Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Minahus Saniyyah

BAB 5: BERBUAT BAIK TERHADAP SESAMA

Seseorang yang ingin mencapai tingkatan yang tinggi disisi Allah SWT harus menjauhkan diri dari segala perbuatan yang merugikan pihak lain, baik yang berupa menyakiti hati maupun menyakiti badan orang lain. Di sisi lain, wajib pula menjaga makanan sehari-hari, jangan sampai memakan barang-barang haram.
Bahkan barang syubhat pun harus dihindari titik Sebab barang haram dan barang syubhat hanya akan menjadi penghalang bagi seseorang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Demikian juga berbuat zalim terhadap sesama, harus benar-benar dihindari titik Dalam hal ini, Imam Sahal telah menegaskan:
Artinya: “sesungguhnya umat manusia bisa terhalang kehendaknya untuk mencapai kedudukan tinggi di sisi Allah SWT dan penglihatannya kepada Allah malaikat, karena 2 perkara titik yakni jelek makanannya dan suka menyakiti hati orang lain. “
Menyakiti orang lain adalah racun yang dapat membunuh segala aktivitas seseorang. Karenanya seseorang tidak akan mendapat dukungan dari orang lain, sehingga dalam mewujudkan sarana dan prasarana beribadah pun akan terasa sulit.
Dan pada akhirnya ibadah itu sendiri terhalang titik untuk itu, perlu dihindari oleh setiap orang yang berkeinginan mencapai tingkatan makrifat kepada Allah SWT. Rasulullah SAW telah menegaskan:
Artinya: ” cukup kejelekan seseorang apabila meremehkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap Muslim lainnya adalah haram darah, harta dan kehormatannya. “
Islam memerintahkan agar antara sesama muslim saling menghormati titik sebab pada dasarnya mereka adalah Serumpun. 1 saudara. Apabila diantara mereka ada yang bersengketa, maka hendaklah segera didamaikan. Allah SWT telah berfirman:
Artinya: “sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara titik karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah SWT agar engkau mendapat rahmat.” (QS. Al hujurat:10).
Abu ya’la Ra meriwayatkan sebuah hadits, bahwa Rasulullah SAW telah menggariskan pokok-pokok dasar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Yakni ada 7 perkara:
1. Berpegang teguh kepada kitab Allah SWT.
Segala perilaku dan amalan yang dilakukan harus sesuai dengan apa yang ditentukan oleh Alquran, hal mana sesuai dengan ketegasan firman Allah SWT:
Artinya: “sesungguhnya Alquran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. ” (QS. Al isro’ :9).
Orang yang menaati segala peraturan yang terdapat dalam Alquran, berarti dia termasuk orang yang mendapat petunjuk dari sisi Allah SWT. Dan baginya tersedia pahala yang besar. Artinya, Dia mempunyai kedudukan yang tinggi disisi Allah SWT.
2. Mengikuti perilaku Rasulullah SAW.
Segala perilaku dan amalan harus sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW cukup untuk dijadikan sebagai teladan titik di dalam Alquran Allah SWT telah berfirman:
Artinya:”Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah SAW itu suri teladan yang baik bagi mu titik yakni bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah SWT dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah SWT.” (Qs. Al ahzab:21).
Teladan dari Rasulullah SAW merupakan teladan yang Tidak diragukan lagi kebenarannya, sehingga setiap orang yang berkeinginan mencapai tingkatan yang tinggi disisi Allah SWT maka wajib mengikuti serta melaksanakan contoh teladan yang telah diberikan Rasulullah SAW.
3. Makan barang halal.
Mencari rezeki yang halal adalah wajib bagi setiap muslim untuk mendapatkan makanan yang halal wajib memilih usaha yang baik. Yakni mencari rezeki dari sumber yang halal. Di dalam hadis yang bersumber dari Sayyidina Abu Bakar ditegaskan:
Artinya: “tidak akan masuk surga tubuh yang dibesarkan (diberi makan) dengan barang haram.” (HR. Abu ya’la)
Allah SWT melarang pula mencari rezeki dengan jalan yang haram. Di dalam Alquran ditegaskan:
Artinya: “Dan janganlah sebagian dari kamu memakan harta sebagian yang lain Di antara kamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu membawa urusan harta kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan jalan berbuat dosa, padahal kamu mengetahui. ” (QS. Al Baqarah :188).
Makan barang haram hanya akan menjadi hijab bagi orang yang menginginkan kedudukan tinggi disisi Allah SWT. Oleh sebab itu bagi seorang murid wajib menjaga diri dari hal tersebut agar dirinya benar-benar dapat mencapai tingkatan yang diharapkan.
4. Menjauhi perilaku maksiat.
Maksiat adalah suatu perbuatan yang dilarang agama. Lebih-lebih maksiat hati titik maksiat hati yang didalamnya termasuk pamer dengki, maksud dan sejenisnya. Adalah maksiat batin yang sulit untuk dirasa dengan panca indra. Perbuatan maksiat, di samping menjadi penghalang bagi orang yang ingin bermakrifat kepada Allah SWT juga dapat menghapuskan amal kebajikan yang telah dilakukan.
Untuk itu, harus dijauhi oleh setiap orang yang berkeinginan mencapai tingkat makrifat kepada Allah SWT. Karena itulah hawa nafsu yang mengajak ke arah maksiat harus diberantas. Rasulullah SAW telah menegaskan:
Artinya: “orang yang berhijrah ialah orang yang meninggalkan segala kejahatan dan orang yang berjihad ialah orang yang berjuang memerangi hawa nafsu.”
5. Bertaubat.
Maksudnya ialah bertaubat dari segala dosa dan maksiat yang pernah diperbuat titik orang yang bertaubat dari dosa, ibarat orang yang tidak berdosa. Yakni lantaran dosa-dosa yang telah diperbuat mendapat ampunan dari Allah SWT yang maha pengampun titik ampunan itu adalah semata-mata anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang berdosa. Rasulullah SAW telah bersabda:
Artinya: “semua anak Adam (umat manusia) banyak berbuat dosa. Dan sebaik-baik orang yang berdosa ialah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi).
6. Melaksanakan kewajiban.
Setiap murid wajib untuk melaksanakan segala kewajiban baik yang berkaitan dengan ibadah maupun dalam pergaulan di tengah masyarakat titik kedua hal tersebut akan mengantar ke arah kemuliaan lahir batin. Orang yang tidak mau berpegang pada tali Allah SWT dan tali dari sesama, akan menjadi hina. Di dalam Alquran telah ditegaskan:
Artinya: “mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada di titik kecuali jika mereka berpegang pada tali (agama) Allah SWT dan tali (perjanjian) dengan manusia.” (QS. Ali Imron : 112).

Allah SWT telah menegaskan tentang kewajiban melaksanakan kewajiban terhadap Nya serta kewajiban terhadap sesama. Didalam Al-Qur’an telah ditegaskan:
Artinya: “sembahlah Allah SWT dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua karib-kerabat anak-anak yatim orang-orang miskin tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, Ibnu Sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. ” (QS. An Nisa:36).
7. Berbuat baik terhadap sesama.
Setiap murid wajib berbuat baik dan menghormati terhadap sesama. Harus bisa menguasai diri dari menyakiti hati serta badan mereka. Sebagian dari menyakiti hati orang lain ialah berburuk sangka.
Sebab prasangka buruk itu merupakan racun yang dapat membunuh. Hal ini tidak banyak diketahui orang. Lebih-lebih berburuk sangka terhadap ulama, para Kekasih Allah SWT dan Alquran. Baginda Rasulullah SAW telah bersabda:
Artinya: “hindarilah olehmu berprasangka buruk. Sebab prasangka itu sejelek-jelek omongan dusta.” (HR. Bukhori ).
Penghinaan terhadap orang lain akan membawa dampak negatif yang besar sekali. Di samping itu, orang yang dihina belum tentu hina. Untuk itu bagi setiap murid harus bisa menjaga diri dari perbuatan zalim terhadap orang lain dalam bentuk apapun. Di dalam Alquran Allah SWT telah berfirman:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain. Karena boleh jadi mereka yang diolok kan lebih baik daripada mereka yang mengolok-olok kan, dan tidak pula wanita-wanita dari wanita-wanita lain, karena boleh jadi wanita-wanita yang diolok-olok kan akan lebih baik dari wanita-wanita yang memperolok-olokkan. Dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Seburuk buruk panggilan ialah gelar yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.
Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah SWT Sesungguhnya Allah SWT Maha Penerima Taubat lagi maha penyayang. “(QS. Hujurat: 11-12).
Sayyid Ali bin Wafa berpesan kepada murid-muridnya: wahai murid-muridku, selamatkanlah dirimu. Jangan sampai terjerumus kelembah pelanggaran terhadap hak sesama. Lebih-lebih dengan orang yang( semasa) dengan gurumu. Sebab darah daging para Kekasih Allah SWT itu ibarat racun yang mematikan.
Sekalipun mereka tidak akan mengadakan pembalasan terhadap perbuatanmu, namun kamu akan menerima akibatnya. Hindarilah olehmu menggunjing orang. Jangan sampai engkau anggap enteng sekalipun pergunjingan itu tidak sampai di dengar Orang yang kamu gunjing. Bahkan kamu harus merasa lebih takut kalau-kalau apa yang kamu pergunjingan itu didengar oleh orang yang digunting.
Yang demikian akan menimbulkan fitnah and yang besar. Di sisi lain, orang yang kamu gunjing itu akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah SWT. ” bagi setiap murid yang menginginkan kedudukan tinggi di sisi Allah SWT, bahkan mengharapkan sampai pada tingkat ma’rifah, maka wajib untuk bersifat kasih sayang terhadap sesama manusia. Membuat kerugian terhadap orang lain.
Sebab orang yang tidak memiliki belas kasihan terhadap sesama, tidak akan di belas kasihan oleh Allah SWT. Orang yang tawadhu, merendahkan diri dan kasih sayang terhadap sesama, menunaikan hak kewajibannya, dia akan diangkat Allah SWT kepada suatu tingkatan (kedudukan) yang tinggi yang tidak mungkin dicapai oleh orang lain, paragraf kecuali dengan amal yang sama.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker