KEBAKARAN
Suatu malam, ketika Muhammad sedang tidaur di ranjangnya jam 22.00 WIB, malampun terasa sejuk, Duniapun terasa sepi, sunyi, tidak ada suara kecuali suara ronda malam berkeliling di jalan raya. Kemudian Muhammad suara berisik di luar, maka ia bangun dari kasurnya, dan membuka jendela kamarnya dan ia melongok melihat keluar.
Muhammad melihat kebakaran di di rumah tetangganya, yaitu rumah sahabatnya Ibrahim yang setiap hari bermain bersamanya.maka ia turun dari rumahnya lari menuju rumah sahabatnya untuk melihat keadaannya, tetapi ternyata tidak ada di luar rumah. Kemudian ia masuk ke rumah dalam kobaran api, dan sampailah ia ke kamar Ibrahim dan memanggilnya”Ibrahim…Ibrahim…”
Maka Ibrahim bangundari tidurnya dalam keadaan kaget, dan Ibrahim meraih tangan Muhammad, dan turun dari rumahnya meuju jalan.
Maka semua tetangga dan handai taulan yang melihat kejadian tersebut merasa senang dan memujinya, karena Muhammad dapat menolong sahabatnya Ibrahim.
HUJAN
Dilangit banyak awan, dan bertambah sedikit demi sedikit hingga menjadi gelap sekali dan tertutuplah matari. Dengarlah ini suara petir, dan seharusnya(biasanya) langsung turun hujan. Lihatlah kilat bersinar dilangit dan menyinari bumi.
Inilah tetesan hujan di tanganku, kemarilah kamu berhenti di pintu ini, untuk melihat hujan turunkebumi dan kita dapat melihat dari jauh.
Manusia berlarian dari sini ke sana, mereka semua takut terkena basah dari air hujan. Dan air turun dari mazarib dan maka tanah menjadi berlubang dan menjadi kolam-kolam. Maka jadilah hujan besar dan becek, menyebabkan manusia tergelincir (karena licin).
Sekarang hujan sudah berhenti maka, mari kita masuk ke rumah.
KELAHIRAN
Suatu hari Penilik(pengawas sekolah) memasuki ruang kelas satu di sekolah alam. Ia melihatt murid kecil, kira-kira usianya tidak lebih dari enam tahun, dari penampilannya, ia adalah anak yang disiplin dan rajin.
Maka ia bertanya namanya dan nama panggilannya, nama ayahnya dan nama panggilannya, maka ia menjawab dengan cepatnya. Kemudian pengawas menjelaskan kembali dan setelah itu menanyakan usianya. Anak tersebut menjawab “saya tidak tahu.”
Maka kagetlah pengawas tersebut karena ketidak tahuannya itu, maka ia memerintahkan kepada seluruh murid setiap diri untuk menghafal tanggal lahirnya, dan ia berkata:
“ saya akan Tanya masing-masing besok hari,” dan setelah menguji pelajaran mereka, pengawas tersebut meninggalkan kelas.
Pada hari selanjutnya, datanglah pengawas dan banyak bertanya kepada anak-anak tersebut, dan di tangannya ia memegang secarik kertas. Di dalam kertas tersebut terdapat nama-nama mereka, dan tempat tanggal lahirnya yang telah ia dapatkan dari sekolah, dan mereka mereka merasa tenang, serta pengawaspun juga merasa senang.


One Comment