Wajib Mencintai Para Shahabat
وَمِنْ اَلسُّنَّةِ تَوَلِّي أَصْحَابِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَمَحَبَّتُهُمْ, وَذِكْرُ مَحَاسِنَهُمْ, وَالتَّرَحُّمُ عَلَيْهِمْ, وَاعْتِقَادُ فَضْلِهُمْ, وَمَعْرِفَةُ سَابِقَتِهِمْ
Termasuk sunnah adalah berloyal kepada para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mencintai mereka, menyebut kebaikan-kebaikan mereka, mendoakan rahmat kepada mereka, mendoakan ampunan untuk mereka, dan menahan diri dari menyebut keburukan-keburukan yang terjadi di antara mereka. Juga meyakini keutamaan mereka dan mengenal keterdahuluan mereka (dalam berislam).
وقال تعالى: {وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا} [الحشر: 10]
Allah ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: ‘Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.’” [59:10]
وقال تعالى: {مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ} [الفتح: 29]
Dia ta’ala juga berfirman, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” [48:29]
وَقَالَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: «لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي, فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَوْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا, مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ, وَلَا نَصِيفَهُ»
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian jangan mencela para shahabatku, karena jika salah seorang dari kalian seandai menginfakkan emas seperti gunung Uhud tidak akan menyamai satu mud salah seorang dari mereka bahkan tidak pula setengahnya.” [HR. Al-Bukhari no. 3673 dan Muslim no. 2540]
وَمِنْ اَلسُّنَّةِ اَلتَّرَضِّي عَنْ أَزْوَاجِ اَلرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم أُمَّهَاتِ اَلْمُؤْمِنِينَ اَلْمُطَهَّرَاتِ اَلْمُبَرَّآتِ مِنْ كُلِّ سُوءٍ, أُفَضِّلُهُنَّ خَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ, وَعَائِشَةُ اَلصِّدِّيقَةُ بِنْتُ اَلصِّدِّيقِ اَلَّتِي بَرَّأَهَا اَللَّهُ فِي كِتَابِهِ, زَوْجُ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, فَمَنْ قَذَفَهَا بِمَا بَرَّأَهَا اَللَّهُ مِنْهُ فَقَدْ كَفَرَ بِاَللَّهِ اَلْعَظِيمِ
Termasuk sunnah adalah ridha istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai ibu-ibu kaum Mukminin yang suci dan terbebas dari segala keburukan. Yang paling utama dari mereka adalah Khadijah bintu Khuwailid dan ‘Aisyah ash-Shiddiqah bintu ash-Shiddiq yang Allah telah membebaskannya dalam kitab-Nya (dari tuduhan keji orang munafik). Ia adalah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan di akhirat. Siapa yang menuduhnya padahal Allah telah membebaskan ia darinya maka dia kafir kepada Allah yang Mahaagung.
وَمُعَاوِيَةُ خَالُ اَلْمُؤْمِنِينَ, وَكَاتِبُ وَحْي اَللَّهِ, أَحَدُ خُلَفَاءِ اَلْمُسْلِمِينَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمْ
Mu’awiyah adalah paman kaum Mukminin, penulis wahyu Allah, dan salah satu khalifah kaum muslimin radhiyallahu ‘anhum.
Wajib Taat Kepada Penguasa Muslim Meski Kejam
وَمِنْ اَلسُّنَّةِ اَلسَّمْعُ وَالطَّاعَةُ لِأَئِمَّةِ اَلْمُسْلِمِينَ وَأُمَرَاءِ اَلْمُؤْمِنِينَ, بَرِّهِمْ وَفَاجِرِهِمْ, مَا لَمْ يَأْمُرُوا بِمَعْصِيَةِ اَللَّهِ, فَإِنَّهُ لَا طَاعَةَ لِأَحَدٍ فِي مَعْصِيَةِ اَللَّهِ.
Termasuk sunnah adalah mendengar dan taat kepada para imam kaum Muslimin dan pemimpin kaum Mukminin yang baik maupun yang jahat, selagi mereka tidak menyuruh maksiat kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada seorang pun dalam bermaksiat kepada Allah.
وَمَنْ وَلِيَ اَلْخِلَافَةَ وَاجْتَمَعَ عَلَيْهِ اَلنَّاسُ, وَرَضُوا بِهِ, أَوْ غَلَبَهُمْ بِسَيْفِهِ حَتَّى صَارَ خَلِيفَةً, وَسُمِّيَ أَمِيرَ اَلْمُؤْمِنِينَ, وَجَبَتْ طَاعَتُهُ, وَحَرُمَتْ مُخَالَفَتُهُ, وَالْخُرُوجُ عَلَيْهِ, وَشَقُّ عَصا اَلْمُسْلِمِينَ.
Siapa yang menjadi khalifah dan manusia menyepakatinya dan meridhainya atau ia mengalahkan mereka dengan pedang hingga menjadi khalifah atau ia dipanggil Amirul Mukminin, maka wajib mentaatinya dan haram menyelisihinya, dan memberontaknya dan membelah tongkat (memecah belah) kaum Muslimin.
Wajib Menjauhi Ahli Bid’ah
وَمِنْ اَلسُّنَّةِ هُجْرَانُ أَهْلِ اَلْبِدَعِ وَمُبَايَنَتُهُمْ, وَتَرْكُ اَلْجِدَالِ وَالْخُصُومَاتِ فِي اَلدِّينِ, وَتَرْكُ اَلنَّظَرِ فِي كُتُبِ اَلْمُبْتَدِعَة وَالْإِصْغَاءِ إِلَى كَلَامِهِمْ
Termasuk Sunnah adalah hijrah dari ahli bid’ah dan menjauhi mereka, meninggalkan perdebatan dan debat kusir dalam agama, meninggalkan memperdalam kitab-kitab bid’ah dan condong kepada ucapan-ucapan mereka.
وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ فِي اَلدِّينِ بِدْعَةٌ, وَكُلُّ مُتَّسِمٍ بِغَيْرِ اَلْإِسْلَامِ وَالسُّنَّةِ مُبْتَدِعٌ, كَالرَّافِضَةِ, وَالْجَهْمِيَّةِ, وَالْخَوَارِجِ, وَالْقَدَرِيَّةِ, وَالْمُرْجِئَةِ, وَالْمُعْتَزِلَةِ, وَالْكَرَّامِيَّةِ, والكُلَّابِيَّةِ, وَنَظَائِرِهِمْ, فَهَذِهِ فِرَقُ اَلضَّلَالِ, وَطَوَائِفُ اَلْبِدَعِ, أَعَاذَنَا اَللَّهُ مِنْهَا
Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah dan setiap pencetus nama baru selain Islam dan Sunnah adalah mubtadi (ahli bid’ah) seperti Rafidhah, Jahmiyyah, Khawarij, Qadariyyah, Murjiah, Mu’tazilah, Karamiyah, Kilabiyah, dan yang semisal mereka. Mereka semua ini kelompok sesat, golongan ahli bid’ah. Semoga Allah melindungi kita dari mereka.
وَأَمَّا اَلنِّسْبَةُ إِلَى إِمَامٍ فِي فُرُوعِ اَلدِّينِ, كَالطَّوَائِفِ اَلْأَرْبَعِ فَلَيْسَ بِمَذْمُومٍ, فَإِنَّ اَلِاخْتِلَافَ فِي اَلْفُرُوعِ رَحْمَةٌ, وَالْمُخْتَلِفُونَ فِيهِ محمودون فِي اِخْتِلَافِهِمْ, مُثَابُونَ فِي اِجْتِهَادِهِمْ, وَاخْتِلَافِهِمْ رَحْمَةٌ وَاسِعَةٌ, وَاتِّفَاقُهُمْ حُجَّةٌ قَاطِعَةٌ.
Adapun menisbatkan diri kepada imam dalam cabang agama seperti imam madzhab empat maka tidak tercela, karena perbedaan dalam cabang adalah rahmat. Orang-orang yang berselisih dalam masalah cabang adalah orang-orang terpuji dalam khilaf mereka, mendapat pahala dalam ijtihad mereka. Khilaf mereka adalah rahmat luas sementara kesepakatan mereka adalah hujjah yang pasti.
نسأل الله أن يعصمنا من البدع والفتنة، ويحيينا على الإسلام والسنة، ويجعلنا ممن يتبع رسول الله صلى الله عليه وسلم في الحياة، ويحشرنا في زمرته بعد الممات برحمته وفضله آمين.
Kita memohon kepada Allah agar menjaga kita dari kebid’ahan dan fitnah, menghidupkan kita dalam Islam dan Sunnah, dan menjadikan kita termasuk orang yang mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selama hidup dan menghimpun kita di dalam rombongan beliau setelah meninggal dengan rahmat-Nya dan karunia-Nya. Amin.
وهذا آخر المعتقد والحمد لله وحده وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم تسليما.
Inilah akhir keyakinan dan segala puji milik Allah semata dan semoga shalawat Allah dan salam-Nya tercurah kepada penghulu kita Muhammad, keluarganya, dan para shahabatnya.









Alhamdulillah..sangat membantu kaum muslimin untuk belajar aqidah islamiyah..jazakumullahukhairan
Alhamdulillah..