Bahasa

Terjemah Kitab Qiroatur Rosyidah Juz 1

22.ANAK CERDAS

Khalifah Dinasti Bani abbas suatu hari berkunjung ke rumah mentrinya di rumahnya, menteri tersebut mempunyai seorang anak cerdas. Ketika khalifah duduk, di dudukanlah anak kecil tersebut di sampingnya, dan Khalifah bertanya:”apakah rumah khalifah lebih baik dari pada rumah menterinya(rumah bapakmu?)” anak tersebut menjawab dengan cepat:”ketika 567Khalifah di rumah bapakku, maka rumah bapaku lebih baik.”

Kemudian Khalifah memperlihatkan cincin berharga di kelingkingnya, dan bertanya:”apakah kamu melihat kebaikan dari dari cincin ini? ” maka berkatalah anak tersebut:”ya, tangan yang mulya adalah lebih baik dari cincin tersebut”

Khalifah kaget mendapatkan sebaik-baik jawabannya, dan ia berkata padanya:”” apakah kamu suka(mau menjadi Khalifah setelah aku? Ia menjawab,

“anak Khalifah lebih utama dari pada saya, ialah yang berhak menjadi Khalifah, dan aku bukanlah seorang penghianat.”

Maka bertambahlah senang perasaan Khalifahdari jawaban ini yang menunjukan kecerdasan dan kebijakan. Maka Khalifah menoleh kepada bapaknya:

“anakmu ini kalau besar (dewasa)harus menjadi orang penting (pejabat)”

23.KEBURUKAN DIBALAS DENGAN KEBURUKAN

Seorang anak fakir sedang duduk makan roti, ia melihat dari jauh seekor anjing sedang tidur. Maka ia memanggilnya dan tangannya diulurkan dengan sepotong roti, sehingga anjing mengira bahwa anak tersebu akan memberinya sebagian.

Maka ia mendekat kea rah anak tersebut untuk mendapatkan roti, tiba-tiba anak tersebut memukul kepalanya. Maka anjing tersebut lari terbirit-birit dan ia mengembik karena sakit yang sangat.

Dalam waktu yang sama, seorang laki-laki menengok dari jendelanya, dan melihat apa yang di perbuat anak tersebut. Iapun memperlihatkan uang recehan. Maka segeralah anak tersebut menambrak tangannya untuk menerima uang tersebut.

Bapak tersebut memukul dengan tongkat ke tangannya, kira-kira sama dengan yang ia perbuat terhadap anjing, bahkan lebih banyak. Kemudian anak tersebut berkata kepada bapak itu:

“kenapa engkau memukul aku, padahal aku belum mendapatkan dan meminta sesuatu”

Maka bapak tersebut menjawab,

“lalu, kenapa kamu memukul anjing sedangkan dia belum meminta suatu apapun darimu, maka keburukan dib alas dengan keburukan ”

24.NIKMATNYA HASIL KERJA

Seorang bapak memasukan anaknya ke tempat kerja, dan ia meminta agar memberinya upah setiap hari. Dan anak tersebut mempunyai ibu yang bodoh yang sangat mencintainya, ia(ibunya) tidak tidak tega anaknya bekerja dan menyebabkan lelah(cape). Sementara anak tersebut keluar dari tempat kerjanya untuk berkumpul bersama teman-temannya yang penganggur. Mereka menghabiskan waktu siangnya seharian dengan main sia-sia.

Ketika tiba sore hari, pulanglah anak tersebut ke rumahnya, dan ibunya memberinya upah sesuai gajinya dalam sehari untuk dipersembahkannya kepada bapaknya. Maka bapaknya mengambilnya dengan cepat uang tersebut dan membuang dan melemparnya di jendela. Begitulah terus dengan ibu yang bodoh itu hingga habislah uang mereka.

Ketika uangnya telah habis, maka berkatalah ibu tersebut kepada anaknya:

“nak, pergilah dan bekerjalah sekarang, karena unagku telah habis semuanya ”

Maka pergilah anak tersebut dan sibuk bekerja sepanjang siang, dan kembali ke rumahnya bersama upah yang ia dapatkan untuk di berikan kepada bapaknya.

Ketika tiba dirumah, seperti biasa ayahnya mengambil uang tersebut dan di genggambya akan dilemparkan ke jendela seperti biasanya. Maka berteriakalah anaknya, sambil berkata:

“ jangan lakukan ayah, sesungguhnya aku mendapatkanya seharian dengan sungguh-sunguh, dan jangan mudah-mudah untuk menghabiskannya ”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11Laman berikutnya
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker