Sejarah

Terjemah Kitab Dardir Mi’raj

Ia lalu membukakan pintu untuk Nabi s.a.w dari Jibril a.s. Dan begitu mereka sudah ada di dalam, ternyata itu adalah Harun yang separo jenggotnya berwarna putih dan separonya lagi berwarna hitam. Saking tingginya sampai-sampai ia terkena pukulan lutut Harun. Ia dikelilingi oleh kaumnya orang-orang Bani Isra’il.

Nabi s.a.w mengucapkan salam kepada Harin. Dan setelah menjawabi salam beliau, ia mengucapkan: “Selamat datang, wahai saudara yang sholih dan seorang nabi yang sholih.”

Ia juga mendoakan kebaikan untuk beliau.

“Siapa ini, wahai Jibril?”, tanya Nabi.

“Ini adalah orang yang sangat dicintai oleh kaumnya. Namanya Harun bin Imran”, jawab Jibril.

Kemudian Nabi s.a.w. naik ke tingkat langit yang keenam. Jibril meminta dibukakan pintunya.

“Siapa ini?”, tanya yang ada di balik pintu.

“Jibril”, jawab Jibril.

“Siapa yang bersama anda?”, tanyanya.

“Muhammad”, jawab Jibril.

“Apakah ia sudah diutus?”, tanyanya.: “Ya”, jawab Jibril.

“Selamat datang, seorang saudara dan khalifah, sebaik-baik saudara, dan sebaik-baik khalifah. Sebaik-baik orang yang datang telah datang”, katanya.

Ia lalu membukakan pintu untuk Nabi s.a.w dari Jibril a.s Nabi & melewati seorang nabi berikut rombongan nabi yang lain serta beberapa orang, melewati seorang nabi berikut rombongan nabi yang lain serta suatu kaum, dan juga melewati seorang nabi berikut rombongan para nabi yang tidak ada siapa pun selain mereka.

Selanjutnya Nabi s.a.w melewati rombongan besar yang jumlahnya sangat banyak sehingga menutupi kaki langit.

“Siapa itu?”, tanya Nabi.

“Itu adalah Musa dan kaumnya”, jawab Jibril, “Tetapi coba anda angkat kepala anda.”

Beliau melihat ada rombongan yang juga sangat besar sehingga menutupi dua ujung kaki langit.

“Siapa mereka?”, tanya Nabi.

“Mereka adalah umat anda”, jawab Jibril. “Selain mereka, masih ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa dihisab.”

Begitu Nabi s.a.w dan Jibril a.s. sudah masuk, ternyata itu adalah Musa bin “Imran, seseorang postur tubuhnya cukup tinggi dengan rambut yang sangat lebat.

Nabi s.a.w mengucapkan salam kepada Musa a.s. Dan setelah menjawabi salam beliau, ia mengucapkan: “Selamat datang, wahai saudara yang saleh dan seorang Nabi yang saleh.” Ia juga mendoakan kebaikan untuk beliau. Miisa berkata: “Orang-orang mengira aku adalah manusia yang paling dimuliakan oleh Allah. Ternyata orang ini lebih dimuliakan oleh Allah.”

Begitu Nabi s.a.w telah lewat, Musa menangis.

“Kenapa anda menangis?”, tanya malaikat.

“Aku menangis karena sepeninggalanku akan ada seorang anak muda yang diutus yang umatnya lebih banyak masuk surga daripada umatku. Orang-orang Bani Isra’il mengira aku adalah manusia yang paling dimuliakan oleh Allah. Ternyata seorang dari anak cucu Adam ini telah menggantikan aku di dunia, dan aku sudah berada di akhirat. Kalau ia hanya sendirian aku tidak peduli. Tetapi ia bersama umatnya.”

Kemudian Nabi s.a.w naik ke tingkat langit yang ketujuh. Jibril meminta dibukakan pintunya.

“Siapa ini?”, tanya yang ada di balik pintu.

“Jibri?”, jawab Jibril.

“Siapa yang bersama anda?”, tanyanya.

“Muhammad”, jawab Jibril.

“Apakah ia sudah diutus?”, tanyanya.

“Ya”, jawab Jibril.

“Selamat datang, seorang saudara dan khalifah, sebaik-baik saudara, dan sebaik-baik khalifah. Sebaik-baik orang yang datang telah datang”, katanya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker