Perintah – الأمر
وَالْأَمر استدعاء الْفِعْل بالْقَوْل مِمَّن هُوَ دونه على سَبِيل الْوُجُوب
Perintah adalah menuntut perbuatan pakai ucapan dari orang yang dibawahnya secara wajib
وصيغته افْعَل
Bentuk katanya adalah if’al
وَهِي عِنْد الْإِطْلَاق والتجرد عَن الْقَرِينَة تحمل عَلَيْهِ
Bentuk kata tersebut ketika dimutlakan dan kosong dari qorinah itu diarahkan ke wajib
إِلَّا مَا دلّ الدَّلِيل على أَن المُرَاد مِنْهُ النّدب أَو الْإِبَاحَة
kecuali ada petunjuk yang menunjukkan bahwa sesungguhnya yang diharapkan adalah sunnah atau mubah
وَلَا تَقْتَضِي التّكْرَار على الصَّحِيح
dan tidak menuntut pengulangan menurut pendapat yang shohih
إِلَّا مَا دلّ الدَّلِيل على قصد التّكْرَار
kecuali ada petunjuk yang menunjukkan terhadap tujuan pengulangan
وَلَا تقتضى الْفَوْر
dan tidak menuntun seketika
وَالْأَمر بإيجاد الْفِعْل أَمر بِهِ وَبِمَا لَا يتم الْفِعْل إِلَّا بِهِ
perintah untuk melakukan perbuatan itu perintah terhadap perbuatan itu dan terhadap sesuatu yang perbuatan tidak sempurna kecuali dengan sesuatu tersebut
كالأمر بِالصَّلَاةِ فَإِنَّهُ أَمر بِالطَّهَارَةِ المؤدية إِلَيْهَا
seperti perintah melakukan sholat, maka sesungguhnya itu perintah melakukan bersuci yang mengantarkan kepada sholat
وَإِذا فُعِل يخرج الْمَأْمُور عَن الْعهْدَة
jika perbuatan yang diperintahkan itu telah dilakukan maka orang yang diperintah lepas dari tanggungan








One Comment