Kitab Tauhid

Terjemahan Syarah Lum’atul I’tiqad

Al-Qur`an Kalamullah

وَمِنْ كَلَامِ اَللَّهِ سُبْحَانَهُ اَلْقُرْآنُ اَلْعَظِيمُ وَهُوَ كِتَابُ اَللَّهِ اَلْمُبِينُ, وَحَبْلُهُ اَلْمَتِينُ, وَصِرَاطُهُ اَلْمُسْتَقِيمُ, وَتَنْزِيلُ رَبِّ اَلْعَالَمِينَ, نَزَلَ بِهِ اَلرُّوحُ اَلْأَمِينُ, عَلَى قَلْبِ سَيِّدِ اَلْمُرْسَلِينَ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ, مُنَزَّلٌ غَيْرُ مَخْلُوقٍ, مِنْهُ بَدَأَ, وَإِلَيْهِ يَعُودُ, وَهُوَ سُوَرٌ مُحْكَمَاتٌ, وَآيَاتٌ بَيِّنَاتٌ, وَحُرُوفٌ وَكَلِمَاتٌ

Al-Quran Kalamullah dan termasuk Kalamullah adalah al-Quran al-Adzim, yaitu Kitabullah yang jelas, tali-Nya yang kokoh, dan jalan-Nya yang lurus. Yang diturunkan oleh Rabb semesta alam. Yang dibawa turun oleh Ruhul Amin (Jibril) kepada hari penghulu para rasul dengan bahasa Arab yang jelas, yang diturunkan bukan makhluk. Dari-Nya ia berawal dan kepada-Nya ia kembali. Ia adalah kumpulan surat-surat muhkamat dan ayat-ayat yang jelas, huruf-hurufnya maupun kalimat-kalimatnya.

مَنْ قَرَأَهُ فَأَعْرَبَهُ فَلَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ عَشْرُ حَسَنَاتٍ, لَهُ أَوَّلٌ وَآخِرُ, وَأَجْزَاءٌ وَأَبْعَاضٌ, مَتْلُوٌ بِالْأَلْسِنَةِ, مَحْفُوظٌ فِي اَلصُّدُورِ, مَسْمُوعٌ بِالْآذَانِ, مَكْتُوبٌ فِي اَلْمَصَاحِفِ, فِيهِ مُحْكَمٌ وَمُتَشَابِهٌ, وَنَاسِخٌ وَمَنْسُوخٌ, وَخَاصٌّ وَعَامٌّ, وَأَمْرٌ وَنَهْيٌ {لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ} [فصلت: 42]

Siapa yang membacanya dengan irab (tata bahasa ‘Arab) maka dia mendapat 10 kebaikan pada setiap hurufnya. Ia memiliki awal dan akhir, berjuz-juz dan terbagi-bagi. Yang terbaca dengan lisan-lisan, terjaga di hati-hati, didengar di telinga, tertulis di mushaf, mengandung muhkam dan mutasyabihat, nasikh mansukh, khas dan amm, dan perintah dan larangan, “Kebatilan tidak mendatanginya dari depan dan tidak pula dari belakang. Ia diturunkan dari Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.” [41:42]

وَقَوْلُهُ تَعَالَى: {قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا} [الإسراء: 88]

Juga firman-Nya ta’ala, “Katakanlah: ‘Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.’” [17:88]

وَهُوَ هَذَا اَلْكِتَابُ اَلْعَرَبِيُّ اَلَّذِي قَالَ فِيهِ اَلَّذِينَ كَفَرُوا: {لَنْ نُؤْمِنَ بِهَذَا الْقُرْآنِ} [سبأ: 31]
وَقَالَ بَعْضُهُمْ: {إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ} [المدثر: 25] فَقَالَ اَللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى: {سَأُصْلِيهِ سَقَرَ} [المدثر: 26]
وَقَالَ بَعْضُهُمْ: هُوَ شِعْرٌ, فَقَالَ اَللَّهُ تَعَالَى: {وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ} [يس: 69]

Inilah kitab berbahasa Arab yang dikomentari orang-orang kafir, “Kami tidak beriman kepada al-Quran ini.” [34:31] dan Sebagian mereka berkata, “Sesungguhnya ini hanya ucapan manusia.” [74:25] Lalu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Kelak kami akan memasukkannya ke Neraka Saqar.” [26] Sebagian mereka berkata bahwa al-Quran hanyalah syair lalu Allah membatah mereka, “Kami tidak mengajarinya syair dan memang tidak layak baginya (Muhammad). Tidaklah ia melainkan peringatan dan bacaan yang jelas.” [36:69]

فَلَمَّا نَفَى اَللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ شِعْرٌ, وَأَثْبَتَهُ قُرْآنًا, لَمْ يُبْقِ شُبْهَةً لِذِي لُبٍّ فِي أَنَّ اَلْقُرْآنَ هُوَ هَذَا اَلْكِتَابُ اَلْعَرَبِيُّ اَلَّذِي هُوَ كلمات وحروف وآيات، لأن ما ليس كذلك لا يقول أحد: إنه شعر

Tatkala Allah menafikan bahwa ia adalah syair dan menetapkannya sebagai bacaan maka tidak ada lagi kesamaran bagi yang memiliki akal cerdas bahwa al-Qur`an adalah Kalamullah berbahasa Arab yang kata-katanya, huruf-hurufnya, dan ayat-ayatnya, karena jika benar bukan seperti itu tentu tidak ada yang mengatakannya syair.

وقال عز وجل: {وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ} [البقرة: 23]

Allah azza wa jalla berfirman, “Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” [2:23]

وَلَا يَجُوزُ أَنْ يَتَحَدَّاهُمْ بِالْإِتْيَانِ بِمِثْلِ مَا لَا يُدْرَى مَا هُوَ, وَلَا يُعْقَلُ.

Mereka tidak akan mampu mendatangkan yang serupa apa yang tidak diketahui hakikatnya dan (tidak dijangkau oleh) akal.

وَقَالَ تَعَالَى: {وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُنَا بَيِّنَاتٍ قَالَ الَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَاءَنَا ائْتِ بِقُرْآنٍ غَيْرِ هَذَا أَوْ بَدِّلْهُ قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي} [يونس: 15] فأثبت أن القرآن هو الآيات التي تتلى عليهم

Dia ta’ala berfirman, “Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata: ‘Datangkanlah Al Qur’an yang lain dari ini atau gantilah dia.’ Katakanlah: ‘Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat).’” [10:15] Dia menetapkan bahwa al-Qur`an adalah ayat-ayat yang dibacakan kepada mereka.

وقال تعالى: {بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ} [العنكبوت: 49]

Dia ta’ala juga berfirman, “Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” [29:49]

وقال تعالى: {إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ * فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ * لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ} [الواقعة: 77 – 79] بَعْدَ أَنْ أَقْسَمَ عَلَى ذَلِكَ.

Dia ta’ala juga berfirman, “Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.” [56:77-79] setelah Dia bersumpah atas itu.

وقال تعالى: {كهيعص} [مريم: 1] {حم – عسق} [الشورى: 1 – 2] وَافْتَتَحَ تِسْعًا وَعِشْرِينَ سُورَةً بِالْحُرُوفِ اَلْمُقَطَّعَةِ.

Dia ta’ala juga berfirman: (كهيعص) dan (حم – عسق). Dia membuka 29 surat dengan huruf-huruf terpotong (huruful muqaththa’ah) ini.

وَقَالَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم: « مَنْ قَرَأَ اَلْقُرْآنَ فَأَعْرَبَهُ, فَلَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ مِنْهُ عَشْرُ حَسَنَاتٍ, وَمَنْ قَرَأَهُ وَلَحَنَ فِيهِ, فَلَهُ بِكُلِّ حَرْفٍ حَسَنَةٌ» حَدِيثٌ صَحِيحٌ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa membaca al-Qur`an dengan i’rab maka dia mendapatkan pada setiap hurufnya 10 kebaikan dan siapa membacanya dengan lahn (kesalahan irab) maka dia mendapatkan pada setiap hurufnya satu kebaikan.” Hadits shahih. [HR. Ath-Thabrani no. 7574 dalam al-Ausath. Al-Wardani matruk tetapi hadits ini memiliki asal di Shahih at-Tirmidzi]

وَقَالَ عَلَيْهِ اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: «اِقْرَءُوا اَلْقُرْآنَ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَ قَوْمٌ يُقِيمُونَ حُرُوفَهُ إِقَامَةَ اَلسَّهْمِ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيهِمْ يَتَعَجَّلُونَ أَجْرَهُ وَلَا يَتَأَجَّلُونَهُ»

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah al-Qur`an sebelum datang suatu kaum yang membaguskan huruf-hurufnya dengan tepat tetapi tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka minta disegerakan upahnya (di dunia) dan tidak minta di akhirkan (di akhirat).” [HR. Ahmad no. 12483]

وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا: إِعْرَابُ اَلْقُرْآنِ أَحَبُّ إِلَيْنَا مِنْ حِفْظِ بَعْضِ حُرُوفِهِ.

Abu Bakar dan ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Mengirab al-Qur`an lebih kami sukai daripada menghafal sebagian huruf-hurufnya.”

وَقَالَ عَلَيٌّ رضي الله عنه: مَنْ كَفَرَ بِحَرْفٍ فَقَدْ كَفَرَ بِهِ كُلِّهُ.

‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, “Siapa mengingkari satu huruf dari al-Qur`an berarti mengingkari seluruhnya.”

وَاتَّفَقَ اَلْمُسْلِمُونَ عَلَى عَدِّ سُوَرِ اَلْقُرْآنِ, وَآيَاتِهِ وَكَلِمَاتِهِ, وَحُرُوفِهِ

Kaum muslimin sepakat akan jumlah surat al-Qur`an, ayatnya, katanya, dan hurufnya.

وَلَا خِلَافَ بَيْنَ اَلْمُسْلِمِينَ فِي أَنَّ مَنْ جَحَدَ مِنْ اَلْقُرْآنِ سُورَةً أَوْ آيَةً, أَوْ كَلِمَةً, أَوْ حَرْفًا مُتَّفَقًا عَلَيْهِ أَنَّهُ كَافِرٌ

Tidak ada khilaf di antara kaum muslimin bahwa siapa yang mengingkari satu surat al-Qur`an atau satu kata atau satu huruf disepakati atas kekafirannya.

وَفِي هَذَا حُجَّةٌ قَاطِعَةٌ عَلَى أَنَّهُ حُرُوفٌ

Ini hujjah pasti bahwa ia adalah huruf-huruf.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9Laman berikutnya
Show More

Related Articles

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker