل

Apabila ada isim atau fi’il mengikuti kepada lafazh yang sama dan hukum perkataan itu untuk lafazh yang kedua (badal), serta tidak memakai huruf ‘athaf, maka lafazh itu i’rabnya seperti lafazh yang pertama, dan lafazh itu disebut badal.

Badal itu dibagi menjadi lima, Yaitu: 1. Badal kul minalkul, 2. Badal Ba’d minal kul, 3. Badal isytimal, 4. Badal Ghalad, dan 5. Badal idlrab.

Adapun contoh-contohnya yaitu:

Adapun badalnya fi’il dari fi’il itu seperti Lafadz:

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker