Sejarah

Terjemah Kitab Dardir Mi’raj

Selanjutnya Nabi s.a.w bergerak meneruskan perjalanan, hingga akhirnya tiba di Bait-ul-Maqdis. Beliau memasukinya dari pintu sebelah kanan. Setelah turun dari Buraq, beliau segera menambatkan binatang Ini di dekat pintu masjid, tempat yang dahulu pernah digunakan oleh para nabi     untuk menambatkan binatang kendaraan mereka.

Disebutkan dalam suatu riwayat, bahwa sesungguhnya Jibril menghampiri seonggok batu besar. Begitu meletakkan jarijarinya, seketika batu tersebut hancur-lebur dengan mengeluarkan suara cukup keras, sehingga membuat terkejut Buraq yang sedang istirahat.

Nabi s.a.w memasuki masjid dari pintu yang terkena sinar matahari. Beliau dan Jibril sempat shalat sendiri-sendiri dua rakaat. Tidak lama kemudian tiba-tiba sudah berkumpul beberapa orang yang belakangan beliau tahu bahwa mereka itu adalah para nabi. Mereka ada yang sedang berdiri, ada yang sedang ruku’, dan ada yang sedang bersujud. Setelah seruan adzan dikumandangkan dan diteruskan dengan seruan igamat, mereka pun berdiri dengan membentuk beberapa shaf. Mereka sedang menunggu yang akan menjadi imam mereka. Tiba-tiba Jibril memegang tangan Nabi s.a.w seraya memberi isyarat supaya beliau maju ke depan sebagai imam. Dan beliau pun shalat dua rakaat menjadi imam mereka.

Diriwayatkan dari Ka’ab, Jibril memberitahu para malaikat. Mereka pun sama turun berbondong-bondong dari langit. Selanjutnya Allah mengumpulkan semua rasul dan nabi untuk ikut bergabung. Nabi.     pun shalat menjadi imam para malaikat serta para rasul.

“Wahai Muhammad, anda tahu siapa yang tadi sama shalat di belakang anda?”, tanya Jibril kepada Nabi s.a.w begitu selesai shalat.

“Tidak”, jawab Nabi.

“Mereka tadi adalah seluruh nabi yang pernah diutus oleh Allah s,w.t ”, jawab Jibril.

Selanjutnya Nabi mendengar setiap nabi memuji Tuhannya dengan puji-pujian yang sangat indah.

“Kalian semua memuji Tuhan kalian, dan aku pun selalu memuji Tuhanku”, kata Nabi.

Selanjutnya Nabi s.a.w bersabda: “Segala puji kepunyaan Allah yang telah mengutusku dengan membawa rahmat bagi seru sekalian alam dan bagi seluruh umat manusia untuk memberi khabar gembira dan menyampaikan peringatan. Allah-lah yang telah menurunkan al-Qur’an kepadaku sebagai penjelasan bagi segala sesuatu. Allah telah menjadikan umatku sebagai umat terbaik yang ditampilkan untuk manusia. Allah menjadikan umatku sebagai umat yang tengah-tengah.

Allah juga menjadikan umatku sebagai yang pertama sekaligus yang terakhir. Allah telah melapangkan dadaku, menghilangkan noda dosa dariku, mengangkat derajatku, dan menjadikan aku sebagai sang pembuka yang paripurna.”

Nabi Ibrahim pernah mengatakan: “Berkat hal itulah Muhammad telah memuliakan kalian.”

Tiba-tiba Nabi s.a.w merasa kehausan yang teramat sangat. Jibril a.s. segera membawakan untuk beliau sebuah bejana berisi khamar dan sebuah bejana lagi berisi susu. Dan ternyata beliau memilih bejana yang berisi susu untuk diminum.

“Anda telah memilih yang fitrah”, kata Jibril kepada Nabi. “Seandainya tadi anda memilih meminum khamar, niscaya umat anda akan suka melakukan sesuatu yang sia-sia, dan di antara mereka tidak ada yang akan mengikuti anda kecuali hanya sedikit saja.”

Disebutkan dalam suatu riwayat, sesungguhnya bejana yang dibawa oleh Jibril a.s. ada tiga. Dan bejana yang ketiga berisi air.

“Seandainya tadi anda memilih air, niscaya umat anda akan tenggelam.”

Disebutkan dalam suatu riwayat, bahwa salah satu di antara tiga bejana yang disodorkan kepada Nabi s.a.w adalah bejana berisi madu, bukan air. Dan sesungguhnya beliau melihat beberapa bidadari dari sisi kanan batu besar. Beliau mengucapkan salam, dan mereka pun menjawabnya. Beliau bertanya, dan mereka pun memberikan jawaban yang menyenangkan hati.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker