ANAK KECIL DAN GAJAH
Seorang anak berkunjung ke kebun binatang dan melihat seekor gajah, oa menggenggam apel dan menyodorkan tangannya kepada gajah seolah-olah ia akan memberikan apel tersebut. Ketika gajah mendekatinya dan akan mengambil apel tersebut, anak tersebut menarik dan mengepalkan kembali apelnya,sehingga gajah tidak sampai mengambil apelnya. Ia mengulanginya berkali-kali seperti yang ia lakukan pertama kali.
Perbuatan anak tersebut mempermainkan gajah membuatnya marah, akan tetapi gajah bersikap sabar hingga anak tersebut lengah. Ketika anak tersebut lengah, gajah menjulurkan belalainya dan mengambil topinya. Anak tersebut merasa kaget hingga ia menangis. Kemudian gajah menjulurkan belalainya seolah-olah ia akan memberikan topinya. Namun ketika anak tersebut bersiap akan mengambil topinya ditariknyalah belalainya untuk menarik kembali topinya. Kejadian ini berulang kali seperti semula ia mempermainkan gajah.
Maka penonton yang lain tertawa atas kejadian ini, sedangkan anak tersebut menangis karena topinya hilang. Dan inilah apa yang ia perbuat dari kejahatan akan mendapatkan kejahatan pula yang setimpal dengannya.
JENDELA
Aku adalah jendela penghias dinding, dan meringankan bahayanya, yaitu jika tempat-tempat digelapkan dan aku terangi. Maka terlihatlah seluruh yang ada di dalamnya, dan kamu semua dapat membaca yang kamu mau.
Aku(jendela) mengeluarkan udara rusak yang membahayakanmu, dari kamar-kamar dimana kalian duduk atau tidur. Aku membukakan jalan(pintu) untuk udara yang segar. Maka udara tersebut masuk kedalam ruang-ruang kalian, sedangkan kalian tetap berada di tempat. Ini adalah untuk mengantikan udara yang rusak.
Dan dengan pertolongan kaca jendela, aku dapat mencegah udara dingin yang berbahaya pada musim dingin(hujan )bagimu. Dan udara panas pada musim kemaram(panas). Aku juga menasehatimu jangan berdiam diantaraku(jendela) dan jendela lain pada musim panas dan dingin. Agas supaya kamu sekalian tidak terkena sakit, yaitu menyaring udara anataku dan diantara jendela ini.
SINGA DAN TIKUS
Suatu saat, ketika singa sedang tidur lelap, datanglah tikus dan berjalan di atas kepalanya, maka ia berbangundari tidur dalam keadaan marah. Kemudian taring-taringnya mencengkram akan membunuhnya, maka tikus tersebut menangis dan memohon ampun kepada singa untuk dikasihani, sehingga timbullah rasa iba dari hati singa kepada tikus.
Pada hari kedua, singa berjerat di dalam perangkap jarring oleh pemburu, ia teriak meminta tolong sampai terdengarlah suaranya oleh tikus. Maka segeralah tikus datang untuk menoongnya,dan ia berkata:
“ wahai singa, jangan takut, aku akan menolongmu”
Dan segeralah tikus menggigit tali dengan kuku-kukunya yang tajam, sehingga ia memotong-motong tali menjadi kecil-kecil, dan keluarlah singa dengan selamat. Singa tersebut mengucapkan terima kasih yang banyak kepada tikus, kemudian singa berkata kepada tikus,
“selama ini engkau mengira bahwa binatang lemah seperti kamu mempu mengerjakan apa yang tidak dapat aku mengerjakannya,” maka tikus menjawab,
”janganlah menghina siapa saja yang lebih rendah darimu karena sesungguhnya segala sesuatu itu mempunyai kelebihan”


One Comment