Ucapan ketika bangun di waktu malam dan keluar dari rumah
Ketika bangun di waktu malam dan keluar dari rumahnya, dianjurkan untuk memandang ke langit dan membaca surat Ali Imran, mulai ayat 190 hingga akhir surat.
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah melakukan amalan di atas. Kecuali lafaz “memandang ke langit”, hanya terdapat dalam Sahsh Bukhari.
Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa jika bangun di waktu malam, Nabi bertahajud seraya mengucapkan:
“ya Allah, segala puji bagiMu Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta isinya. Segala puji bagiMu, Engkau yang memiliki kekuasaan atas langit dan bumi serta penghumnya. Segala puji bagiMu, Engkau adalah cahaya langu dan bumi serta penghuninya. Segala puji bagiMu, Engkaulah kebenaran, janjiMu adalah benar, pertemuan denganMu adalah benar, perkataanMu adalah benar, surga adalah benar, api neraka adalah benar, Muhammad adalah benar, hari kiamat adalah benar”
“Ya Allah, kepadaMu aku menyerah, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu aku bertobat, demi Engkau aku bertengkar: kepadaMu aku mengadu, maka ampunilah dosa-dosaku yang lampau dan yang akan datang, yang kusembunyikan dan yang kutampakkan, Engkau yang memajukan dan Engkau yang mengakhurkan, nada Tuhan selai Engkau.”
Dalam satu riwayat, ada tambahan: “Dan nada daya kekuatan melainkan dengan
pertolongan Allah.”
Ucapan akan masuk kamar kecil
Dalam Sahihain!, Anas menyebutkan bahwa ketika masuk kamar kecil, Rasul mengucapkan:
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan perempuan.”
Dalam sabda yang lain:
“Dengan nama Allah. Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempuan.” Dalam riwayat Tirmizi, Ali menyebutkan sabda beliau :
“Tabir antara mata jin dan aurat anak Adam (manusia) talah, apabila memasuki kamar
kecil, mengucapkan Bismillah.”
Hadis dhaif. Sahabat-sahabat Imam Nawawi berkata: Zikir itu dianjurkan, baik di dalam bangunan maupun di lapangan. Melalui Umar , Ibnu Sunni dan Thabrani meriwayatkan bahwa, apabila masuk kamar kecil, beliau gp mengucapkan:
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari kotoran yang najis, keji dan menimbulkan kekejian, (dan dari) setan yang terkutuk.”
Larangan berzikir dan berbicara di kamar kecil
Makruh berzikir dan berbicara di saat buang air, baik di tanah lapangatau di dalam bangunan.
Segala zikir dan perkataan adalah sama dalam hal itu, kecuali karena darurat. Sehingga dikatakan: orang bersin tidak perlu mengucapkan- Alhamdulillah dan tidak perlu mendoakan orang bersin, tidak menjawab salam, tidak menjawab orang yang menyerukan azan dan tinggallah orang muslim berkurang haknya karena tidak mendapat jawaban. Semua ucapan ini makruh karohah tansih”?. Apabila ia bersin, lalu mengucapkan Alhamdulillah dalam hatinya dan tidak menggerakkan lidahnya, maka dibolehkan. Demikian pula bila dilakukan di saat bersetubuh.
Muslim meriwayatkan dari Ibnu Umar: Seorang lelaki lewat di depan Nabi , sedangkan beliau dalam keadaan buang air kecil. Orang itu mengucapkan salam, maka beliau tidak menjawabnya.
Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Muhajir bin Ounfudz yang berkata: Aku mendatangi Nabi ketika beliau buang air kecil Aku mengucapkan salam, tetapi tidak dijawabnya, hingga beliau berwudu. Setelah itu, Beliau bersabda:
“Aku tidak suka berzikir kepada Allah & kecuah sudah dalam keadaan suci”
Larangan mengucapkan salam kepada orang yang sedang buang air
Sahabat-sahabat Imam Nawawi berkata: Dihukum makruh mengucapkan salam kepada orang yang sedang buang air. Apabila mengucapkan salam, maka tidak perlu dijawab. Pendapat ini sesuai hadis Ibnu Umar dan Muhajir yang tersebut pada bagian sebelumnya.
Ucapan ketika keluar dari kamar kecil
“Ya Allah, aku mohon ampunanMu. Segala puji bagiMu yang menghilangkan
gangguan dariku dan memberikan kesehatan kepadaku.”
Dalam riwayat Abu Daud dan Tirmizi, Rasulullah mengucapkan “ghufraanaka”.
Sedang Nasa’i dan Ibnu Majah meriwayatkan selebihnya.
Ibnu Sunni dan Thabrani meriwayatkan perkataan Ibnu Umar : Apabila keluar dari kamar kecil, Rasulullah mengucapkan:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kelezatan dan memberikan
kekuatannya kepadaku serta menyingkirkan gangguannya daripadaku.”









One Comment