Selanjutnya Nabi dibawa oleh Jibril a.s. menjalani peristiwa mi’raj. Ikut dalam perjalanan ini ialah arwah-arwah anak cucu Adam. Seluruh makhluk tidak pernah melihat yang lebih indah daripada peristiwa mi’raj. Di sana ada perhiasan dari perak dan dari emas yang berasal dari surga Firdaus. Di sebelah kanan dan kiri, beliau diapit oleh rombongan malaikat.
Nabi s.a.w dan Jibril a.s. naik hingga tiba di salah satu pintu langit dunia yang bernama pintu Hifzhah. Di sana ada malaikat yang bernama Isma’il, penjaga langit dunia. Malaikat penghuni udara ini sama sekali tidak pernah naik ke langit, dan juga sama sekali tidak pernah turun ke bumi, kecuali hanya pada hari ketika Nabi wafat. Di hadapannya ada tujuh puluh ribu malaikat yang masing-masing mereka memiliki serdadu sebanyak tujuh puluh ribu malaikat juga.
Jibril a.s. meminta dibukakan pintu langit tersebut.
“siapa ini?”, tanya yang ada di balik pintu.
“Jibril”, jawab Jibril.
“Siapa yang bersama anda?”, tanyanya.
“Muhammad”, jawab Jibril.
“Apakah ia sudah diutus?”, tanyanya.
“Ya”, jawab Jibril.
“Selamat datang seorang saudara dan khalifah, sebaik-baik saudara, dan sebaikbaik khalifah. Sebaik-baik orang yang datang telah datang”, katanya.
Ia lalu membukakan pintu untuk Nabi s.a.w dari Jibril a.s. Dan begitu mereka sudah ada di dalam, ternyata itu adalah nabi Adam a.s. bapak seluruh umat manusia yang bentuknya sama seperti bentuk ketika Allah ta’ala menciptakannya. Arwah-arwah para nabi berikut orang-orang mu’min keturunannya diperlihatkan dengan jelas kepada Nabi s.a.w Beliau bersabda: “Roh yang baik, dan jiwa yang baik. Tolong jadikan mereka di surga tertinggi.”
Lalu diperlihatkan dengan jelas kepada Nabi s.a.w arwah-arwah anak cucu keturunan nabi Adam yang kafir. Beliau bersabda: “Roh yang buruk, dan jiwa yang buruk. Tolong jadikan mereka di neraka Sijjin.”
Dari sebelah kiri Nabi s.a.w melihat sosok hitam, dan sebuah pintu yang mengeluarkan bau sangat busuk. Begitu melihat ke sebelah kanan ia tampak tersenyum, tetapi begitu melihat dari sebelah kiri ia tampak bersedih dan menangis. Nabi mengucapkan salam kepadanya. Dan setelah menjawab salam beliau ia mengatakan dengan penuh semangat: “Selamat datang seorang putra yang saleh, Nabi yang saleh.”
Lalu Nabi s.a.w bertanya Yaa Jibril, siapa Dia?
Jibril menjawab “Dia itu adalah moyang anda si Adam, dan sosok hitam tadi adalah jiwa anak cucunya. Golongan kanan di antara mereka adalah calon penghuni surga, dan golongan kiri di antara mereka adalah calon penghuni neraka. Begitu memandang ke arah kanan ia tersenyum dan merasa gembira, dan begitu melihat ke arah kiri ia bersedih dan menangis. Pintu yang terletak di sebelah kiri adalah pintu Jahannam. Begitu melihat anak cucunya yang memasukinya, ia menangis dan bersedih.”
Selanjutnya Nabi s.a.w. berlalu dengan tenang, dan mendapati orang-orang yang suka memakan harta riba serta harta anakanak yatim, para pezina, dan yang lain. Bentuk mereka sangat buruk. :
Kemudian Nabi s.a.w. naik ke tingkat langit yang kedua. Jibril meminta dibukakan pintunya.
“Siapa ini?”, tanya yang ada di balik pintu. “Jibril”, jawab Jibril.
“Siapa yang bersama anda?”, tanyanya.
“Muhammad”, jawab Jibril.
“Apakah ia sudah diutus?”, tanyanya.
“Ya”, jawab Jibril.
“Selamat datang seorang saudara dan khalifah, sebaik-baik saudara, dan sebaik-baik khalifah. Sebaik-baik orang yang datang telah datang”, katanya.
Ia lalu membukakan pintu untuk Nabi s.a.w dari Jibril a.s. Dan begitu mereka sudah ada di dalam, ternyata itu adalah kedua putra sang bibi, yakni Isa bin Maryam dan Yahya bin Zakariyya a.s. Pakaian dan rambut keduanya sangat mirip satu sama lain. Bersama mereka beberapa kaum pengikutnya. Ternyata rambut nabi Isa keriting, postur tubuhnya tinggi besar, kulitnya putih ke merah-merahan. Ia mirip dengan “Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi. Nabi s.a.w. mengucapkan salam kepada ‘Isa dan Yahya. Dan setelah menjawabi salam beliau, mereka mengucapkan: “Selamat datang, wahai saudara yang saleh dan seorang Nabi yang saleh.” Mereka juga mendoakan kebaikan untuk beliau.
Kemudian Nabi s.a.w. naik ke tingkat langit yang ketiga. Jibril meminta dibukakan pintunya.
“Siapa ini?”, tanya yang ada di balik pintu.
“Jibril”, jawab Jibril.
“Siapa yang bersama anda?”, tanyanya.
“Muhammad”, jawab Jibril.
“Apakah ia sudah diutus?”, tanyanya.
“Ya”, jawab Jibril.
“Selamat datang seorang saudara dan khalifah, sebaik-baik saudara, dan sebaikbaik khalifah. Sebaik-baik orang yang datang telah datang”, katanya.
Ia lalu membukakan pintu untuk Nabi s.a.w. dari Jibril a.s. Dan begitu mereka sudah ada di dalam, ternyata itu adalah Yisuf bersama beberapa orang dari kaumnya.
Nabi s.a.w mengucapkan salam kepada Yusuf. Dan setelah menjawabi salam beliau, ia mengucapkan: “Selamat datang, Wahai saudara yang saleh dan seorang Nabi yang saleh.” Ia juga mendoakan kebaikan untuk beliau. Ternyata Yusuf diberi separo ketampanan seluruh umat manusia.
Dalam suatu riwayat disebutkan, sesungguhnya Yusuf adalah makhluk Allah yang paling tampan. Ia laksana bulan di malam purnama di sekeliling bintang-bintang.
“Siapa ini, wahai Jibril?”, tanya Nabi. “Saudara anda si Yusuf”, jawab Jibril.
Kemudian Nabi s.a.w naik ke tingkat langit yang keempat. Jibril meminta dibukakan pintunya.
“Siapa ini?”, tanya yang ada di balik pintu, “Jibril”, jawab Jibril.
“Siapa yang bersama anda?”, tanyanya.
“Muhammad”, jawab Jibril.
“Apakah ia sudah diutus?”, tanyanya.
“Ya”, jawab Jibril.
“Selamat datang, seorang saudara dan khalifah, sebaik-baik saudara, dan sebaik-baik khalifah. Sebaik-baik orang yang datang telah datang”, katanya.
Ia lalu membukakan pintu untuk Nabi s.a.w. dari Jibril a.s.
Dan begitu mereka sudah ada di dalam, ternyata itu adalah Idris yang telah dikarunia oleh Allah sebuah kedudukan yang sangat tinggi.
Nabi s.a.w. mengucapkan salam kepada Idris. Dan setelah menjawabi salam beliau, ia mengucapkan: “Selamat datang wahai saudara yang saleh dan seorang nabi yang saleh.” Ia juga mendoakan kebaikan untuk beliau.
Kemudian Nabi s.a.w. naik ke tingkat langit yang kelima. Jibril meminta dibukakan pintunya.
“Siapa ini?”, tanya yang ada di balik pintu.
“Jibril”, jawab Jibril.
“Siapa yang bersama anda?”, tanyanya.
“Muhammad”, jawab Jibril.
“Apakah ia sudah diutus?”, tanyanya.
“Ya”, jawab Jibril. :
“Selamat datang, seorang saudara dan khalifah, sebaik-baik saudara, dan sebaik-baik khalifah. Sebaik-baik orang yang datang telah datang”, katanya.









One Comment