Ushul Fiqh

Terjemahan Kitab Waraqat Imam Haramain

Naskh – النسخ

وَأما النّسخ فَمَعْنَاه لُغَة الْإِزَالَة

dan adapun nasakh maka maknanya dalam segi bahasa adalah menghilangkan

وَقيل مَعْنَاهُ النَّقْل من قَوْلهم نسخت مَا فِي هَذَا الْكتاب أَي نقلته

dan dikatakan maknanya adalah pindah, dari ucapan orang arab saya memindah sesuatu yang ada di kitab ini, yaitu memindah

وَحده هُوَ الْخطاب الدَّال على رفع الحكم الثَّابِت بِالْخِطَابِ الْمُتَقَدّم على وَجه لولاه لَكَانَ ثَابتا مَعَ تراخيه عَنهُ

dan definisinya adalah: ucapan yang menunjukkan hilangnya hukum yang tetap dengan ucapan yang dahulu, berdasarkan bentuk yang jika tidak ada ucapan tersebut niscaya hukum itu tetap, serta menjadi akhirnya ucapan dari hukum

وَيجوز نسخ الرَّسْم وَبَقَاء الحكم وَنسخ الحكم وَبَقَاء الرَّسْم

dan boleh nask lafadz dan tetapnya hukum dan naskh hukum dan tetapnya lafadz

والنسخ إِلَى بدل وَإِلَى غير بدل

dan nask pada gantian dan tanpa gantian

وَإِلَى مَا هُوَ أغْلظ وَإِلَى مَا هُوَ أخف

dan pada perkara yang lebih berat dan pada perkara yang lebih ringan

وَيجوز نسخ الْكتاب بِالْكتاب وَنسخ السّنة بِالْكتاب وَنسخ السّنة بِالسنةِ

dan boleh naskh quran dengan quran dan nask sunnah dengan quran dan nask sunnah dengan sunnah

وَيجوز نسخ الْمُتَوَاتر بالمتواتر مِنْهُمَا

dan boleh naskh mutawatir dengan mutawatir dari kitab dan sunnah

وَنسخ الْآحَاد بالآحاد وبالمتواتر

dan naskh ahad dengan ahad dan mutawatir

وَلَا يجوز نسخ الْمُتَوَاتر بالآحاد

dan tidak boleh nask mutawatir dengan ahad

تَنْبِيه فِي التَّعَارُض: إِذا تعَارض نطقان فَلَا يَخْلُو إِمَّا أَن يَكُونَا عَاميْنِ أَو خاصين أَو أَحدهمَا عَاما وَالْآخر خَاصّا أَو كل وَاحِد مِنْهُمَا عَاما من وَجه وخاصا من وَجه

peringatan dalam masalah perlawanan: jika dua ucapan berlawanan maka tidak lepas ada kalanya umum keduanya, atau khusus keduanya, atau salah satunya umum dan yang lain khusus atau masing-masing dari keduanya umum dari suatu sisi dan khusus dari sisi yang lain

فَإِن كَانَا عَاميْنِ فَإِن أمكن الْجمع بَينهمَا جمع وَإِن لم يُمكن الْجمع بَينهمَا يتَوَقَّف فيهمَا إِن لم يعلم التَّارِيخ فَإِن علم التَّارِيخ ينْسَخ الْمُتَقَدّم بالمتأخر

Jika keduanya umum dan jika mungkin mengumpulkan keduanya maka dikumpulkan, dan jika tidak mungkin mengumpulkan keduanya maka didiamkan jika tidak diketahui waktunya maka yang dahulu di hapus dengan yang terakhir

وَكَذَا إِذا كَانَا خاصين

begitu juga jika keduanya khusus

وَإِن كَانَ أَحدهمَا عَاما وَالْآخر خَاصّا فيخصص الْعَام بالخاص

jika salah satunya umum dan yang lain khusus maka yang umum di khususkan dengan yang khusus

وَإِن كَانَ أَحدهمَا عَاما من وَجه وخاصا من وَجه فيخص عُمُوم كل وَاحِد مِنْهُمَا بِخُصُوص الآخر

dan jika salah satunya umum dari satu sisi dan khusus dari satu sisi maka keumuman setiap salah satu dari keduanya di khususkan dengan yang lain

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker