10.NYANYIAN IBU UNTUK ANAK DI PAGI HARI
Sesungguhnya kasur tiu tempat yang enak, diatasnya kamu tidur terus
Tidurlah wahai kekasihku dengan selamat, tidurlah dengan tenang, tidurlah dengan tenang
Istirahat disiang hari dan tertutup, bersama keletihan dan kelelahan;
Dan malam yang tenang dan dekat, tidurlah dengan tenang, tidurlah dengan tenang;
Burung-burung itu tidur dan berkicau dalam menjaga kekasihku yang maha Esa
Dia tidak lengah walaupun kepada tidurlah dalam lindungan dan aman
Tidurlah dengan tenang hingga pagi(waktu sahur), dari kekalutan atau susuai ukuran
Tidurlah dalam bimbingan manusia, tidurlah tidurlah dalam lindunganNya dengan tenang.
11.BURUNG HANTU
Seorang laki-laki mempunyai seekor burung hantu pandai berbicara(berkicau). Apabila ada orang lewat di depannya, ia akan berkata:
“selamat siang tuan saudara,”
Ia juga dapat meniru suara burung berkokok, maka keluarlah ia dari rumah, dan mematuk biji-bijian yang jatuh dari sangkarnya. Burung hantu keluar ke kebun setelah dzuhur, dan dan melihat pemiliknya ketika pulang dari toko/ warungnya. Maka, ketika ia melihatnya ia akan berkata:
“ wahai paman, bawalah aku ke rumah,”
Kemudian ia terbang dan berhenti di pundaknya dan masuk rumah.
Suatu hari, hilanglah burung hantu tersebut,maka pemiliknya memanggilnya dan mengutus untuk mencarinya, dan tidak ada tanda-tanda akan di temukan. Namun ia mendengar bahwa tukang sepatu mempunyai burung hantu dan belum seorangpun melihatnya, akan tetapi suaranya terdengar.
Maka pergilah ia ke rumah tukang sol dan bertanya tentang burung hantu itu, akan tetapi ia mengingkarinya bahwa ia memilikinya. Akan tetapi burung hantu tersebut mengenali suara pemiliknya, ia berkata:
“ wahai tuanku, bawalah aku ke rumah,”
Maka masuklahbapak tersebut dan mengambilnya dari toko tersebut penghianat tersebut.
12.MEMANCING IKAN
Pada hari jum’at yang lalu Mahmud pergi ke danau untuk memancing ikan, dan ia membawa peralatan pancing, terikat tali diujung kail tali yang panjang halus dan kuat. Dan diujung tali ini di tengahnya.
Ketika sampai danau, ia duduk di atas batu besar di permukaannya, maka ia mengeluarkan pakan ikandari tempatnya dan meletaknnya di kailnya. Kemudian ia mengulurkan kailnya keair. Kemudian ia menunggu umpannya di tarik.
Setelah beberapa saat menunggu, ia merasa tarikan di kailnya, maka ia segera mengeluarkan dan menarik pancingnya. Dan ternyata di pancingnya itu ia mendapatkan ikan yang besar, ia datang untuk memakan pakan ikan yang di pancing, maka senanglah Mahmud atas pancingannya ini. Maka ia menanti agak lama untuk mendapatkan ikan yang banyak, kemudian ia kembali pulang ke rumahnya dengan hidangan ikan yang banyak.


One Comment